Pasar Ponsel Lesu, Samsung Malah Kuasai Tiga Kawasan Kunci Berkat Galaxy A dan S26

Pasar ponsel pintar sedang melambat, tetapi Samsung Electronics justru masih memegang kendali di tiga kawasan penting. Data Omdia menunjukkan raksasa teknologi Korea Selatan itu memimpin pasar di Amerika Tengah dan Selatan, Timur Tengah, serta Asia Tenggara pada kuartal I.

Kekuatan Samsung menarik perhatian karena kondisi pasar di dua dari tiga kawasan itu sedang tertekan. Di tengah penurunan permintaan, perusahaan ini tetap mampu menjaga volume penjualan sekaligus mempertahankan posisi puncak.

Amerika Tengah dan Selatan tetap jadi lumbung penjualan

Di Amerika Tengah dan Selatan, Samsung menjual sekitar 12,9 juta unit ponsel pintar selama Januari-Maret. Angka itu setara dengan 37 persen dari total 34,8 juta unit ponsel yang terjual di kawasan tersebut.

Omdia menyebut penjualan Samsung di wilayah ini ditopang seri Galaxy A. Lini tersebut menyasar pasar yang lebih luas karena harganya lebih terjangkau dibanding ponsel premium.

Timur Tengah ikut memberi ruang dominasi

Di Timur Tengah, pasar ponsel pintar turun 6 persen secara tahunan menjadi 11 juta unit pada kuartal I. Meski pasar melemah, Samsung tetap berada di posisi teratas dengan pangsa pasar 34 persen.

Omdia menilai permintaan terhadap Galaxy S26 terbaru dan Galaxy A menjadi penopang utama. Kombinasi produk premium dan seri menengah tampak efektif menjaga daya saing Samsung saat pasar bergerak lebih lambat.

Asia Tenggara juga masih dikuasai

Samsung juga mencatat penjualan 4,6 juta unit ponsel pintar di Asia Tenggara. Jumlah itu setara 21 persen dari total penjualan ponsel pintar di kawasan tersebut.

Kondisinya tidak datang dari pasar yang sedang tumbuh. Omdia mencatat pasar Asia Tenggara justru turun 9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Meski begitu, Samsung tetap mampu memperluas pangsa pasarnya di kawasan ini. Omdia menilai penjualan kuat Galaxy S26 yang diluncurkan pada Januari, serta permintaan stabil terhadap Galaxy A, menjadi faktor penting.

Dampak bagi pasar Indonesia

Bagi pembaca di Indonesia, Asia Tenggara layak dicermati karena pola belanja di kawasan ini tidak jauh dari pasar domestik. Harga, merek, dan pilihan produk sama-sama menjadi penentu utama saat konsumen memilih ponsel.

Kondisi itu membuat strategi Samsung relevan untuk dipantau lebih jauh. Ketika pasar melambat, merek yang punya jajaran produk premium dan lebih ramah kantong cenderung lebih siap menjaga volume penjualan.

Masih nomor satu secara global

Di luar tiga kawasan tersebut, Samsung juga menempati peringkat pertama pasar ponsel pintar secara global pada kuartal I. Pangsa pasarnya mencapai 22 persen.

Posisi itu menegaskan bahwa Samsung masih punya jangkauan kuat di pasar dunia. Di saat banyak wilayah menghadapi tekanan permintaan, perusahaan ini tetap bertahan di depan lewat kombinasi Galaxy S26 dan Galaxy A.

Source: selular.id
Terkait