Di pasar Amerika Serikat yang selama ini identik sebagai kandang Apple, hasil survei terbaru justru menunjukkan pengguna lebih puas memakai ponsel Samsung ketimbang iPhone. Temuan ini muncul dalam studi American Customer Satisfaction Index (ACSI) untuk kategori telekomunikasi, ponsel, dan smartwatch.
Samsung mencatat skor kepuasan pelanggan 81 poin, sedangkan Apple berada tepat di bawahnya dengan 80 poin. Selisihnya memang tipis, tetapi cukup untuk mengubah posisi yang pada tahun sebelumnya masih berimbang.
Hasil itu menjadi sorotan karena persaingan Samsung dan Apple di AS dikenal sangat ketat. Bagi Samsung, capaian ini penting karena menunjukkan pengalaman penggunaan secara keseluruhan dinilai lebih baik oleh konsumen di salah satu pasar paling strategis.
ACSI juga mencatat bahwa tingkat kepuasan pengguna smartphone secara umum ikut naik. Skor rata-rata industri smartphone meningkat 1 persen menjadi 79 poin setelah sebelumnya sempat turun.
Kenaikan ini dikaitkan dengan fitur-fitur modern yang kini dianggap makin berguna dalam keseharian. Pengguna tidak lagi hanya melihat inovasi sebagai pemanis, tetapi mulai menilai manfaatnya secara langsung dalam pemakaian harian.
Samsung unggul di segmen flagship
Di kategori perangkat premium, Samsung juga tampil paling menonjol. Seri Galaxy S memimpin dengan skor 84 poin, unggul atas lini iPhone terbaru yang memperoleh 82 poin.
Di bawah keduanya, smartphone flagship Google mencatat skor 80 poin. Data ini menunjukkan bahwa segmen premium masih menjadi arena utama penilaian kepuasan, sekaligus tempat merek-merek besar diuji lewat pengalaman nyata pengguna.
Menurut SamMobile, hasil ini relevan untuk membaca peta persaingan di AS. Selama ini, pasar tersebut menjadi salah satu medan tempur terbesar antara Samsung dan Apple.
Tingkat kepuasan yang konsisten tinggi juga dinilai mencerminkan keberhasilan Samsung dalam menghadirkan pengalaman penggunaan dan layanan purnajual yang diapresiasi konsumen. Bukan hanya perangkatnya, tetapi juga ekosistem dukungan setelah pembelian.
Apa yang membuat pengguna makin puas
ACSI menyoroti daya tahan baterai sebagai salah satu aspek yang paling diapresiasi pengguna smartphone. Faktor ini dinilai berpengaruh besar terhadap kenaikan kepuasan secara keseluruhan di industri.
Selain baterai, fitur berbasis kecerdasan buatan atau AI untuk pertama kalinya ikut dimasukkan ke dalam survei tahun ini. Hasilnya, banyak pengguna mulai melihat AI sebagai fitur praktis, bukan sekadar gimmick atau eksperimen teknologi.
Perubahan persepsi itu penting karena menandakan fitur cerdas kini mulai benar-benar terasa manfaatnya. Dengan kata lain, inovasi tidak berhenti di materi promosi, tetapi mulai berpengaruh pada penilaian pengguna terhadap perangkat yang mereka pakai setiap hari.
Samsung sendiri belakangan gencar menonjolkan fitur AI pada produknya. Pada Galaxy S25 FE, misalnya, fitur Generative Edit disebut lebih pintar dengan rekomendasi otomatis untuk menghapus objek yang tidak diinginkan, sementara Audio Eraser memberi kontrol untuk menghilangkan suara bising di video.
Di sisi video, Samsung Galaxy S26 Ultra juga dibekali fitur Horizontal Lock. Fitur ini dirancang untuk membantu menjaga posisi horizon video tetap stabil saat pengguna merekam sambil bergerak.
Foldable masih dominan, tapi belum bebas masalah
Laporan ACSI juga menyinggung kategori ponsel lipat. Di segmen ini, Samsung disebut masih mendominasi pasar dibanding Google maupun Motorola.
Namun, perangkat foldable masih menghasilkan lebih banyak keluhan dibanding smartphone biasa. Temuan ini menunjukkan bahwa kategori ponsel lipat belum sepenuhnya lepas dari tantangan, baik dari sisi ketahanan maupun pengalaman penggunaan.
Artinya, dominasi pasar belum otomatis diikuti tingkat kepuasan tanpa catatan. Inovasi bentuk masih perlu diimbangi dengan keandalan jangka panjang agar keluhan bisa ditekan.
Smartwatch: Samsung dan Apple imbang
Di luar smartphone, ACSI juga mengukur kepuasan pengguna smartwatch. Pada kategori ini, Samsung dan Apple berbagi posisi teratas dengan skor yang sama, yakni 80 poin.
Meski sama-sama memimpin, tren keduanya berbeda. Skor smartwatch Samsung turun 4 persen dibanding tahun sebelumnya, sedangkan Apple tetap stabil.
Di bawah Samsung dan Apple, Google Fitbit memperoleh skor 78 poin. Data ini menunjukkan persaingan perangkat wearable masih terbuka, meski dua nama besar tetap berada di posisi paling atas.
Survei ACSI 2026 ini didasarkan pada 26.963 respons pengguna. Para responden dipilih secara acak dan dihubungi melalui email dalam periode April 2025 hingga Maret 2026.
Secara keseluruhan, ACSI menyebut peningkatan kepuasan pengguna terlihat di berbagai aspek. Mulai dari desain perangkat, daya tahan, konektivitas, hingga integrasi aplikasi, pengguna di AS tampaknya kini menilai smartphone bukan hanya dari merek besar, tetapi dari pengalaman pakai yang benar-benar mereka rasakan.
Source: tekno.kompas.com






