Pada sejumlah ponsel Android, satu fitur yang seharusnya membantu justru bisa menjadi sumber perlambatan. Fitur itu menambah kapasitas RAM total dengan memakai penyimpanan internal sebagai swap space, dan pada perangkat dengan RAM besar hasilnya kerap berbalik arah.
Masalahnya, manfaat fitur ini sangat bergantung pada perangkat. Di ponsel dengan RAM terbatas, paging atau swap bisa membantu, tetapi di perangkat dengan RAM di atas 8GB, terutama 12GB atau lebih, fitur ini justru cenderung mengganggu pengalaman pakai.
Saat RAM virtual justru jadi beban
Fitur ini tidak benar-benar menambah RAM fisik. Sistem hanya menyisihkan sebagian penyimpanan internal, lalu memakainya ketika aplikasi membutuhkan memori lebih besar dari RAM yang tersedia.
Karena penyimpanan internal jauh lebih lambat daripada RAM fisik, perangkat harus bekerja lebih keras saat berpindah ke area virtual itu. Akibatnya, aplikasi bisa lebih lama dibuka, mengalami freeze, atau ditutup lebih agresif oleh sistem.
Efek lain juga bisa muncul. Ponsel dapat menjadi lebih panas saat digunakan, dan baterai bisa terkuras lebih cepat karena proses baca-tulis yang terus terjadi.
Untuk pengguna yang sudah punya RAM besar, kondisi ini sering tidak terasa sebagai peningkatan performa. Justru sebaliknya, sistem multitasking yang sebenarnya masih punya ruang malah dipaksa memakai storage yang lebih lambat.
Nama fiturnya berbeda-beda
Pada Samsung Galaxy, fitur ini dikenal sebagai RAM Plus. Di beberapa merek Android lain, namanya bisa Memory Extension atau RAM Extension.
Di Samsung, jalurnya ada di Settings, lalu Device Care, kemudian Memory, dan pilih RAM Plus. Pada perangkat Android lain, menu serupa biasanya berada di bagian Performance atau Memory di Settings, dan kadang tersembunyi di bawah About Phone.
Sebagian perangkat memberi opsi untuk mematikannya sepenuhnya. Sebagian lain hanya mengizinkan pengguna mengecilkan ukuran swap, dan dalam kasus itu pilihan terendah (2GB) menjadi opsi yang paling aman untuk dicoba.
Mengapa Samsung sedikit berbeda
RAM Plus di perangkat Samsung bekerja agak berbeda dari swap konvensional. Sistem tetap membuat memori virtual, tetapi mekanismenya memakai zRAM, yaitu sebagian RAM yang dialokasikan untuk operasi swap dengan prinsip kompresi.
Itu berarti Samsung tidak memakai penyimpanan internal seperti kebanyakan perangkat Android lain. Karena data dikompresi di RAM, fitur ini bisa membantu ponsel Samsung kelas bawah yang kapasitas memorinya kecil.
Namun, pada perangkat dengan RAM besar, pendekatan ini tetap bisa mengurangi ruang yang tersedia untuk aplikasi. Jika kapasitas RAM Plus diatur 4GB pada ponsel dengan RAM fisik 8GB, separuh memorinya bisa dialokasikan untuk zRAM.
Cara mematikannya agar perubahan terasa
Setelah pengaturan diubah, perangkat perlu di-restart agar perubahan diterapkan. Sesudah reboot, total RAM yang ditampilkan bisa terlihat menurun karena swap sudah dimatikan.
Pada beberapa perangkat, angka RAM total memang bisa berubah cukup besar. Contohnya, tampilan dapat menunjukkan 24GB saat swap aktif, lalu turun menjadi 12GB setelah fitur dimatikan.
Setelah pembaruan perangkat lunak, pengaturan ini juga perlu dicek ulang. Pada beberapa kasus, sistem bisa mengaktifkannya kembali secara otomatis.
Bagi pengguna yang ingin ponselnya tetap responsif, keputusan terbaik bergantung pada kapasitas RAM yang tersedia. Jika memori fisik sudah 12GB atau lebih, mematikan RAM Plus atau fitur serupa sering menjadi langkah yang layak dicoba terlebih dahulu.
