Langkah Senyap Bos Samsung Goyang TSMC, MediaTek Bisa Direbut Lewat Kartu Memori

Author: Qoo Media

Langkah Samsung untuk merebut pesanan chip dari TSMC memasuki fase baru setelah Chairman Samsung Electronics, Jay Y. Lee, dilaporkan melakukan kunjungan senyap ke Taiwan. Kunjungan ini disebut berfokus pada pertemuan penting dengan MediaTek, salah satu pelanggan besar yang selama ini mengandalkan TSMC untuk produksi chip.

Pergerakan itu menarik perhatian karena datang saat divisi foundry Samsung mulai menunjukkan momentum baru. Setelah mengamankan kontrak pembuatan chip senilai $16.5 miliar dengan Tesla dan menarik minat pihak lain seperti AMD untuk produksi chip 2nm, Samsung kini terlihat mencoba memperluas daftar klien strategisnya.

Laporan tersebut menyebut Lee tiba di Taiwan bersama delegasi tingkat tinggi. Dalam agenda kunjungan itu, ia juga disebut bertemu dengan CEO MediaTek, Cai Lixing.

Fokus utama pembicaraan diyakini mengarah pada upaya Samsung untuk mendorong MediaTek mempertimbangkan peralihan sebagian produksi dari TSMC. Ini menjadi langkah yang masuk akal secara bisnis karena MediaTek selama ini memang dikenal sebagai pengguna utama kapasitas manufaktur TSMC.

Peluang yang Dilihat Samsung

Samsung dinilai melihat celah yang cukup jelas dalam persaingan ini. TSMC disebut tidak memiliki banyak kapasitas cadangan 2nm, sementara Samsung justru memiliki ruang yang lebih besar untuk menawarkan produksi pada teknologi tersebut.

Kondisi itu memberi Samsung kesempatan untuk tampil bukan hanya sebagai alternatif, tetapi sebagai opsi yang siap menampung permintaan baru. Dalam industri semikonduktor yang sangat bergantung pada kapasitas produksi mutakhir, ketersediaan jalur 2nm menjadi faktor yang sangat penting.

Selain kapasitas, Samsung juga membawa keunggulan lain yang tidak dimiliki TSMC dalam bentuk portofolio semikonduktor yang lebih lengkap. Perusahaan Korea Selatan itu memiliki lini penuh chip memori, sebuah aset yang dapat dipakai untuk memperkuat penawaran ke calon pelanggan foundry.

Nilai tambah ini menjadi relevan karena kebutuhan memori saat ini tidak hanya tinggi, tetapi juga mahal dan sulit diperoleh. Dalam situasi seperti itu, kemampuan menyediakan dukungan memori sekaligus layanan manufaktur bisa menjadi pembeda besar dalam negosiasi dengan perusahaan seperti MediaTek.

Mengapa MediaTek Menarik

MediaTek merupakan target yang sangat strategis bagi Samsung. Perusahaan ini dikenal luas lewat lini chipset Dimensity untuk perangkat mobile, sehingga setiap perubahan rantai pasok berpotensi berdampak besar pada peta persaingan foundry.

Meski selama ini identik dengan TSMC, MediaTek bukan berarti menutup diri dari mitra lain. Ada contoh yang menunjukkan perusahaan tersebut bersedia menyebar pekerjaan ke lebih dari satu pemain bila dianggap menguntungkan secara teknis maupun komersial.

Salah satu contohnya terlihat pada proyek Google TPU generasi kedelapan. MediaTek diketahui memberikan kontrak pengemasan kepada Intel untuk varian inference, sementara varian yang berfokus pada training tetap memakai layanan pengemasan dari TSMC.

Pola itu menunjukkan MediaTek bersikap pragmatis dalam memilih mitra. Jika ada kombinasi harga, kapasitas, atau insentif yang lebih baik, peluang untuk membuka kerja sama baru tetap tersedia.

Insentif yang Bisa Mengubah Arah

Samsung disebut dapat menawarkan akses preferensial ke chip memori untuk chipset Dimensity generasi mendatang. Tawaran seperti ini berpotensi menjadi alat negosiasi yang kuat, terutama ketika pasar memori sedang ketat dan biayanya tinggi.

Bagi MediaTek, akses yang lebih terjamin ke komponen penting bisa membantu menjaga kelancaran pasokan untuk produk mobile. Bagi Samsung, paket penawaran semacam ini memberi cara untuk bersaing melampaui sekadar harga wafer atau proses manufaktur.

Strategi tersebut menegaskan bahwa perebutan pelanggan foundry kini tidak hanya soal node paling canggih. Kemampuan menawarkan solusi yang lebih luas, mulai dari kapasitas produksi hingga pasokan memori, menjadi bagian penting dari persaingan.

Dalam konteks itu, kunjungan Jay Y. Lee ke Taiwan bisa dibaca sebagai sinyal bahwa Samsung sedang bergerak lebih agresif. Upaya mendekati MediaTek menunjukkan perusahaan itu ingin memanfaatkan setiap celah ketika TSMC menghadapi keterbatasan kapasitas pada proses 2nm.

Bila pendekatan ini berhasil, Samsung tidak hanya menambah pelanggan besar, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai penantang utama TSMC di bisnis foundry. Dan jika negosiasi masih berlanjut, faktor kapasitas 2nm serta insentif memori tampaknya akan menjadi dua kartu terpenting yang dibawa Samsung ke meja perundingan.

Source: www.sammobile.com
Terbaru