Xiaomi kembali mendorong kategori aksesori pengisian daya ke level yang lebih praktis lewat Jinshajiang Ultra-Thin Magnetic Power Bank 10000 45W. Power bank ini hadir dengan desain super tipis, kapasitas 10.000mAh, dan dukungan wireless charging magnetik 20W.
Perangkat ini sudah tersedia untuk pre-order di Tiongkok dengan harga 369 yuan atau sekitar US$54. Kombinasi ukuran ringkas dan kemampuan pengisian cepat membuatnya menonjol di tengah pasar power bank yang makin padat fitur.
Desain ultra-tipis untuk mobilitas harian
Xiaomi memberi fokus besar pada portabilitas lewat bodi setebal 13,2 mm dengan bobot sekitar 195 gram. Dimensinya tercatat 102 x 70,5 x 13,2 mm, sehingga perangkat ini tetap mudah dibawa tanpa terasa bulky.
Di bagian dalam, Xiaomi memakai dua sel baterai 5.000mAh untuk total kapasitas 10.000mAh. Pendekatan ini menjaga bentuk fisik tetap ramping, tetapi tetap memberi cadangan daya yang besar untuk pemakaian harian.
Untuk mempertahankan profil tipis tersebut, Xiaomi menggunakan teknologi baterai anoda silikon-karbon GSR terbaru. Perusahaan mengklaim teknologi ini mampu mencapai kepadatan energi hingga 840Wh/L dengan kandungan silikon 16 persen.
Wireless 20W dan kabel 45W
Salah satu nilai jual utamanya ada pada pengisian daya nirkabel magnetik hingga 20W. Xiaomi menyebut dukungannya mencakup smartphone Xiaomi dan iPhone yang kompatibel dengan pengisian magnetik.
Selain itu, power bank ini juga mendukung pengisian kabel hingga 45W. Perangkat ini kompatibel dengan beberapa mode fast charging lain, termasuk 40W, 30W, dan 27W.
Xiaomi juga memungkinkan pengisian dua perangkat sekaligus lewat kombinasi kabel dan nirkabel. Fitur ini memberi fleksibilitas lebih bagi pengguna yang ingin mengisi daya ponsel dan perangkat lain dalam waktu yang sama.
Untuk pengisian ulang power bank, Xiaomi menyediakan input hingga 30W. Dukungan protokol QC dan PD juga tersedia agar proses isi ulang tetap kompatibel dengan banyak charger populer.
Keamanan dan pemantauan baterai
Xiaomi menambahkan sejumlah lapisan perlindungan pada perangkat ini. Sistemnya mencakup proteksi terhadap pengisian berlebih, pengosongan berlebih, korsleting, suhu panas berlebih, dan kondisi operasional abnormal.
Agar suhu tetap stabil, Xiaomi memakai chip pengontrol suhu pintar NTC. Sistem pendinginnya juga dibantu material penghantar panas graphene dan silikon termal konduktif.
Perusahaan menyebut sel baterainya sudah lolos pengujian ekstrem, termasuk tes tusukan jarum, penyimpanan suhu tinggi, dan kompresi tekanan tinggi. Hasil uji itu diklaim tidak memicu kebakaran maupun ledakan.
Ada pula fitur pemantauan kesehatan baterai yang bisa diakses lewat komputer. Pengguna dapat melihat status baterai, data kesehatan sel, informasi keterlacakan, hingga catatan anomali sistem.
Posisi baru di lini power bank Xiaomi
Kehadiran power bank ini menunjukkan ambisi Xiaomi untuk menggabungkan desain premium dan fungsi praktis dalam satu perangkat. Targetnya jelas mengarah ke pengguna yang ingin power bank tipis, magnetik, dan tetap bertenaga besar.
Dengan kapasitas 10.000mAh, wireless charging 20W, fast charging kabel 45W, dan bodi yang sangat ringkas, produk ini masuk ke kelas aksesori yang tidak hanya mengutamakan daya, tetapi juga kemudahan dibawa setiap hari.







