Samsung Galaxy M pernah menempati posisi yang menarik di pasar Indonesia. Seri ini diposisikan sebagai ponsel mid-range yang kelasnya setara dengan Galaxy A, tetapi dibawa dengan pendekatan yang berbeda dan sering dianggap lebih worth it.
Perbedaan paling terasa ada pada arah produknya. Samsung menonjolkan baterai besar, penjualan online, dan pembagian lini yang cukup jelas untuk menjangkau beragam konsumen.
Baterai besar jadi ciri utama
Samsung Galaxy M dikenal konsisten mengusung kapasitas baterai besar. GSMArena mencatat beberapa model seperti Galaxy M15, Galaxy M32 versi India, dan Galaxy M31 memakai baterai 6000 mAh.
Ada juga Galaxy M62 dan Galaxy M51 yang membawa baterai 7000 mAh. Dengan kapasitas sebesar itu, perangkat di seri ini disebut bisa bertahan hingga 2 hari dengan mudah.
Strategi online untuk menekan harga
Salah satu kekhasan Galaxy M adalah distribusinya yang hanya dilakukan secara online. Pola ini berbeda dari Galaxy A atau Galaxy S yang dijual lewat kanal online dan offline.
Strategi tersebut dipakai untuk menekan biaya produksi agar harga bisa dibuat lebih murah. Dalam beberapa kasus, penjualan offline hanya terjadi lewat pihak ketiga, meski ada pengecualian seperti Galaxy M54 yang dijual online dan offline.
Pernah kuat di Indonesia, lalu berhenti
Di Indonesia, Galaxy M dulu sempat mudah ditemukan. Beberapa model seperti Galaxy M33, Galaxy M23, dan Galaxy M34 pernah hadir dan menjadi bagian dari pilihan konsumen di kelas menengah.
Namun, Samsung Indonesia sudah tidak mengeluarkan model baru sejak 2024. Model terakhir dari seri ini adalah Galaxy M15 yang dijual dengan harga sekitar Rp2 jutaan.
Jejak resminya masih tersisa di situs Samsung
Walau sudah tidak ada model baru, laman resmi Samsung Indonesia masih menyimpan katalog beberapa perangkat lama. Galaxy M54, Galaxy M34, dan Galaxy M15 masih bisa ditemukan saat pencarian dilakukan di situs tersebut.
Kondisi ini menunjukkan bahwa jejak Galaxy M di Indonesia belum sepenuhnya hilang dari kanal resmi. Di saat yang sama, tidak ada model terbaru dari seri ini yang dipasarkan lagi di Tanah Air.
Eksklusif di negara tertentu
Galaxy M bukan seri yang dipasarkan secara global. Samsung hanya menjualnya di beberapa negara seperti Indonesia, India, dan sejumlah wilayah lain di Asia.
Pengguna di Afrika, Eropa, Australia, atau Amerika tidak bisa membeli seri ini secara resmi. Jika ingin memilikinya, mereka harus memesan dari luar negeri atau datang langsung ke Asia, berbeda dengan Galaxy A dan Galaxy S yang dijual lebih luas secara global.
Dibagi ke beberapa lini harga
Samsung membagi Galaxy M ke dalam beberapa kelas harga. Galaxy M0x dan M1x berada di level paling bawah dengan harga sekitar Rp1 juta sampai Rp2 jutaan.
Di atasnya ada Galaxy M3x yang dibanderol sekitar Rp3 juta sampai Rp4 jutaan. Sementara Galaxy M5x dan M6x berada di kelas tertinggi dengan harga yang bisa mencapai Rp6 jutaan.
Pembagian ini memperlihatkan bagaimana Samsung menyusun Galaxy M untuk menjangkau banyak tipe pembeli. Meski sudah hengkang dari Indonesia, seri ini tetap meninggalkan pengaruh besar karena menawarkan ponsel berkualitas dengan baterai besar dan harga yang bersaing.
Source: www.idntimes.com