Motorola Serang Semua Kelas HP, Dari Rp1 Jutaan Hingga Flagship Berbaterai 7.000 mAh

Author: Qoo Media

Motorola sedang agresif di Indonesia pada Mei 2026. Dari HP Rp1 jutaan sampai kelas flagship, semua lini barunya membawa satu benang merah yang sama: baterai 7.000 mAh.

Strategi itu langsung membuat Motorola menonjol di tengah pasar yang biasanya sibuk bersaing di kamera dan kecepatan pengisian daya. Kali ini, daya tahan menjadi senjata utama, sementara desain clean, software ringan, dan performa kencang tetap ikut dipertahankan.

HP murah Rp1 jutaan dengan baterai paling besar

Paling menarik perhatian datang dari Moto G06 Power. Ponsel ini diposisikan sebagai opsi paling terjangkau, tetapi tetap membawa baterai 7.000 mAh yang diklaim mampu bertahan seharian penuh.

Layar 6,8 inci HD Plus dengan refresh rate 120 Hz membuatnya terasa mulus untuk scrolling media sosial dan menonton video. Di balik bodinya, Motorola menanamkan MediaTek Helio G81 Extreme, RAM 4GB, dan stereo speaker Dolby Atmos.

Ada juga kompromi yang harus diterima di kelas harga ini. Pengisian dayanya masih 18W dan penyimpanan masih memakai eMMC.

Naik kelas ke Rp2 jutaan, tetap 7.000 mAh

Moto G57 Power hadir untuk pengguna yang ingin baterai besar, tetapi dengan performa dan layar yang lebih serius. Model ini membawa baterai 7.000 mAh yang disebut bisa bertahan hingga 2 hari, meski bodinya terasa agak tebal dengan bobot 210 gram.

Layar 6,72 inci Full HD Plus dibekali tingkat kecerahan hingga 1.050 nits, sehingga tetap nyaman dipakai di bawah sinar matahari. Motorolа juga memasang Snapdragon 6S Gen 4, RAM 8GB, dan ROM 256GB untuk multitasking yang stabil.

Di sektor kamera, ponsel ini memakai sensor Sony LY600 50 MP dan kamera ultra-wide 8 MP. Kombinasi itu ditujukan untuk hasil foto malam yang lebih minim noise.

Kelas menengah dengan fokus konten dan gaming

Moto G67 Power menyasar pengguna yang butuh tenaga lebih besar untuk gaming dan pembuatan konten. Motorolа memakai Snapdragon 7S Gen 2 yang disebut sudah sanggup menjalankan gim sekelas Genshin Impact.

Sisi kamera juga dibuat lebih relevan untuk kreator. Kamera utama Sony 50 MP mendukung perekaman video 4K, sedangkan kamera selfie 32 MP disiapkan untuk live streaming atau video pendek.

Seperti keluarga Power lainnya, model ini tetap mengusung baterai 7.000 mAh. Bedanya, pengisian dayanya lebih cepat dengan dukungan 33W.

Premium terjangkau yang makin tangguh

Moto G86 Power membawa pendekatan yang lebih mewah tanpa meninggalkan daya tahan. Ponsel ini memakai panel P-OLED 1.5K dengan kecerahan ekstrem 4.500 nits dan bezel yang sangat tipis.

Motorola juga membekalinya dengan MediaTek Dimensity 7400 serta fitur Moto AI untuk produktivitas. Dari sisi ketahanan, perangkat ini punya sertifikasi IP68/IP69 dan standar militer MIL-STD-810H untuk menghadapi air, debu, dan benturan.

Kamera utamanya memakai sensor Sony LYT dengan OIS agar video lebih stabil. Walau tampil lebih premium, baterai 7.000 mAh tetap menjadi identitas utamanya.

Flagship tipis dengan baterai yang tak biasa

Motorola Edge 70 Fusion menjadi sorotan terbesar karena kombinasi yang jarang terjadi. Bodinya hanya 7,2 mm, tetapi di dalamnya tetap tertanam baterai 7.000 mAh.

Layar 6,78 inci 1.5K Extreme AMOLED dibekali refresh rate 144 Hz dan tingkat kecerahan hingga 5.200 nits. Di sektor performa, Motorola memasang Snapdragon 7S Gen 4, kamera utama Sony LYT-700 OIS, dan pengisian daya 68W Turbo Power.

Satu catatan penting ada pada sisi perangkat lunak. Motorola hanya menjanjikan 2 kali OS Update untuk model ini.

Rangkaian produk tersebut menunjukkan arah baru Motorola di 2026. Dari HP murah hingga flagship, perusahaan ini menjadikan baterai monster 7.000 mAh sebagai identitas utama tanpa meninggalkan desain, performa, dan fitur yang relevan untuk berbagai segmen pengguna.

Terbaru