Xiaomi bergerak cepat membawa Xiaomi 17T Series ke panggung global dan pasar Indonesia dalam waktu berdekatan. Setelah diumumkan secara global pada Kamis, 28 Mei 2026, lini flagship ini dijadwalkan rilis resmi di Indonesia pada 2 Juni 2026.
Momen ini penting karena Xiaomi 17T Series hadir bukan sekadar sebagai pembaruan tahunan. Seri ini langsung diposisikan sebagai perangkat flagship imaging dengan fokus besar pada kamera, perekaman video, dan pengalaman kreatif di perangkat mobile.
Fokus kamera jadi daya tarik utama
Xiaomi 17T Series terdiri dari dua model, yaitu Xiaomi 17T dan Xiaomi 17T Pro. Keduanya membawa peningkatan besar di sektor fotografi, terutama lewat kehadiran lensa telefoto di masing-masing model.
Marketing Director Xiaomi Indonesia, Andi Renreng, menegaskan bahwa mobile photography kini tidak hanya soal hasil bagus. Menurut dia, arah pengembangan kamera sudah bergeser ke foto dan video yang lebih emosional dan personal.
Di bagian belakang, kedua model dibekali tiga kamera dengan lensa utama 50MP. Xiaomi 17T Pro memakai sensor ultra-besar 1/1,31 inci, sedangkan Xiaomi 17T reguler menggunakan sensor 1/1,55 inci.
Keduanya juga mengandalkan desain optik Leica UltraPure dengan struktur lensa hybrid 1G + 6P. Fitur Leica 5x Telephoto hadir pada dua model, dengan lensa 50MP ber-OIS yang mendukung jarak makro 30 cm hingga 120x AI Ultra Zoom.
Khusus Xiaomi 17T Pro, perangkat ini mendukung perekaman video sinematik 4K 60fps dengan efek bokeh natural. Kedua model juga dibekali fitur Leica Live Moment untuk menangkap gambar bergerak secara dinamis.
Perbedaan performa dan baterai
Di sektor dapur pacu, Xiaomi 17T Pro mengandalkan MediaTek Dimensity 9500 berbasis fabrikasi 3nm. Ponsel ini membawa baterai 7.000 mAh berbahan silikon karbon, yang diklaim meningkat 27% dari generasi sebelumnya dan mampu bertahan hingga 1,88 hari.
Pengisian dayanya juga dibuat agresif. Varian Pro mendukung HyperCharge kabel 100W dan nirkabel 50W.
Sementara itu, Xiaomi 17T reguler memakai MediaTek Dimensity 8500-Ultra dengan fabrikasi 4nm. Model ini dibekali baterai 6.500 mAh dan pengisian cepat 67W, serta hadir dengan bodi yang lebih ringkas dan ringan.
Layar AMOLED 1.5K dengan refresh rate tinggi
Kedua ponsel menggunakan panel AMOLED 1.5K dengan kecerahan puncak hingga 3.500 nits. Perbedaan utama ada pada refresh rate, karena Xiaomi 17T Pro menawarkan 144Hz, sedangkan Xiaomi 17T standar berada di 120Hz.
Xiaomi 17T Pro juga mendapat keunggulan desain lewat teknologi pengemasan LIPO. Hasilnya, bezel simetris di keempat sisi hanya 1,29 mm.
Selain itu, seri ini menjadi smartphone pertama yang meraih empat sertifikasi perlindungan mata dari TÜV Rheinland berkat fitur Xiaomi Vision Care. Sistem layarnya dapat menyesuaikan cahaya sekitar untuk mengurangi kelelahan mata dan meminimalkan cahaya biru.
Harga global sudah diumumkan
Untuk Indonesia, harga Xiaomi 17T Series baru akan diungkap saat peluncuran pada 2 Juni 2026. Namun, harga globalnya sudah lebih dulu diumumkan sebagai acuan awal bagi calon pembeli.
Xiaomi 17T Pro dibanderol mulai EUR 899 atau sekitar Rp 18,6 juta untuk varian 12/256GB. Varian ini tersedia dalam warna Deep Blue, Deep Violet, dan Black.
Xiaomi 17T reguler dibuka mulai EUR 749 atau sekitar Rp 15,5 juta untuk varian 12/256GB. Pilihan warnanya mencakup Violet, Opal White, Blue, dan Black.
Dengan kombinasi kamera Leica, baterai besar, dan layar beresolusi tinggi, Xiaomi 17T Series langsung masuk ke persaingan kelas atas. Peluncuran di Indonesia pada 2 Juni 2026 akan menjadi penentu apakah strategi flagship imaging ini juga cocok dengan pasar Tanah Air.
Source: telset.id






