Xiaomi 17T Series Resmi, Baterai 7.000 mAh dan Kamera Leica Bikin Lawan Waspada

Author: Qoo Media

Xiaomi resmi membawa seri 17T ke pasar global dengan fokus yang sangat jelas: baterai besar, kamera Leica, dan performa tinggi untuk pengguna yang butuh ponsel andal sepanjang hari. Dua model yang diluncurkan, Xiaomi 17T dan 17T Pro, sama-sama menyasar kebutuhan mobile yang padat tanpa mengorbankan kualitas layar maupun fotografi.

Langkah ini terasa relevan untuk pengguna urban yang menginginkan perangkat kerja sekaligus perangkat hiburan dalam satu bodi. Kombinasi baterai jumbo hingga 7.000 mAh, layar OLED dengan tingkat kecerahan tinggi, dan chipset MediaTek generasi terbaru membuat lini ini langsung menonjol di kelasnya.

Xiaomi 17T: lebih ringkas, tetap bertenaga

Xiaomi 17T hadir dengan layar OLED 6,59 inci yang terasa lebih nyaman digenggam untuk penggunaan satu tangan. Panel ini membawa resolusi 1268p, refresh rate 120 Hz, tingkat kecerahan puncak 3.500 nits, dan perlindungan Gorilla Glass 7i.

Di sektor kamera, Xiaomi menggandeng Leica untuk membawa lensa Summilux pada kamera utama 50 MP. Ponsel ini juga dibekali kamera telefoto periskop 50 MP dengan kemampuan zoom optis hingga 10x lewat teknologi in-sensor zoom.

Fitur telemakro dengan jarak fokus minimal 30 cm menjadi nilai tambah untuk pengguna yang sering memotret detail produk. Xiaomi 17T juga cocok untuk kreator konten dan pelaku UMKM yang membutuhkan hasil foto tajam dalam jarak dekat.

Performa hariannya ditopang chipset MediaTek Dimensity 8500 dengan fabrikasi 4 nm. Konfigurasi ini dipadukan dengan RAM LPDDR5X 12 GB dan penyimpanan internal hingga 512 GB.

Untuk menjaga suhu tetap stabil, Xiaomi menyematkan sistem pendingin 3D IceLoop. Di sisi daya, perangkat ini membawa baterai 6.500 mAh dengan pengisian cepat 67 watt dan reverse charging 22,5 watt.

Xiaomi 17T Pro: baterai lebih besar, performa lebih tinggi

Varian Pro ditujukan untuk pengguna yang membutuhkan tenaga lebih besar. Xiaomi membenamkan chipset Dimensity 9500 dengan fabrikasi 3 nm, yang diklaim memberi peningkatan performa CPU single-core hingga 32 persen dan GPU hingga 33 persen dibanding generasi sebelumnya.

Model ini juga menawarkan kapasitas penyimpanan hingga 1 TB. Kapasitas tersebut memberi ruang besar untuk dokumen kerja, foto beresolusi tinggi, dan video mentah.

Sektor kamera utamanya memakai sensor OmniVision Light Fusion 950 berukuran 1/1,31 inci. Sensor ini dirancang untuk menangkap lebih banyak cahaya sehingga lebih siap dipakai di kondisi minim penerangan.

Layarnya lebih besar, yakni OLED 6,83 inci dengan refresh rate 144 Hz. Kombinasi ini memberi pengalaman visual yang lebih mulus untuk navigasi, gaming, dan konsumsi konten.

Sorotan terbesar ada pada baterai silicon carbon berkapasitas 7.000 mAh. Teknologi ini memungkinkan kapasitas besar tanpa membuat bodi perangkat terlalu tebal.

Xiaomi juga memberi pengisian cepat 100 watt dan wireless charging 50 watt pada varian Pro. Paket ini membuat pengisian daya terasa lebih fleksibel, terutama untuk penggunaan di meja kerja atau saat mobilitas tinggi.

Fitur yang sama-sama menonjol di dua model

Kedua perangkat mendukung perekaman video 4K 60fps dengan HDR10 Plus dan profil warna Log. Dukungan ini membuat keduanya lebih menarik bagi pengguna yang ingin hasil video dengan karakter sinematik.

Xiaomi juga menyertakan speaker stereo dengan Dolby Atmos, NFC, dan fitur Xiaomi Offline Communication. Kehadiran fitur komunikasi offline ini menjadi nilai praktis saat berada di area dengan sinyal terbatas.

Untuk pasar Eropa, Xiaomi 17T dibuka mulai 750 euro atau sekitar Rp15,5 jutaan untuk varian 12/256 GB. Xiaomi 17T Pro dibanderol mulai 900 euro atau sekitar Rp18,6 jutaan untuk varian memori yang sama.

Perbedaan harga itu sejalan dengan peningkatan yang dibawa model Pro pada chip, baterai, layar, dan pengisian daya. Untuk saat ini, pasar Indonesia masih menunggu kepastian jadwal peluncuran dan penyesuaian harga resmi jika seri ini masuk ke Tanah Air.

Terbaru