Motorola Edge 70 Pro+ mulai menarik perhatian justru sebelum resmi diumumkan. Bocoran di Geekbench memberi gambaran awal soal performa ponsel premium ini, lengkap dengan petunjuk kuat tentang chipset, RAM, dan sistem operasi yang dipakai.
Menjelang peluncuran yang dijadwalkan pada 4 Juni 2026, dua entri benchmark untuk perangkat ini sudah muncul di database Geekbench. Angka yang tercatat memang belum final, tetapi cukup untuk menunjukkan bahwa Motorola sedang menyiapkan model yang berada dekat dengan kelas flagship.
Skor Geekbench memberi petunjuk awal performa
Entri pertama mencatat skor single-core 1.668 poin dan multi-core 6.567 poin. Entri kedua menampilkan 1.722 poin untuk single-core dan 5.623 poin untuk multi-core.
Skor tersebut masih bersifat preliminary dan kemungkinan belum merepresentasikan performa puncak perangkat. Namun, hasilnya sudah cukup untuk memberi gambaran bahwa Edge 70 Pro+ bukan ponsel kelas menengah biasa.
Sebagai pembanding, Motorola Edge 70 Pro yang lebih dulu dirilis mencatat 1.739 poin pada single-core dan 6.864 poin pada multi-core. Kedekatan angka itu membuat dugaan mengarah pada penggunaan chipset yang sama, yakni MediaTek Dimensity 8500-Extreme.
Android 16 dan RAM 12GB terkonfirmasi
Data Geekbench juga mengungkap bahwa Motorola Edge 70 Pro+ akan menjalankan Android 16. Di pengujian tersebut, perangkat ini terdeteksi membawa RAM 12GB.
Belum tertutup kemungkinan ada pilihan memori lain saat peluncuran. Mengacu pada generasi sebelumnya, opsi penyimpanan bisa mencapai 512GB dengan RAM hingga 16GB.
Kombinasi Android 16 dan RAM besar ini memberi sinyal bahwa Motorola menyiapkan perangkat dengan fokus pada performa dan kesiapan software terbaru. Itu penting karena pasar ponsel premium kini makin ketat, terutama di kelas yang menuntut multitasking cepat dan efisiensi tinggi.
Kamera periskop 50 MP ikut muncul dalam bocoran
Selain performa, sektor kamera juga ikut terkuak lewat bocoran dari Flipkart. Motorola Edge 70 Pro+ disebut akan membawa kamera periskop telefoto 50 MP dengan sensor Sony LYTIA 710 dan dukungan optical zoom 3,5x.
Fitur ini jadi nilai tambah besar bagi ponsel premium. Kamera periskop biasanya dipakai untuk memperbesar objek dari jarak jauh tanpa kehilangan detail secara signifikan.
Bocoran yang sama juga menyebutkan tiga pilihan warna berbasis palet PANTONE. Warna yang disiapkan adalah PANTONE Stormy Sea, PANTONE Chicory Coffee, dan PANTONE Zinfandel.
Arah produk masih belum sepenuhnya jelas
Sampai saat ini, harga untuk tiap varian penyimpanan belum terungkap. Motorola Edge 70 Pro+ juga disebut sebagai versi berbeda dari model non-Plus yang tersedia secara global, dengan target pasar yang kemungkinan mengarah ke wilayah tertentu seperti India.
Belum ada konfirmasi resmi mengenai ketersediaannya di pasar global, termasuk Indonesia. Di sisi lain, Motorola Edge 70 sendiri sebelumnya sudah menjalani ulasan mendalam dan disebut sebagai salah satu ponsel tertipis di kelas harganya.
Bocoran yang beredar membuat posisi Edge 70 Pro+ semakin menarik untuk dicermati. Jika seluruh detail awal ini benar, Motorola tampaknya menyiapkan perangkat premium yang menggabungkan performa kompetitif, Android 16, kamera periskop, dan identitas warna khas PANTONE dalam satu paket.
Source: telset.id