Moto Pen Ultra di Razr Fold Bukan Cuma Buat Nulis, 6 Trik Ini Malah Lebih Berguna

Dukungan stylus kembali jadi sorotan di pasar ponsel lipat AS lewat Motorola Razr Fold. Perangkat ini bekerja dengan Moto Pen Ultra, stylus aktif berbasis Bluetooth yang bisa dipakai di layar cover maupun layar utama.

Kombinasi itu menarik karena memberi fungsi yang lebih luas dari sekadar menulis atau menggambar. Bagi pengguna ponsel lipat, Moto Pen Ultra justru membuka beberapa pintasan praktis yang bisa dipakai untuk pekerjaan harian, produktivitas, sampai kontrol kamera dari jarak jauh.

Secara resmi, Moto Pen Ultra dijual sebagai aksesori tambahan seharga $99 untuk Razr Fold. Motorola juga menawarkan stylus ini gratis untuk sementara saat membeli Razr Fold langsung dari perusahaan.

Meski begitu, ada kompromi yang perlu dicatat. Moto Pen Ultra disimpan dalam casing pengisian terpisah, bentuknya cukup besar, dan dayanya tidak berasal langsung dari ponsel sehingga pengguna harus membawa serta dan mengisi daya aksesori ini secara terpisah.

Enam fungsi yang paling menonjol

Salah satu fitur paling unik adalah pengambilan screenshot lewat gestur bernama Knock Knock. Fitur ini memanfaatkan koneksi Bluetooth pada stylus untuk memicu tangkapan layar dengan mengetukkan bagian bawah pena dua kali ke permukaan datar.

Untuk mengaktifkannya, pengguna perlu masuk ke Settings, lalu Smart Pen, kemudian Pen Controls, dan menyalakan opsi Knock Knock di bagian Gestures. Motorola juga mengingatkan agar gestur itu tidak dilakukan pada layar Razr Fold karena bisa menimbulkan kerusakan.

Fungsi kedua berkaitan dengan risiko stylus yang mudah tertinggal karena disimpan di casing terpisah. Razr Fold menyediakan pengingat saat pena berada di luar casing melalui menu Settings, Smart Pen, lalu Out-of-Case Reminders.

Pengguna bisa memilih jeda pengingat setelah lima menit, 10 menit, satu jam, atau satu hari. Ada juga opsi Last known location yang merekam lokasi saat stylus terakhir kali dikeluarkan dari casing pengisian.

Fitur lokasi ini bukan pelacak bawaan di dalam pena. Sistem hanya menyimpan titik lokasi terakhir stylus dikeluarkan, termasuk koordinat yang bisa dilihat kembali di halaman Smart Pen untuk membantu mengingat tempat terakhir penggunaan.

Fungsi ketiga adalah konversi tulisan tangan langsung di kolom teks. Saat stylus dikeluarkan, pengguna cukup menulis di bidang teks mana pun dan perangkat lunak Motorola akan mengubah tulisan tangan itu menjadi teks secara real time.

Fitur ini tidak memerlukan pengaturan tambahan. Praktiknya sederhana, karena pengguna tak perlu beralih dari pena ke jari hanya untuk mengisi formulir, mengetik catatan singkat, atau memasukkan teks saat sedang memakai stylus.

Kontrol kamera dari pena

Moto Pen Ultra juga bisa dipakai sebagai tombol shutter jarak jauh. Di aplikasi Camera, pengguna dapat menekan tombol samping pada stylus sekali untuk mengambil foto atau memulai dan menghentikan perekaman video, tergantung mode kamera yang aktif.

Opsi ini ada di menu Smart Pen, lalu Camera, dengan nama Use Pen Actions in Camera. Pada ponsel lipat seperti Razr Fold, fungsi ini terasa pas karena perangkat bisa ditopang sendiri seperti tripod mini untuk foto grup atau pengambilan gambar tanpa timer.

Kemampuan berikutnya ada pada tombol samping stylus yang bisa dikustomisasi. Di menu Pen Controls, pengguna dapat mengatur aksi long-press button untuk langsung membuka fitur tertentu.

Pilihan yang tersedia meliputi Annotate, New note, Hover to magnify, dan Circle to Search. Dengan pengaturan ini, stylus tidak hanya menjadi alat input, tetapi juga pintasan cepat ke fungsi yang paling sering dipakai.

Annotate berguna untuk menandai isi layar. Hover to magnify dipakai untuk memperbesar area tertentu saat stylus diarahkan di atas layar, sementara Circle to Search memberi akses cepat ke fitur pencarian visual tanpa harus menyentuh tombol lain di ponsel.

Toolbar yang bisa diatur sesuai kebutuhan

Fungsi keenam adalah Toolbar yang muncul saat tombol samping stylus ditekan singkat. Toolbar juga bisa dibuka lewat gelembung mengambang di layar, lalu menampilkan akses cepat ke pengaturan stylus dan empat pintasan utama.

Empat pintasan itu dapat disesuaikan melalui Settings, lalu Smart Pen, kemudian Toolbar. Secara bawaan, pilihannya mencakup Hover to magnify, Screen record, Annotate, dan Notes.

Motorola juga memungkinkan pengguna mengganti pintasan bawaan itu dengan shortcut aplikasi. Dengan begitu, Toolbar bisa diubah menjadi panel peluncur cepat yang lebih personal, sesuai kebutuhan kerja, mencatat, atau akses aplikasi favorit.

Di luar enam fungsi tersebut, Moto Pen Ultra juga mendukung pengalaman dasar stylus seperti menggambar dengan mulus dan palm rejection yang baik di Razr Fold. Namun daya tarik utamanya justru datang dari integrasi fitur Bluetooth, kontrol gestur, dan pintasan yang membuat stylus ini terasa lebih berguna dari sekadar aksesori tambahan.

Razr Fold sendiri menjadi perangkat yang tidak biasa di segmen ini karena mendukung stylus di dua layar sekaligus. Kombinasi itu memberi nilai tambah yang kini jarang ditemui pada ponsel lipat, terutama bagi pengguna yang ingin perangkat fleksibel untuk catatan, navigasi cepat, dan kontrol kamera dalam satu paket.

Source: www.androidcentral.com
Exit mobile version