Xiaomi Dan Leica Ubah Kamera HP Jadi Perekam Emosi, Xiaomi 17T Bawa Arah Baru

Xiaomi dan Leica kembali mendorong batas mobile imaging lewat Xiaomi 17T Series. Arah kolaborasi keduanya kini tidak hanya mengejar kualitas kamera, tetapi juga pengalaman fotografi yang lebih autentik dan emosional di smartphone.

Dalam pernyataan resmi bertajuk “Rethinking the Moment” pada 25 Mei 2026, Xiaomi dan Leica Camera AG menjelaskan bahwa kerja sama mereka sudah memasuki tahun kelima. Fokusnya bergeser ke cara smartphone merekam momen secara lebih hidup, bukan sekadar tajam atau terang.

Kolaborasi ini dimulai pada 2022 dengan tujuan menggabungkan warisan optik Leica yang hampir berusia satu abad dengan teknologi smartphone modern Xiaomi. Dari sana, keduanya membangun pendekatan baru dalam mobile photography yang menempatkan smartphone sebagai medium storytelling dan ekspresi visual.

Leica Look dan karakter visual khas

Salah satu fondasi utama kolaborasi itu adalah hadirnya Leica Look di perangkat Xiaomi. Fitur ini membawa dua karakter visual, yaitu Leica Authentic Look yang menjaga reproduksi warna natural, dan Leica Vibrant Look yang disesuaikan untuk konten digital serta media sosial.

Xiaomi juga menambahkan elemen khas Leica seperti watermark dan suara shutter klasik. Langkah ini membuat pengalaman fotografi di perangkat mobile terasa lebih premium dan dekat dengan identitas kamera Leica.

Di sisi optik, pengembangan terus berlanjut pada lini flagship. Xiaomi menyebut evolusi sistem kamera bergerak dari lensa Leica Summicron ke Summilux yang memiliki aperture lebih besar.

Bukaan lensa yang lebih lebar membantu sensor menangkap lebih banyak cahaya. Hasilnya, foto bisa tampil lebih terang dan detail, terutama saat kondisi minim cahaya.

Dari co-engineering ke co-creation

Pada 2025, Xiaomi dan Leica memperluas kerja sama mereka dari co-engineering menjadi strategic co-creation. Fase baru ini ditandai dengan peluncuran Xiaomi 17 Ultra yang memperkenalkan lensa Leica APO pertama di dunia untuk smartphone.

Lensa APO atau apochromatic lens dirancang untuk mengurangi distorsi warna dan meningkatkan ketajaman gambar di berbagai kondisi pencahayaan. Pada fase yang sama, kedua perusahaan juga meluncurkan Leica Leitzphone powered by Xiaomi sebagai bagian dari perayaan 100 tahun Leica.

Perangkat itu mengadopsi desain kamera klasik Leica, termasuk Red Dot ikonik dan Leica Camera Ring berbentuk dial fisik. Xiaomi dan Leica juga menghadirkan Leica Essential Mode yang diklaim mampu mereplikasi karakter visual Leica M9 dan Leica M3 dengan simulasi film MONOPAN 50.

Menurut Xiaomi, pendekatan end-to-end ini membawa filosofi fotografi Leica langsung ke inti pengalaman smartphone. Tujuannya bukan hanya menghadirkan filter visual, melainkan membangun karakter fotografi yang lebih menyeluruh.

Arah baru di Xiaomi 17T Series

Pada Xiaomi 17T Series, fokus pengembangan bergeser ke kemampuan menangkap momen yang lebih dinamis. Xiaomi menyebut pendekatan ini dirancang untuk merekam detail emosional yang sering terlewat dalam satu frame foto statis, seperti perubahan ekspresi, gerakan kecil, atau jeda singkat sebelum momen penting terjadi.

Konsep itu diwujudkan lewat mode portrait dinamis dengan efek bokeh alami. Mode ini dibuat untuk menjaga detail gerakan dan ekspresi subjek agar terlihat lebih realistis.

Xiaomi menyatakan teknologi tersebut mendukung pendekatan human-centric photography. Artinya, pengembangan kamera tidak hanya berpusat pada spesifikasi teknis, tetapi juga pada manusia sebagai subjek utama foto.

Selain itu, Xiaomi 17T Series juga akan menghadirkan kemampuan zoom jarak jauh di seluruh lini produknya. Fitur ini dirancang agar pengguna tetap bisa menangkap ekspresi, gerakan, dan detail emosional dari berbagai jarak tanpa kehilangan kualitas gambar.

Di luar kamera, Xiaomi menyiapkan peningkatan layar untuk kenyamanan visual yang lebih baik. Kapasitas baterai yang lebih besar juga disiapkan agar penggunaan harian bisa berlangsung lebih lama.

Pengembangan mobile imaging kini menjadi salah satu area strategis di industri smartphone global. Kolaborasi Xiaomi dan Leica menunjukkan bahwa kualitas visual di ponsel tidak lagi hanya soal resolusi, melainkan juga karakter artistik dan emosi yang ikut terbawa dalam setiap gambar.

Source: selular.id
Exit mobile version