Xiaomi Redmi Note 15 Pro 5G langsung menarik perhatian karena kombinasi spesifikasinya terdengar sulit diabaikan. Di kelas harga mulai sekitar £349 atau setara Rp7 jutaan, perangkat ini menawarkan kamera utama 200MP, baterai 6.580mAh, layar AMOLED besar, dan bobot yang masih terasa nyaman untuk pemakaian harian.
Yang membuatnya menonjol bukan hanya angka di atas kertas. Saat dipakai dalam berbagai skenario, ponsel ini memang menunjukkan banyak sisi kuat, tetapi pengalaman software justru menjadi pengganjal terbesar yang membuat nilai jualnya tidak terasa utuh.
Layar besar yang jadi nilai jual utama
Bagian yang paling mudah disukai dari Redmi Note 15 Pro 5G adalah layarnya. Xiaomi memakai panel AMOLED 6,83 inci dengan resolusi 2772 x 1280 piksel, dan hasilnya terlihat sangat meyakinkan untuk hiburan.
Saat dipakai menonton YouTube atau Netflix, warna tampil cerah dan hidup. Detail wajah dan objek juga tetap terjaga, sementara dukungan HDR10+ dan Dolby Vision membuat tayangan terasa lebih kaya dan lebih premium.
Layar ini juga punya refresh rate 120Hz. Aktivitas seperti scrolling media sosial, browsing, dan bermain game terasa mulus serta responsif.
Tingkat kecerahan maksimalnya mencapai 3.200 nits. Angka itu belum yang tertinggi di pasar, tetapi sudah sangat membantu saat dipakai di luar ruangan, termasuk di bawah terik matahari.
Performa harian lancar, gaming tetap nyaman
Di sektor dapur pacu, Xiaomi membenamkan MediaTek Dimensity 7400-Ultra. Chipset ini mampu menjaga pengalaman penggunaan tetap stabil saat perangkat dipakai untuk banyak aktivitas sekaligus.
Membuka banyak aplikasi, berpindah antar media sosial, streaming video, hingga bermain game berjalan tanpa hambatan berarti. Untuk game berat seperti Genshin Impact, penurunan frame rate sesekali masih muncul, tetapi performanya tetap tergolong nyaman.
Varian yang diuji membawa RAM 12GB dan penyimpanan internal 512GB. Kombinasi ini memberi ruang lega untuk aplikasi, foto, video, dan file lain yang biasanya cepat memenuhi memori.
Speaker stereo yang dipakai belum bisa disebut istimewa. Pada volume tinggi, suaranya terkadang terdengar agak tipis, meski masih tergolong baik untuk kelas harganya.
Xiaomi juga menambahkan dukungan codec Bluetooth seperti LDAC dan aptX Adaptive. Fitur ini memberi keuntungan bagi pengguna earphone atau headphone nirkabel yang ingin kualitas audio lebih baik.
Kamera 200MP yang tampil realistis
Kamera menjadi salah satu daya tarik terbesar perangkat ini. Sensor utama 200MP mampu menghasilkan foto dengan detail tinggi dan warna yang cukup natural, tanpa kesan terlalu dipaksa oleh pemrosesan AI.
Foto pemandangan, pepohonan, dan langit biru terlihat kaya warna, tetapi tetap tidak berlebihan. Detail juga masih terjaga dengan baik, sehingga hasilnya terasa lebih realistis dibanding banyak ponsel kelas murah lain.
Kualitasnya memang belum setara ponsel flagship seperti iPhone 17 Pro Max atau Google Pixel 10 Plus. Namun untuk kelas menengah, hasil foto Redmi Note 15 Pro 5G tergolong sangat kompetitif.
Kekurangannya ada pada absennya lensa telefoto khusus. Zoom 2x sampai 4x masih terlihat tajam, tetapi kualitas mulai menurun saat pembesaran diperbesar lebih jauh.
Di bagian depan ada kamera selfie 20MP. Kamera ini cukup baik untuk video call dan konten media sosial, sementara rekaman video mendukung 4K 30fps dan 1080p 60fps dengan hasil yang stabil.
Baterai besar, desain biasa, software paling bermasalah
Daya tahan baterai menjadi keunggulan lain yang sulit dilewatkan. Kapasitas 6.580mAh membuat ponsel ini jauh lebih besar dibanding generasi sebelumnya yang hanya 5.110mAh.
Dalam penggunaan normal, baterainya mampu bertahan seharian penuh. Bahkan saat dipakai untuk game, video call, dan streaming, daya tahannya masih terasa sangat meyakinkan.
Untuk pengisian ulang, tersedia fast charging 45W. Kecepatannya memang bukan yang paling agresif di kelas ini, dan pengisian nirkabel juga belum hadir.
Dari sisi desain, perangkat ini tidak memberikan kesan premium yang sekuat spesifikasinya. Modul kamera besar di tengah bodi belakang terlihat mencolok, warna yang tersedia juga tidak terlalu menonjol, dan finishing belakangnya terasa sedikit murah dibanding beberapa pesaing.
Meski begitu, sertifikasi IP68 tetap menjadi nilai tambah penting. Ponsel ini tahan debu dan dapat bertahan di dalam air hingga kedalaman sekitar 1,5 meter selama 30 menit.
Masalah terbesar justru datang dari software. Redmi Note 15 Pro 5G menjalankan HyperOS 2 berbasis Android 15, dan Xiaomi menjanjikan empat tahun pembaruan sistem operasi serta enam tahun pembaruan keamanan.
Namun pengalaman harian terasa kurang nyaman karena banyak aplikasi bawaan berisi iklan. Browser bawaan pun langsung menampilkan promosi dan pop-up, sementara bloatware yang terpasang sejak awal jumlahnya sangat banyak, termasuk aplikasi belanja dan game.
Notifikasi promosi dari toko aplikasi Xiaomi juga muncul berkala dan sering mengganggu. Di tengah layar yang bagus, kamera kompeten, dan baterai monster, justru software inilah yang paling meredupkan keseluruhan pengalaman Redmi Note 15 Pro 5G.
Source: www.gadgetdiva.id