Samsung muncul sebagai merek Android dengan tingkat kepuasan pelanggan tertinggi menurut data terbaru ACSI. Hasil ini menarik karena Samsung berhasil mengungguli Apple tipis dalam kategori vendor ponsel, padahal Apple masih sangat dominan di pasar Amerika Serikat.
ACSI, singkatan dari American Consumer Satisfaction Index, merilis studi tahunan yang mengukur sentimen konsumen terhadap merek telekomunikasi, ponsel, dan smartwatch. Data terbaru itu dirilis pada akhir Mei dan menunjukkan ada satu merek Android yang menonjol di atas pesaing lain.
Dalam pengukuran untuk vendor ponsel, Samsung meraih skor 81. Apple menyusul sangat dekat dengan skor 80, sementara Google dan Motorola berada di posisi berikutnya dengan skor 77.
Samsung unggul di segmen flagship
Keunggulan Samsung terlihat paling jelas pada kategori flagship. Di kelompok ini, Samsung mencatat skor 84, sedangkan iPhone berada di 82.
ACSI menyebut flagship mendorong kenaikan skor semua merek. Organisasi itu mengaitkannya dengan performa yang lebih kuat, kualitas yang dirasakan lebih tinggi, dan ekosistem yang lebih matang.
Bagi Samsung, kekuatan itu datang dari lini Galaxy kelas atas yang baru tersedia lebih awal di pasar. Galaxy S26 series mulai dijual pada Maret, sementara lini iPhone 17 hadir pada September tahun lalu.
Perbedaan waktu tersebut bisa memengaruhi persepsi pengguna. Pelanggan Samsung mungkin masih berada dalam fase awal kepuasan, sedangkan pengguna Apple sudah lebih lama memakai perangkatnya.
Faktor AI dan layar ikut berperan
Samsung juga mendapat dorongan dari penggunaan harian yang paling dasar. Responden survei menunjukkan tingkat kepuasan tertinggi saat memakai smartphone untuk menelepon, mengirim pesan, dan menggunakan fitur AI.
Integrasi AI di perangkat premium Samsung dinilai lebih dalam berkat kerja sama erat dengan Google dan Gemini AI. Kondisi itu kemungkinan memberi Samsung keunggulan tambahan di mata pengguna.
ACSI juga mencatat kepuasan tinggi untuk kualitas dan resolusi layar. Samsung punya posisi kuat di sini karena merupakan produsen display komersial terbesar di dunia, sehingga panel di ponsel premiumnya kerap masuk jajaran terbaik di pasar.
Keunggulan Samsung juga datang dari foldable
Skor Samsung semakin terdorong oleh dominasinya di pasar ponsel lipat domestik. ACSI memasukkan segmen foldable ke dalam penilaian, dan Samsung punya posisi yang sangat kuat di area ini.
Sebaliknya, Google masih tertinggal dalam pengalaman foldable. Pixel 10 Pro Fold dinilai tidak setipis dan sepocketable Galaxy Z Fold 7, dan optimasi perangkat lunaknya untuk skenario lipat juga tidak sekuat Samsung.
Motorola juga punya reputasi baik lewat lini Razr dan ponsel murah seperti Moto G. Namun, ponsel buku lipat pertama Motorola, Razr Fold, meluncur setelah data ACSI dirilis, sehingga belum ikut dinilai.
Google dan Motorola tetap bersaing, tapi masih jauh
Google dan Motorola sama-sama mengisi posisi ketiga dengan skor 77. Google memang menunjukkan pertumbuhan penjualan Pixel sebesar 25% pada 2025 menurut Counterpoint Research, tetapi skala bisnisnya masih jauh di bawah iPhone dan Galaxy.
Ironisnya, hasil ini membuat Samsung unggul atas Google di perangkat yang memakai sistem operasi milik Google sendiri. Pixel 10 memang mendapat ulasan yang baik, tetapi prosesor Tensor G5 disebut jauh lebih lambat dibanding Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5 di jajaran Galaxy S26.
Apple juga belum mendapat manfaat dari kategori foldable karena belum ikut bersaing di segmen itu. Perusahaan tersebut disebut akan meluncurkan iPhone lipat pertama pada akhir tahun ini, tetapi perangkat itu belum dihitung dalam penilaian ACSI.







