Acer Aspire Go 15 Hadirkan Laptop 4 GB RAM, Harga Rp4,8 Jutaan Bikin Pasar Terpikir Ulang

Acer kembali menarik perhatian lewat Aspire Go 15, laptop yang diposisikan sebagai perangkat sangat terjangkau dengan pendekatan yang tidak biasa. Model ini disebut sebagai laptop pertama yang memakai prosesor Qualcomm Snapdragon C, dengan harga awal sekitar $300 atau sekitar Rp4,8 jutaan.

Langkah tersebut langsung mengingatkan pada era laptop murah dengan RAM 4 GB yang sempat populer di masa netbook. Di tengah harga komponen yang naik, Acer tampaknya mencoba menghadirkan kembali laptop dasar yang tetap bisa dipakai untuk kebutuhan harian tanpa membebani anggaran.

Laptop murah dengan pendekatan baru

Aspire Go 15 hadir sebagai upaya Acer menekan harga laptop ke level yang lebih ramah untuk pengguna pemula. Perangkat ini menyasar konsumen yang membutuhkan laptop sederhana untuk tugas dasar, bukan untuk beban komputasi berat.

Penggunaan Snapdragon C menjadi sorotan utama karena chip ini masih jarang dipakai di laptop. Di saat yang sama, Acer diperkirakan memilih desain yang hemat biaya, termasuk bodi plastik dan layar dengan kualitas standar, agar harga jual tetap rendah.

RAM 4 GB kembali relevan

Salah satu detail paling menarik dari Aspire Go 15 adalah konfigurasi memorinya. Laptop ini disebut hadir dengan RAM mulai 4 GB, dengan opsi hingga 8 GB, serta SSD hingga 512 GB.

Kombinasi tersebut terasa sederhana, tetapi justru jadi inti strategi harga Acer. Langkah itu juga sejalan dengan kondisi pasar yang masih terdampak kenaikan harga DRAM secara global.

Harga RAM laptop 8 GB saat ini disebut bisa mencapai sekitar Rp1,9 jutaan atau sekitar $120. Dalam situasi seperti itu, menurunkan kapasitas memori menjadi salah satu cara paling masuk akal untuk menjaga harga laptop tetap kompetitif.

Windows 11 tetap jadi bagian paket

Meski spesifikasinya minimalis, Aspire Go 15 tetap dirancang untuk menjalankan Windows 11. Microsoft sendiri telah memastikan sistem operasi itu bisa berjalan di perangkat dengan RAM 4 GB dan penyimpanan 64 GB.

Artinya, konfigurasi dasar Aspire Go 15 sudah memenuhi syarat untuk memakai Windows 11. Bagi pengguna, ini memberi akses ke sistem operasi terbaru tanpa harus naik ke kelas perangkat yang lebih mahal.

Menarik untuk pasar laptop entry-level

Saat ini Aspire Go 15 baru diarahkan ke pasar global, terutama China dan Amerika. Namun, posisinya tetap relevan untuk pasar seperti Indonesia yang masih membutuhkan laptop murah untuk sekolah daring, kerja kantor ringan, dan aktivitas sehari-hari.

Perangkat ini juga berpotensi menarik perhatian karena menawarkan harga yang relatif rendah di tengah meningkatnya kebutuhan digital. Jika nantinya hadir lebih luas, Aspire Go 15 bisa menjadi salah satu opsi paling ekonomis di kelas laptop entry-level.

Meski begitu, performa nyata Snapdragon C dan ketersediaannya di berbagai pasar masih menjadi hal yang perlu ditunggu. Sejauh ini, Aspire Go 15 sudah cukup untuk menunjukkan bahwa laptop RAM 4 GB belum sepenuhnya hilang dari pasar.

Exit mobile version