Leica menambah opsi warna baru yang langsung menonjol di lini kamera premiumnya. Warna itu bernama Metal Gray, sebuah abu-abu gelap bertekstur kasar yang dikembangkan khusus untuk kamera, lensa, dan aksesori pendukung Leica.
Langkah ini memperluas pilihan di luar warna hitam dan perak yang selama ini identik dengan merek asal Jerman tersebut. Yang menarik, Leica tidak sekadar mengganti warna, tetapi juga memberi sentuhan visual yang membuat perangkat tampil lebih modern tanpa mengubah karakter desain klasiknya.
M11-P menjadi pembuka
Leica M11-P menjadi model pertama yang hadir dengan Metal Gray. Pada kamera rangefinder dengan sensor full-frame ini, cat abu-abu gelap diterapkan di bagian atas dan bawah bodi.
Bagian kontrol dan kulit pelapis tetap hitam. Kulitnya memakai struktur berlian yang memberi kesan lebih modern dan elegan, sementara kamera ini tetap diproduksi di Jerman.
Q3 dan D-Lux 8 ikut menyusul
Setelah M11-P, Leica Q3 juga akan mendapat warna Metal Gray pada bagian atas dan bawah bodi mulai pertengahan Juli 2026. Pada model ini, dial tetap hitam, sementara lensa juga tetap hitam.
Leica D-Lux 8 akan tersedia dengan warna yang sama bersamaan dengan Q3. Kehadiran dua model ini menunjukkan bahwa Metal Gray tidak hanya menjadi opsi kosmetik untuk satu kamera, tetapi mulai diperluas ke lini yang lebih luas.
Harga dan ketersediaan
Leica M11-P Metal Gray dibanderol sekitar Rp157 jutaan. Lensa pendamping Leica APO-Summicron-M 50 mm f/2.0 juga tersedia dengan harga sekitar Rp151 jutaan.
Leica Q3 Metal Gray akan diluncurkan pada 16 Juli 2026 dengan harga sekitar Rp111 jutaan. Sementara Leica D-Lux 8 Metal Gray dipatok sekitar Rp29 jutaan.
Saat ini belum ada informasi resmi mengenai ketersediaan atau harga untuk pasar Indonesia. Bagi penggemar kamera premium, kehadiran Metal Gray memberi opsi baru yang tampil beda tanpa meninggalkan ciri desain Leica yang dikenal klasik dan rapi.
