Kelangkaan chip memori seperti RAM dan NAND pada 2026 ikut mendorong harga smartphone naik, termasuk ponsel gaming yang biasanya membutuhkan kapasitas memori besar. Di tengah kondisi itu, Nubia memilih strategi yang berbeda: menaikkan nilai produk lewat fitur gaming yang biasanya hadir di kelas lebih mahal.
Langkah ini terlihat dari kehadiran Nubia Neo 5 Series yang baru diluncurkan di Indonesia. Seri tersebut diposisikan sebagai handphone gaming terjangkau, tetapi harganya tetap naik dibandingkan seri Neo sebelumnya.
Varian paling bawah, Nubia Neo 5 Series 5G, dibekali 8GB RAM dan 256GB ROM dengan banderol Rp5.699.000. Sementara itu, varian tertinggi Nubia Neo 5 GT hadir dengan 12GB RAM dan 256GB ROM seharga Rp6.999.000.
Kenaikan harga itu terasa kontras jika dibandingkan dengan Nubia Neo 3 Series. Seri sebelumnya masih berada di kisaran Rp2 jutaan hingga Rp3 jutaan, sehingga lonjakan harga seri baru disebut mencapai sekitar dua kali lipat.
Namun, Nubia tidak hanya mengandalkan peningkatan kapasitas memori untuk membenarkan harga baru. Perusahaan menambah fitur-fitur andalan agar pembeli melihat nilai yang lebih besar di luar angka pada label harga.
Pendinginan aktif jadi pembeda
Salah satu pembeda utama ada pada sistem pendingin. Nubia Neo 5 Series sudah membawa cooling fan internal, fitur yang biasanya lebih sering ditemukan pada smartphone gaming kelas atas.
Pada Nubia Neo 5 GT, total area pendinginan mencapai 29.508 mm². Nubia Neo 5 5G juga memakai sistem pendinginan VC + Graphene dengan area 20.000 mm².
Bagi pemain game berat, sistem ini penting untuk menjaga suhu perangkat tetap rendah. Dampaknya bukan hanya mengurangi risiko overheat, tetapi juga membantu mempertahankan performa saat bermain FPS, MOBA, dan open-world dalam waktu lama.
Fitur flagship dibawa ke kelas lebih terjangkau
Nubia juga memasukkan sejumlah teknologi yang terinspirasi dari lini flagship REDMAGIC ke Neo 5 Series. Di antaranya ada NeoTurbo Engine untuk optimasi gaming, 360° Game Antenna untuk koneksi yang lebih kuat dan stabil, serta AI Game Space 5.0 untuk peningkatan performa dan pengelolaan sumber daya.
Strategi ini menunjukkan upaya Nubia untuk memindahkan sebagian pengalaman gaming premium ke perangkat yang lebih murah. Dengan cara itu, pengguna tidak hanya membeli spesifikasi, tetapi juga paket pengalaman bermain yang lebih lengkap.
Zhuang Yongke, Country Manager nubia Indonesia, mengatakan Nubia Neo 5 Series dirancang untuk gamer yang membutuhkan performa stabil, respons cepat, dan daya tahan baterai untuk bermain lebih lama. Ia juga menyebut teknologi gaming utama dari REDMAGIC dihadirkan ke Neo Series agar lebih banyak pengguna bisa merasakan fitur gaming kelas profesional dengan akses yang lebih terjangkau.
Dua lini, dua sasaran pasar
Di luar Neo Series, Nubia juga tetap mengandalkan REDMAGIC sebagai lini gaming flagship. REDMAGIC diposisikan untuk performa ekstrem dan teknologi gaming paling canggih tanpa kompromi, dengan slogan “Pro-Level Gaming, Built without Limit.”
Sementara itu, nubia Neo Series diarahkan untuk menghadirkan pengalaman gaming kelas profesional kepada lebih banyak pengguna. Posisi ini diperjelas lewat slogan “Pro-Level Gaming for Everyone,” yang menekankan performa stabil, fitur gaming esensial, dan harga yang lebih ramah.
Melalui pendekatan dua merek ini, Nubia membangun ekosistem smartphone gaming yang lebih inklusif. Strategi tersebut membuat perusahaan bisa menjangkau gamer dengan kebutuhan dan daya beli yang berbeda, tanpa meninggalkan identitas sebagai produsen ponsel gaming.
Di tengah tekanan biaya komponen memori, pendekatan itu menjadi penting. Nubia berusaha menjaga minat pasar bukan dengan menahan harga, melainkan dengan menaikkan isi paket produk agar kenaikan harga terasa lebih masuk akal bagi pembeli.
Source: selular.id






