
Samsung kembali menarik perhatian lewat paten smartphone rollable yang membawa ide tak biasa: kamera belakang ikut bergerak saat layar dibuka. Konsep ini membuat Galaxy Z Rollable tidak hanya mengandalkan layar yang bisa melebar, tetapi juga mekanisme kamera yang menyatu dengan perubahan bodi perangkat.
Paten yang ditemukan Wearview pada 20 Mei 2026 memperlihatkan pendekatan yang berbeda dari HP lipat di pasaran. Saat tertutup, perangkat tampak seperti smartphone ramping dengan layar tinggi dan kamera selfie punch-hole di bagian tengah atas.
Desain yang berubah dari ponsel ke layar lebih lebar
Dalam kondisi tertutup, bentuk perangkat disebut mirip smartphone flagship Samsung saat ini, bahkan menyerupai Galaxy S26 Ultra ketika layar masih tersimpan di dalam bodi utama. Begitu layar digeser dan diperluas, perangkat berubah menjadi lebih lebar seperti tablet mini.
Perubahan bentuk itu membuatnya mendekati pengalaman penggunaan Galaxy Z Fold7. Samsung tampaknya ingin menghadirkan satu perangkat yang tetap nyaman dipakai sebagai smartphone biasa, tetapi juga bisa memberi ruang layar besar saat dibutuhkan.
Bagian belakang menjadi elemen paling unik karena modul kamera ditempatkan pada bodi yang bisa bergerak. Saat layar diperluas, area kamera ikut bergeser keluar mengikuti mekanisme rollable, lalu masuk ke slot khusus di rangka belakang ketika perangkat ditutup.
Sensor, antena, dan prosesor ikut disesuaikan
Dokumen paten juga menjelaskan bahwa perangkat ini akan memakai layar fleksibel, housing bergerak, modul kamera, antena, sensor, dan prosesor yang dirancang mengikuti perubahan bentuk. Sensor di dalamnya dapat mendeteksi perubahan ukuran layar serta posisi kamera dan antena saat layar dibuka maupun ditutup.
Sistem seperti ini dibutuhkan agar fungsi kamera tetap presisi meski posisinya terus berubah. Teknologi tersebut juga disebut berpotensi membantu fitur augmented reality dan menyesuaikan posisi perangkat agar tetap optimal dalam berbagai mode layar.
Kelanjutan eksperimen Samsung di layar gulung
Samsung bukan pemain baru di area ini. Pada 2023, Samsung Display sempat memamerkan prototipe OLED rollable, sementara pada 2021 perusahaan juga pernah mengajukan paten perangkat yang dapat dilipat sekaligus digulung dalam satu desain.
Karena itu, konsep Galaxy Z Rollable lebih terlihat sebagai kelanjutan eksperimen Samsung di kategori smartphone futuristik. Di jalur yang sama, Motorola RIZR Rollable dan TECNO PHANTOM Ultimate juga sempat menampilkan ide perangkat rollable.
Masih sebatas paten, belum tentu masuk pasar
Meski konsepnya mencuri perhatian, paten tidak otomatis berubah menjadi produk komersial. Banyak perusahaan teknologi mengajukan ide futuristik tanpa benar-benar membawanya ke pasar, dan Samsung belum memberi konfirmasi resmi soal jadwal peluncurannya.
Tantangan terbesar ada pada ketahanan perangkat. Mekanisme layar bergerak saja sudah kompleks, apalagi jika harus dipadukan dengan modul kamera yang ikut bergeser dalam penggunaan harian.
Walau begitu, paten ini menunjukkan Samsung masih aktif mengeksplorasi masa depan perangkat layar fleksibel. Jika berhasil diwujudkan, Galaxy Z Rollable berpotensi menjadi langkah baru yang menghadirkan pengalaman berbeda di kelas smartphone premium.
Source: www.idntimes.com








