SteamOS 3.8.5 Bukan Cuma Update Biasa, Valve Mulai Buka Jalan untuk Steam Machine Lagi

SteamOS 3.8.5 hadir sebagai salah satu pembaruan paling penting untuk ekosistem gaming Valve. Versi ini bukan hanya membawa perbaikan untuk Steam Deck, tetapi juga memberi sinyal baru soal arah SteamOS ke perangkat pihak ketiga dan kemungkinan kembalinya Steam Machine.

Daya tarik terbesarnya datang dari tiga hal sekaligus. Valve mulai menyiapkan dukungan awal untuk Steam Machine, memperluas kompatibilitas ke ROG Ally, dan menambahkan dukungan penuh untuk layar HDR serta variable refresh rate dari lingkungan desktop.

Sinyal baru untuk Steam Machine

Petunjuk soal Steam Machine menjadi sorotan karena muncul langsung dalam pembaruan resmi ini. Dukungan awal tersebut menunjukkan Valve sedang menyiapkan fondasi untuk perangkat bergaya konsol PC di ruang keluarga.

Langkah ini penting karena SteamOS selama ini identik dengan Steam Deck. Kini, pembaruan 3.8.5 memperlihatkan bahwa Valve tidak lagi memosisikan sistem operasinya hanya untuk satu perangkat handheld.

Ekspansi itu juga terlihat dari fokus besar pada perangkat non-Valve. SteamOS 3.8.5 membawa peningkatan nyata untuk handheld populer dari produsen lain, terutama Asus ROG Ally.

ROG Ally dapat dukungan lebih dalam

Pada ROG Ally, SteamOS kini dapat mengendalikan controller, speaker, dan fungsi TDP langsung dari sistem operasi. Valve juga memperbaiki masalah controller yang sebelumnya bisa bermasalah setelah perangkat melanjutkan operasi dari mode sleep.

Perubahan ini menandai peningkatan dukungan yang jauh lebih serius untuk handheld pihak ketiga. Bagi pengguna ROG Ally, pembaruan ini berarti integrasi yang lebih rapi dan fungsi inti yang lebih siap dipakai tanpa banyak gangguan.

Dukungan itu tidak berhenti di satu perangkat. Valve juga menyertakan sejumlah perbaikan untuk lini Lenovo Legion Go, MSI Claw, dan OneXPlayer.

Untuk perangkat-perangkat tersebut, pembaruan ini menghadirkan peningkatan reliabilitas kartu SD. Valve juga menambahkan dukungan pembatasan pengisian daya tahap awal untuk seluruh lini Legion Go.

Desktop Mode ikut naik kelas

Selain handheld, SteamOS 3.8.5 membawa perubahan besar di Desktop Mode. Valve memperbarui KDE Plasma ke versi 6.4.3 dan menjadikan dukungan Wayland native sebagai opsi bawaan.

Perubahan ini ditujukan untuk menutup kesenjangan performa desktop yang sebelumnya bisa tertinggal dari Game Mode. Dengan basis desktop yang lebih modern, pengalaman penggunaan SteamOS di luar mode game menjadi lebih konsisten.

Tambahan paling penting di sisi desktop adalah dukungan penuh untuk layar HDR dan VRR sebagai perangkat eksternal. Fitur ini tersedia langsung dari lingkungan desktop, bukan sekadar dari mode bermain.

Valve juga menambahkan kemampuan untuk mengatur scaling secara terpisah untuk tiap monitor. Fitur ini mempermudah saat perangkat dihubungkan ke HDTV atau ke konfigurasi layar desktop yang lebih kompleks.

Latensi input turun drastis

Salah satu peningkatan teknis terbesar dalam pembaruan ini ada pada respons input. Valve memangkas latensi input dari kisaran 5 sampai 8 milidetik menjadi sekitar 100 sampai 500 mikrodetik.

Penurunan ini sangat besar untuk perangkat handheld. Dampaknya adalah kontrol yang terasa lebih cepat dan responsif saat bermain.

Peningkatan seperti ini menjadi penting karena SteamOS kini bergerak ke lebih banyak perangkat. Ketika sistem operasi dipakai di berbagai handheld dengan karakteristik berbeda, konsistensi respons menjadi faktor utama.

Steam Deck OLED dan LCD ikut dibenahi

Valve juga tetap memberi perhatian pada perangkat buatannya sendiri. Untuk Steam Deck OLED, pembaruan ini mengatasi masalah speaker yang bisa hilang setelah konsol dimatikan.

Selain itu, lampu pengisian daya kini berubah warna sesuai seberapa besar batas pengisian yang telah digunakan. Ini memberi indikasi yang lebih jelas bagi pengguna yang memanfaatkan fitur pembatasan charge.

Pada model LCD, fungsi Bluetooth Wake dipulihkan setelah sebelumnya bermasalah dengan bangun sendiri tanpa disengaja. Valve juga memperbaiki persoalan touchpad yang terlalu sensitif.

Perbaikan ini mungkin terdengar kecil dibanding dukungan HDR atau ROG Ally. Namun, untuk pemilik Steam Deck harian, pembaruan semacam ini justru berdampak langsung pada kenyamanan pemakaian.

Ada juga perubahan untuk pengembang

Di balik layar, SteamOS 3.8.5 membawa upgrade kernel Linux ke versi 6.16. Valve juga menambahkan dukungan hibernasi tahap awal dan dukungan awal untuk guest Virtual Machine.

Paket perubahan ini menunjukkan bahwa SteamOS berkembang di dua arah sekaligus. Di satu sisi, Valve memperluas jangkauan ke lebih banyak perangkat dan skenario pemakaian, sementara di sisi lain sistem dasarnya terus diperkuat untuk kebutuhan pengembang dan pengguna tingkat lanjut.

Dengan kombinasi dukungan awal Steam Machine, kompatibilitas yang lebih matang untuk ROG Ally, serta hadirnya HDR dan VRR di desktop, SteamOS 3.8.5 menjadi pembaruan yang menandai perluasan ambisi Valve. Fokusnya kini bukan lagi sekadar handheld tunggal, tetapi membangun ekosistem game berbasis SteamOS yang lebih luas.

Source: tech.sportskeeda.com

Berita Terkait

Back to top button