Diskon Galaxy S26 Ultra dari Samsung kini terlihat jauh lebih masuk akal bagi pembeli yang menunggu momen tepat. Setelah sempat dinilai kurang menarik dibanding promosi Galaxy S25 Ultra tahun lalu, potongan harga terbaru untuk Memorial Day justru menjadi penawaran pertama yang benar-benar melampaui rekor diskon setara sebelumnya.
Samsung memang masih berada di bawah tekanan krisis chip memori, dan itu membuat strategi harga sepanjang 2026 lebih ketat dari tahun-tahun sebelumnya. Namun perusahaan tampaknya belum meninggalkan pola diskon agresif sepenuhnya, melainkan menahan penawaran terbaik untuk periode ketika minat belanja paling tinggi.
Diskon yang akhirnya melewati patokan tahun lalu
Sebelumnya, promosi Galaxy S26 Ultra pada 12 Mei 2026 memberi potongan $200. Angka itu masih kalah dari diskon $230 untuk Galaxy S25 Ultra pada 12 Mei 2025, apalagi tanpa tambahan tiga bulan Samsung Care Plus dan tanpa ekstra diskon 5% lewat aplikasi Samsung Shop dengan kode “APP5”.
Situasinya berubah pada promo Memorial Day. Galaxy S26 Ultra kini mendapat potongan $250 dan turun ke $1,049.99, yang sekaligus menjadi salah satu harga terendah sejak peluncuran.
Bagi Samsung, ini juga menjadi diskon pertama yang secara nyata mengalahkan promo setara Galaxy S25 Ultra dari tahun lalu. Itu penting karena sebelumnya selisih harga justru membuat pembeli menilai Galaxy S26 Ultra kurang kompetitif.
Trade-in ikut membaik, tetapi tidak semua perangkat naik
Perubahan paling menarik bukan hanya pada harga utama. Nilai tukar tambah untuk Galaxy S22 Ultra naik dari $260 menjadi $350, sehingga penawaran total terasa lebih kuat bagi pemilik ponsel lama.
Namun, tidak semua benchmark trade-in ikut bergerak. iPhone 14 Pro tetap berada di $214, sehingga keuntungan tambahan lebih terasa bagi pengguna ekosistem Samsung ketimbang pemilik iPhone.
Di sisi lain, sejumlah bonus dari promo tahun lalu masih belum kembali. Tiga bulan Samsung Care Plus tidak disertakan, dan kode APP5 yang dulu memberi potongan tambahan 5% melalui aplikasi masih tidak berfungsi.
Samsung masih menahan biaya di beberapa sisi
Meski begitu, promo terbaru tetap menyertakan $100 store credit. Kombinasi itu menunjukkan Samsung masih mencari cara untuk menyeimbangkan daya tarik harga dengan kebutuhan menghemat biaya di tengah tekanan krisis memori.
Pola ini juga menjelaskan mengapa diskon besar tidak muncul terus-menerus seperti pada 2024 dan 2025. Dengan biaya produksi yang jauh lebih tinggi, Samsung tampaknya lebih selektif dalam memberi potongan besar.
Alih-alih mengandalkan diskon bulanan yang berulang, perusahaan kemungkinan lebih sering mengarahkan penawaran kuat ke hari libur belanja publik seperti Memorial Day, Black Friday, dan mungkin Amazon Prime Day. Momen seperti itu biasanya lebih efektif untuk menggerakkan penjualan dalam jumlah besar.
Sinyal penting untuk pembeli Galaxy
Pola terbaru ini juga datang saat iPhone Air ikut mendapat diskon Memorial Day dan menyentuh harga terendah sejak peluncuran. Dua nama besar di teknologi konsumen yang sama-sama menyimpan penawaran paling agresif untuk akhir pekan libur publik menunjukkan bahwa waktu memang jadi faktor utama.
Bagi calon pembeli, pelajarannya cukup jelas. Menunggu diskon acak tampaknya tidak lagi seefektif dulu, tetapi menunggu momen libur besar masih memberi peluang lebih baik untuk mendapatkan harga yang masuk akal.
Samsung sendiri masih perlu membuktikan apakah bisa menyamai harga Black Friday Galaxy S25 Ultra di level $850. Namun promo Memorial Day ini membuat kemungkinan itu tidak lagi terasa terlalu jauh, meski tekanan krisis chip memori masih membayangi strategi harganya.
