
Perbandingan Honor 600 dan Honor 600 Pro langsung mengarah pada satu pertanyaan penting: apakah fitur tambahan di model Pro cukup sepadan dengan selisih harga sekitar €300. Di titik ini, Honor 600 justru tampil sebagai opsi yang sulit diabaikan karena membawa banyak kesamaan inti dengan harga jauh lebih rendah.
Model Pro memang menawarkan lompatan besar di performa dan kamera zoom, tetapi Honor 600 tetap punya layar yang sama, kamera utama yang sama, kapasitas baterai yang sama, serta dukungan pengisian cepat 80W via kabel. Itu membuat duel ini lebih menarik daripada sekadar memilih versi “lebih mahal berarti lebih baik”.
Selisih harga besar, pengalaman inti tetap mirip
Dengan kapasitas penyimpanan 256GB, jarak harga kedua ponsel ini disebut berada di kisaran €300. Dalam praktiknya, Honor 600 Pro nyaris dibanderol hampir dua kali lipat dibanding versi reguler.
Di sisi lain, Honor 600 tetap memberi pengalaman yang sangat dekat dalam beberapa aspek paling sering dipakai sehari-hari. Panel layar, kamera utama belakang, dan dukungan pembaruan perangkat lunak sama-sama kuat, sehingga perbedaan terasa lebih spesifik pada kebutuhan tertentu.
Desain dan layar nyaris tanpa pembeda
Kedua ponsel memiliki dimensi identik, yakni 156,0 x 74,7 x 7,8 mm. Honor 600 berbobot 185 gram, sementara Honor 600 Pro 195 gram.
Material dan rancangan keduanya juga sama, dengan kaca di bagian depan, bodi belakang plastik, dan frame aluminium. Keduanya sudah mengantongi sertifikasi IP68/IP69K, serta tersedia dalam opsi warna yang sama.
Layar juga praktis identik. Keduanya memakai panel AMOLED 6,57 inci 120Hz dengan resolusi 1264 x 2728 piksel dan kerapatan 458 ppi.
Tingkat kecerahan yang diukur pun sangat dekat, yakni 1749 nits pada Honor 600 dan 1766 nits pada Honor 600 Pro. Dengan data ini, kualitas tampilan bukan alasan utama untuk memilih salah satu model.
Baterai mirip, hasil pemakaian ternyata tidak sepenuhnya sama
Unit yang diuji adalah versi Eropa, dan keduanya memakai baterai 6.400 mAh, bukan 7.000 mAh seperti varian internasional dan China. Menariknya, Honor 600 Pro mencatat Active Use Score lebih baik meski memakai chipset yang lebih bertenaga.
Namun hasilnya tidak hitam-putih. Untuk aktivitas seperti browsing web dan streaming video, Honor 600 justru dinilai lebih cocok.
Honor 600 Pro unggul saat sesi gaming yang lebih panjang. Karena itu, pemilihan model sangat bergantung pada pola pemakaian, bukan sekadar angka total ketahanan.
Soal pengisian daya kabel, keduanya nyaris tidak berbeda. Dengan Honor SuperCharger 80W, Honor 600 mencapai 39 persen dalam 15 menit, 71 persen dalam 30 menit, dan penuh dalam 47 menit.
Honor 600 Pro mencatat 43 persen dalam 15 menit, 71 persen dalam 30 menit, dan penuh dalam 48 menit. Pembeda utamanya ada pada pengisian nirkabel 50W yang hanya tersedia di model Pro.
Performa jadi jurang terbesar
Inilah sektor yang paling memisahkan dua perangkat ini. Honor 600 memakai Snapdragon 7 Gen 4 4 nm, sedangkan Honor 600 Pro menggunakan Snapdragon 8 Elite 3 nm.
Konfigurasi memori dasar juga berbeda. Honor 600 mulai dari 8GB/128GB, sedangkan Honor 600 Pro langsung dibuka dari 12GB/256GB.
Honor 600 tersedia hingga 12GB/512GB. Sementara itu, Honor 600 Pro juga hadir dalam varian hingga 16GB/1TB.
Hasil benchmark menunjukkan gap yang sangat lebar. Di AnTuTu 10, Honor 600 mencetak 1.087.148 poin, sedangkan Honor 600 Pro mencapai 2.221.352 poin.
Pada Geekbench 6, Honor 600 meraih 4.090 poin dan Honor 600 Pro 7.970 poin. Di 3D Mark Wild Life, skor Honor 600 ada di 1.797, sementara Honor 600 Pro mencapai 5.309.
Angka-angka itu menempatkan model Pro jauh lebih menarik untuk gamer. Chipset yang lebih kuat juga dipandang lebih tahan menghadapi kebutuhan aplikasi dan sistem di masa mendatang.
Meski begitu, keduanya sama-sama dijanjikan 6 pembaruan besar sistem operasi. Jadi, sisi umur dukungan software tidak menjadi pembeda di antara keduanya.
Kamera: mirip di dasar, beda besar di zoom
Kamera utama belakang pada kedua ponsel sama-sama memakai sensor 200MP dengan lensa stabilisasi setara 24mm. Bedanya, Honor 600 menghasilkan output default pada sudut pandang 27mm, sementara Pro memakai bidang pandang native 24mm.
Kamera ultrawide juga serupa, yakni 12MP dengan lensa 16mm dan autofocus. Kamera depan di kedua model memakai sensor 50MP dengan lensa setara 21mm, tetapi tanpa autofocus.
Perbedaan terpenting hadir pada kamera telefoto 3,5x milik Honor 600 Pro. Honor 600 tidak memiliki kamera zoom khusus, sehingga pembesaran lebih jauh bergantung pada kamera utama.
Dalam cahaya siang, keduanya menghasilkan foto utama yang sangat baik. Honor 600 cenderung memberi saturasi sedikit lebih tinggi, terutama pada area hijau, sementara Pro punya sedikit keunggulan detail di kondisi indoor yang lebih redup.
Pada zoom 2x, perbedaan belum terlalu besar. Tetapi setelah melewati 2x, Honor 600 Pro mulai meninggalkan versi reguler dengan jelas berkat kamera telefoto khususnya.
Malam hari mempertegas jurang itu. Zoom 4x pada Honor 600 dinilai kurang ideal di kondisi gelap, sedangkan telefoto 3,5x di Honor 600 Pro menjadi alasan kuat untuk membayar lebih jika pemotretan jarak jauh sering dilakukan.
Selfie dalam cahaya baik tampak sangat mirip dan sama-sama bagus. Saat cahaya menurun, Honor 600 Pro dinilai lebih baik, termasuk untuk hasil selfie malam.
Video jadi nilai tambah lain untuk Pro
Honor 600 merekam video hingga 4K30 dari kamera utama, dan harus turun ke 1080p untuk 60fps. Honor 600 Pro bisa merekam hingga 4K60, termasuk dari kamera telefoto yang mentok di 4K60.
Kamera ultrawide pada keduanya sama-sama terbatas di 4K30. Kamera depan mendukung 4K30 atau 1080p60 di kedua perangkat.
Perbedaan penting lain adalah dukungan HDR video. Honor 600 tidak mendukung perekaman HDR, sementara Honor 600 Pro menawarkan HDR Vivid di seluruh mode kualitas.
Dalam video siang hari, kualitas kamera utama keduanya tergolong sangat baik. Namun saat malam, model Pro kembali terlihat lebih bersih dan lebih mampu mengangkat detail bayangan, sementara kamera telefoto pada Honor 600 Pro juga jauh lebih kompetitif dibanding zoom digital Honor 600.
Source: www.gsmarena.com








