Intel Siapkan Laptop Murah Rasa Premium, Project Firefly Mengincar MacBook Neo

Intel tengah menyiapkan serangan baru di pasar laptop murah lewat Project Firefly. Inisiatif ini ditujukan untuk menghadirkan laptop Windows tipis dan terjangkau di kisaran 600 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp10 jutaan, sambil menantang MacBook Neo di segmen yang sama.

Langkah ini menarik karena Intel tidak hanya menjual prosesor, tetapi juga mencoba mengubah cara laptop murah dibuat. Dengan pendekatan baru itu, perusahaan ingin menawarkan perangkat yang terasa lebih premium tanpa mendorong harga naik terlalu jauh.

Strategi produksi ala industri smartphone

Intel China mengumumkan Project Firefly saat peluncuran prosesor Core Series 3 di China pada 18 Mei 2026. Program ini berfokus pada platform Wildcat Lake dan disebut akan memakai rantai pasok industri smartphone lokal di China serta standar antarmuka universal untuk menekan biaya produksi.

Pendekatan itu meniru pola manufaktur smartphone yang cepat dan efisien. Intel berharap model seperti ini bisa mempercepat distribusi perangkat sekaligus memangkas biaya riset, pengembangan, dan produksi.

Selama ini, banyak vendor laptop memakai desain dan komponen yang berbeda-beda. Lewat Project Firefly, Intel ingin mendorong desain modular dan komponen seragam agar produsen bisa memproduksi jutaan unit dalam waktu singkat.

Wildcat Lake jadi fondasi utama

Project Firefly akan bertumpu pada chip Intel Core Series 3 Wildcat Lake. Chip ini dibuat dengan proses fabrikasi Intel 18A dan membawa lima hingga enam Cougar Cove P-core tanpa dukungan Hyper-Threading.

Intel tampak menaruh harapan besar pada chip tersebut untuk kebutuhan produktivitas, hiburan, dan multitasking ringan. Fokusnya bukan pada performa kelas atas, melainkan keseimbangan antara daya pakai, efisiensi, dan harga yang ramah kantong.

Di acara peluncuran Wildcat Lake di China, Vice President dan General Manager Software Engineering and Client Products Intel, Gao Song, memperlihatkan laptop referensi Project Firefly. Perangkat itu tampil mencolok dengan warna oranye terang, branding Intel Color, desain Clean-D yang minimalis, serta bodi tipis sekitar 11 mm.

Targetnya pelajar hingga pekerja kantoran

Intel menempatkan Project Firefly di segmen laptop budget. Dengan harga yang lebih terjangkau, perangkat ini dibidik untuk pelajar dan pekerja kantoran yang membutuhkan laptop Windows untuk aktivitas harian.

Intel juga ingin menjaga pengalaman penggunaan tetap terasa modern. Karena itu, desain tipis dan ringan ikut didorong sebagai nilai jual, bukan sekadar menekan harga serendah mungkin.

Sejumlah mitra Intel seperti ASUS, HP, dan HONOR sudah mulai merilis laptop berbasis Wildcat Lake di pasar China. Harga perangkat-perangkat tersebut berada di kisaran 571 dolar AS hingga 662 dolar AS, atau sekitar Rp10 jutaan sampai Rp11 jutaan.

Kehadiran merek-merek besar menunjukkan Intel cukup serius membangun ekosistem Project Firefly sejak awal. Variasi produk yang lebih banyak juga memberi konsumen pilihan desain dan spesifikasi yang lebih beragam.

Persaingan dengan MacBook Neo dan Chromebook

Chuwi juga memperkenalkan UniBook seharga 449 dolar AS, meski laptop itu belum masuk perangkat resmi Project Firefly karena hanya memakai platform Wildcat Lake. Laptop pertama yang benar-benar hadir di bawah program Project Firefly disebut berasal dari Lenovo melalui seri Lecoo Air 14.

Intel tidak hanya membidik MacBook Neo. Perusahaan itu juga ingin menantang laptop berbasis Arm dan Chromebook yang selama ini kuat di segmen perangkat murah.

Bagi pengguna Windows, strategi ini penting karena kompatibilitas aplikasi masih menjadi alasan utama memilih platform x86. Jika ekosistem Firefly berkembang, Intel bisa menawarkan alternatif laptop murah yang tetap kompatibel dan tidak memaksa pengguna berpindah sistem.

Jika strategi ini berjalan mulus, pasar laptop murah berpotensi menjadi lebih ramai dalam beberapa tahun ke depan. Konsumen bisa mendapatkan laptop tipis dan ringan di kisaran Rp10 jutaan, sementara Intel berpeluang memperkuat posisinya di tengah persaingan dengan Apple dan produsen chip Arm.

Source: www.idntimes.com

Terkait