POCO Pad C1 Diam-Diam Sudah Siap ke Indonesia, Harga Tablet 2K 120Hz Ini Sulit Diabaikan

POCO Pad C1 mulai menampakkan diri di situs resmi Xiaomi Global, menandai kemunculan tablet murah baru yang diperkirakan segera masuk ke pasar Indonesia. Sinyal kehadirannya makin kuat karena perangkat ini juga sudah muncul dalam jalur sertifikasi yang dibutuhkan untuk pemasaran di dalam negeri.

Nomor model 2603APC14G telah tercatat di TKDN dan Postel Komdigi. Dokumen FCC juga mengonfirmasi bahwa nomor model tersebut merujuk ke POCO C Pad atau POCO Pad C1.

Kemunculan di situs global biasanya menjadi penanda bahwa peluncuran komersial tinggal menunggu waktu. Dengan status sertifikasi yang sudah beres, POCO Pad C1 dinilai berada di tahap akhir sebelum debut resminya di Indonesia.

Yang menarik, perangkat ini disebut-sebut sebagai rebrand dari Redmi Pad 2 9.7. Dugaan itu muncul karena kesamaan nomor model POCO Pad C1, yakni 2603APC14G, dengan Redmi Pad 2 9.7 yang memakai kode 2603ARP14G.

Kecocokan itu tidak berhenti di level penamaan model. Spesifikasi yang muncul untuk POCO Pad C1 juga sangat mirip dengan Redmi Pad 2 9.7, sehingga memperkuat dugaan bahwa keduanya berbagi platform perangkat keras yang sama.

Harga pre-order mulai 139 dolar AS

Laporan terpisah dari TheTechOutlook menyebut POCO Pad C1 sudah terdaftar di toko online. Varian 4 GB/64 GB disebut dibuka dengan harga pre-order 139 dolar AS atau Rp2,4 juta.

Untuk model dengan memori lebih besar, varian 6 GB/128 GB dibanderol 179 dolar AS atau Rp3,1 juta. Angka ini menempatkan POCO Pad C1 sebagai kandidat tablet murah yang berpotensi menarik perhatian konsumen entry-level.

Rentang harga tersebut juga sejalan dengan positioning seri C dari POCO yang biasanya menonjolkan nilai ekonomis. Jika banderol serupa dipertahankan saat masuk pasar yang lebih luas, perangkat ini bisa bersaing di segmen tablet terjangkau.

Layar 2K 120 Hz jadi daya tarik utama

Di sektor tampilan, POCO Pad C1 mengusung layar IPS 9,7 inci. Panel ini memiliki resolusi 2048 x 1280 piksel dan refresh rate 120 Hz.

Spesifikasi layar seperti ini cukup menonjol untuk kelas tablet murah. Kombinasi resolusi 2K dan refresh rate tinggi memberi nilai tambah untuk konsumsi konten, membaca, dan aktivitas harian di layar yang lebih responsif.

Desainnya juga dibuat ringkas untuk kelas tablet. Bodi unibody metal yang dibawa disebut memiliki ketebalan 7,4 mm dengan bobot 406 gram.

Chip Snapdragon 6s Gen 2 dan HyperOS 3

Untuk dapur pacu, perangkat ini ditenagai Snapdragon 6s 4G Gen 2 berbasis 6 nm. Chipset tersebut dipadukan dengan CPU octa-core hingga 2,9 GHz dan GPU Adreno 610.

POCO Pad C1 tersedia dalam konfigurasi RAM 4 GB dan 6 GB. Sementara penyimpanan internalnya hadir dalam opsi 64 GB dan 128 GB.

Bagi pengguna yang membutuhkan ruang lebih besar, tersedia slot microSD hingga 2 TB. Fleksibilitas ini bisa menjadi nilai penting, terutama untuk penyimpanan dokumen, video, dan aplikasi tambahan.

Di sisi perangkat lunak, tablet ini menjalankan HyperOS 3 berbasis Android 16. Sistem operasi tersebut membawa fitur Circle to Search dari Google dan dukungan ekosistem Xiaomi Interconnectivity.

Fitur interkonektivitas itu memungkinkan sinkronisasi panggilan dan transfer file antardevice Xiaomi secara instan. Integrasi seperti ini menjadi salah satu nilai jual yang kini makin ditekankan produsen dalam ekosistem perangkat mereka.

Baterai besar, kamera sederhana

POCO membekali tablet ini dengan baterai 7.600 mAh. Pengisian dayanya mendukung 18 W.

Meski bukan yang tercepat di kelasnya, kapasitas baterai tersebut cukup besar untuk penggunaan harian. POCO mengklaim perangkat ini mampu memutar video online hingga 15 jam nonstop.

Untuk kebutuhan fotografi dasar dan panggilan video, tablet ini membawa kamera belakang 8 MP dan kamera depan 5 MP. Konfigurasi tersebut menunjukkan fokus perangkat tetap berada pada produktivitas ringan dan konsumsi multimedia, bukan kemampuan kamera.

Jika melihat seluruh spesifikasinya, POCO Pad C1 tampak diarahkan untuk pengguna yang mencari tablet murah dengan layar tajam, baterai besar, dan sistem operasi baru. Kehadiran di situs resmi global serta lolosnya sertifikasi TKDN dan Postel membuat peluang peluncurannya di Indonesia kini semakin terbuka.

Source: www.suara.com
Exit mobile version