Intel Arc G-Series Datang ke Handheld Gaming, Windows 11 Akhirnya Dibuat Lebih Ramah Main Game

Intel resmi memperkenalkan Arc G-Series sebagai chip baru yang disiapkan khusus untuk handheld gaming generasi berikutnya. Pengumuman di Computex 2026 ini langsung menarik perhatian karena Intel masuk lebih dalam ke pasar konsol genggam yang persaingannya semakin padat.

Langkah ini hadir di tengah perubahan besar pada pasar handheld, termasuk keputusan Valve menaikkan harga Steam Deck. Intel melihat ruang pertumbuhan masih terbuka lebar, lalu menawarkan platform komputasi yang lebih bertenaga untuk perangkat portabel.

Chip baru untuk perangkat genggam

Arc G-Series diposisikan sebagai tulang punggung bagi sejumlah handheld baru dari nama-nama besar di industri. Acer, MSI, dan OneXPlayer sudah dikonfirmasi akan memakai chip ini pada produk mereka.

Intel belum membuka seluruh detail teknis keluarga Arc G-Series. Namun, perusahaan memastikan chip ini merupakan varian modifikasi dari lini Core Ultra 3 yang sudah ada dan dibangun di atas proses fabrikasi Intel 18A.

Untuk konfigurasi inti, Arc G3 dan G3 Extreme akan membawa dua performance core, delapan efficiency core, dan empat low-power efficiency core. Susunan ini dirancang agar performa tetap tinggi, tetapi konsumsi daya tetap terjaga untuk perangkat portabel.

Di sisi grafis, chip ini mengandalkan GPU Intel Arc B390. Kombinasi tersebut membuka dukungan real-time ray tracing dan upscaling berbasis AI lewat XeSS 3 untuk pengalaman bermain di layar genggam.

Fokus pada konektivitas dan pengalaman Windows

Intel juga membenamkan dukungan konektivitas terbaru pada chip ini. Perangkat yang memakainya akan mendukung Wi-Fi 7 R2, Thunderbolt 4, dan dual Bluetooth 6.

Dukungan ini penting untuk handheld karena perangkat semacam itu sering dipakai dengan aksesori nirkabel dan transfer data cepat. Intel menempatkannya sebagai bagian dari paket yang lebih lengkap, bukan sekadar peningkatan performa chip.

Perhatian lain datang dari optimasi khusus untuk Windows 11. Intel menyebut chip ini akan dioptimalkan untuk mode full-screen Xbox di Windows 11 agar pengguna tidak terlalu sering berhadapan dengan antarmuka Windows standar.

Strategi itu relevan karena antarmuka Windows kerap dianggap kurang ramah untuk navigasi handheld. Jika pendekatan ini berjalan mulus, pengalaman bermain di perangkat genggam berbasis Windows berpeluang terasa lebih praktis.

Fitur tambahan untuk mempercepat game

Intel turut memperkenalkan Intel Precompiled Shaders sebagai salah satu nilai jual Arc G-Series. Teknologi ini membuat game tertentu bisa lebih cepat berjalan karena shader diunduh dari cloud dalam kondisi sudah dioptimalkan.

Beberapa judul yang sudah mendukung fitur ini antara lain Black Myth: Wukong, Call of Duty: Black Ops 6, Call of Duty: Black Ops 7, dan The Outer Worlds 2. Pendekatan ini berpotensi membantu mengurangi waktu tunggu pada awal permainan.

Perangkat pertama yang diumumkan

Intel sudah menyebut beberapa perangkat yang akan lebih dulu memakai Arc G-Series dalam beberapa bulan ke depan. Nama yang diumumkan adalah Acer Predator Atlas 8, MSI Claw 8 EX AI+, dan OneXPlayer.

Acer Predator Atlas 8 menunjukkan keseriusan Acer masuk lebih jauh ke pasar gaming handheld lewat chip khusus Intel. MSI Claw 8 EX AI+ melanjutkan lini Claw yang sebelumnya juga memakai prosesor Intel.

OneXPlayer juga masuk daftar awal adopsi chip ini dengan janji performa tinggi. Kehadiran tiga perangkat tersebut memperlihatkan bahwa Intel ingin segera menancapkan posisi di segmen yang selama ini didominasi pemain lain.

Masuknya Acer ke pasar ini membuat persaingan handheld diperkirakan makin sengit. Di saat yang sama, integrasi AI melalui XeSS 3 menunjukkan bahwa Intel tidak hanya mengejar tenaga grafis, tetapi juga ingin menjadikan kecerdasan buatan sebagai bagian inti pengalaman gaming portabel.

Bagi pasar handheld, Arc G-Series memberi pilihan baru di luar chip dari kompetitor utama. Jika dukungan ray tracing, AI upscaling, konektivitas modern, dan optimasi Windows 11 berjalan sesuai rencana, perangkat genggam berbasis Intel bisa punya daya tarik lebih besar di mata pengguna yang mencari performa tinggi dalam bentuk yang tetap ringkas.

Source: telset.id
Terkait