PT Sony Indonesia resmi membawa kamera mirrorless full-frame terbarunya, Alpha 7R VI, ke pasar Indonesia. Model ini langsung menyita perhatian karena menawarkan resolusi ultra-tinggi untuk kebutuhan kreator profesional.
Sony memasarkan bodi kamera ini dengan harga retail resmi Rp 74.999.000. Pre-order dibuka mulai 22 Mei hingga 22 Juni 2026 melalui seluruh jaringan Sony Official Store dan Sony Authorized Dealer.
Sensor dan pemrosesan terbaru
Alpha 7R VI mengandalkan sensor back-illuminated fully-stacked Exmor RS CMOS dengan resolusi efektif 66,8 megapiksel. Proses olah gambar ditopang chip pemrosesan BIONZ XR2 yang menjadi otak baru kamera ini.
Kombinasi tersebut dirancang untuk menghasilkan detail visual yang tajam. Sony menyebut perangkat ini dibuat untuk menjawab kebutuhan fotografer dan videografer profesional yang bekerja di banyak situasi.
Motoya Itako, President Director PT Sony Indonesia, mengatakan kamera ini menggabungkan resolusi ultra-tinggi, autofocus berbasis AI yang cerdas, serta kemampuan video yang lebih canggih. Ia menilai kombinasi itu membantu kreator bekerja dengan lebih percaya diri.
Autofokus dan stabilisasi
Sony membekali kamera ini dengan sistem stabilisasi gambar optik 5-axis presisi tinggi. Fitur tersebut diklaim mampu memberi kompensasi stabilitas hingga 8,5 stop pada bagian tengah sensor.
Di sisi kecepatan, integrasi unit pemrosesan AI pada chip BIONZ XR2 memungkinkan pemotretan beruntun tanpa blackout hingga 30 fps. Sistem autofokusnya memakai Real-time Recognition AF+ yang dapat mendeteksi pose manusia berdasarkan rangka tubuh secara akurat.
Baterai dan bodi
Alpha 7R VI memakai baterai baru tipe NP-SA100 berkapasitas 2.670 mAh. Sony menyebut daya pakainya mampu mencapai 710 jepretan.
Bodi kamera ini menggunakan material magnesium alloy. Material tersebut dirancang agar tetap kokoh namun ringan saat dibawa bekerja di lapangan.
Kemampuan video dan audio
Untuk kebutuhan video, kamera ini mampu merekam 8K 30p dengan oversampling 8.2K. Selain itu, tersedia juga opsi 4K 60p dan 4K 120p tanpa pemotongan gambar.
Sony juga menyematkan manajemen suhu internal agar perekaman 8K bisa berjalan tanpa henti hingga 120 menit. Pada aspek audio, peluncuran ini dibarengi adaptor XLR-A4 untuk mendukung perekaman audio internal 32-bit float hingga 4 saluran.
Teknologi audio tersebut ditujukan untuk mencegah distorsi suara saat merekam volume tinggi di lokasi syuting. Dengan paket fitur itu, Alpha 7R VI hadir sebagai kamera premium yang menyasar kreator yang membutuhkan detail tinggi, kecepatan kerja, dan fleksibilitas produksi dalam satu perangkat.
