Xreal Project Aura Terdengar Seperti XR Impian, Tapi Satu Kompromi Ini Sulit Diabaikan

Xreal Project Aura muncul sebagai salah satu perangkat XR yang paling menarik untuk dipantau karena mencoba menggabungkan bentuk kacamata pintar dengan kemampuan yang lebih dekat ke headset imersif. Kolaborasi Xreal dan Google ini juga penting karena perangkat tersebut disiapkan untuk ekosistem Android XR.

Daya tarik terbesarnya ada pada bidang pandang 70 derajat, angka yang disebut sebagai yang terlebar yang pernah dibawa Xreal. Jika spesifikasi ini terealisasi dengan baik, Project Aura berpotensi memberi pengalaman visual yang lebih luas untuk imersi dan multitasking dibanding banyak kacamata XR yang ada saat ini.

Meski begitu, perangkat ini belum memiliki tanggal rilis pasti. Xreal Project Aura saat ini dijadwalkan meluncur pada 2026, sementara harga dan kemungkinan varian produknya masih belum diumumkan.

Fokus utama: FOV 70 derajat

Bidang pandang atau field of view menjadi spesifikasi yang paling banyak menarik perhatian pada Project Aura. Dalam lini produk Xreal saat ini, Xreal One Pro memiliki FOV 57 derajat, sedangkan angka 70 derajat pada Aura berarti lompatan yang cukup besar di atas produk tersebut.

Perbandingan itu juga penting dalam konteks pasar. Angka 70 derajat disebut melampaui perangkat lain seperti Viture Beast yang berada di 58 derajat, sehingga Aura bisa menonjol di kelas kacamata XR dengan layar tembus pandang.

Layar yang lebih luas biasanya memberi ruang visual lebih besar untuk menempatkan konten digital. Ini dapat membantu saat pengguna membuka beberapa jendela sekaligus atau saat perangkat dipakai untuk pengalaman yang lebih imersif.

Spesifikasi yang sudah diketahui

Sejauh ini, detail teknis Project Aura yang telah muncul mencakup chip X1S dan desain tethered, yang berarti pemrosesan komputasi tidak sepenuhnya berada di dalam frame kacamata. Perangkat ini akan terhubung ke sebuah puck eksternal untuk kebutuhan komputasi.

Project Aura juga disebut mendukung 6 DoF tracking. Dukungan ini penting karena memungkinkan pelacakan posisi dan gerakan yang lebih lengkap untuk pengalaman XR dibanding perangkat yang hanya mengandalkan pelacakan lebih sederhana.

Di sisi interaksi, perangkat ini sudah mendukung hand tracking. Namun, daftar spesifikasi yang beredar menyebutkan tidak ada eye tracking pada model ini.

Absennya eye tracking menjadi salah satu catatan penting, terutama untuk perangkat yang ingin menjembatani kacamata pintar dan headset XR. Di sisi lain, Aura tetap membawa tiga kamera, electronic dimming, dan desain see-through yang mendukung penggunaan di dunia nyata dengan lapisan konten digital di atasnya.

Electronic dimming dapat membantu mengatur tingkat keterlihatan lingkungan sekitar sesuai kebutuhan penggunaan. Fitur seperti ini relevan untuk skenario yang menuntut keseimbangan antara imersi dan kesadaran terhadap ruang nyata.

Masih butuh puck eksternal

Salah satu kompromi pada Project Aura adalah kebutuhan membawa puck komputasi terpisah. Bentuk aksesori ini disebut sebesar smartphone modern dan dilengkapi touchpad untuk mengendalikan pointer.

Menurut Tom’s Guide, puck tersebut memiliki baterai 4455mAh dan memakai chip Snapdragon yang belum disebutkan namanya. Casing perangkat ini juga memiliki lanyard, sehingga puck dapat dibawa dengan cara digantung di leher.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa Xreal masih memilih membagi beban komputasi ke perangkat eksternal. Strategi tersebut bisa membantu menjaga bentuk kacamata tetap ramping, tetapi pada saat yang sama menambah satu perangkat lagi yang harus dibawa pengguna.

Posisi Project Aura di pasar XR

Project Aura terlihat dirancang sebagai produk perantara yang mencoba mengambil keunggulan dari dua kategori sekaligus. Bentuknya tetap menyerupai kacamata pintar, tetapi fitur seperti FOV lebar, 6 DoF tracking, hand tracking, dan beberapa kamera membuatnya bergerak lebih dekat ke ranah headset XR.

Pendekatan ini sejalan dengan arah Android XR yang ingin mendorong perangkat komputasi spasial yang lebih fleksibel. Kehadiran Google dalam proyek ini memberi konteks bahwa Aura bukan sekadar perangkat aksesori, melainkan bagian dari ekosistem yang lebih besar.

Sampai sekarang, belum ada informasi harga resmi. Itu berarti salah satu faktor penentu nasib perangkat ini di pasar masih belum terjawab.

Harga kemungkinan akan menjadi titik paling krusial untuk penerimaan publik. Sebagai pembanding dalam lini Xreal, Xreal One Pro saat ini dibanderol 559 USD.

Dengan kombinasi fitur yang lebih ambisius, Project Aura jelas menargetkan posisi yang lebih tinggi. Namun, tanpa angka resmi, arah persaingan perangkat ini masih terbuka dan akan sangat bergantung pada strategi Xreal serta Google saat detail berikutnya diumumkan.

Untuk saat ini, Project Aura menawarkan gambaran awal tentang kacamata XR yang lebih imersif tanpa meninggalkan bentuk yang lebih ringkas dari headset penuh. Informasi yang sudah muncul menempatkannya sebagai salah satu perangkat Android XR yang paling layak dipantau menjelang peluncurannya pada 2026.

Source: tech.sportskeeda.com

Berita Terkait

Back to top button