
Xiaomi disebut sedang menyiapkan fitur Privacy Display, tetapi arahnya tampak berbeda dari pendekatan Samsung. Jika bocoran ini akurat, perlindungan privasi layar itu tidak akan mengandalkan komponen hardware khusus, melainkan lewat software.
Rumor ini menarik karena Privacy Display sebelumnya menonjol lewat seri Galaxy S26, dan kini mulai memicu respons dari pesaing. Bagi pembaca, inti kabarnya ada pada satu hal: Xiaomi disebut ingin mengejar fungsi serupa, namun dengan solusi yang berpotensi lebih ringan di sisi perangkat.
Informasi tersebut datang dari pembocor Yogesh Brar, yang menyebut Xiaomi sedang mengerjakan fitur yang “mirip” dengan Privacy Display milik Samsung. Menurut klaim awal itu, Xiaomi diduga akan menempuh jalur software untuk menghadirkan fitur keamanan layar tersebut.
Brar juga menyebut implementasi itu bisa hadir melalui pembaruan HyperOS di masa depan. Versi yang disebut dalam bocoran adalah HyperOS 4, yang dikaitkan dengan Android 17 dan disebut berpeluang meluncur “akhir tahun ini”.
Sampai sekarang, cara kerja fitur itu masih belum jelas. Ketidakjelasan ini justru menjadi sorotan utama karena solusi berbasis software biasanya sangat berbeda dibanding pendekatan hardware yang digunakan untuk mengatur visibilitas layar.
Di sisi lain, pendekatan software bisa membuka peluang distribusi yang lebih luas lewat update sistem. Namun, langkah itu juga memunculkan dugaan adanya batasan tertentu jika dibandingkan dengan implementasi hardware penuh.
Mengapa rumor ini penting
Tak lama setelah debut Galaxy S26, sudah muncul laporan bahwa para pesaing Samsung mulai melirik Privacy Display. Dalam spekulasi sebelumnya, Xiaomi dan Honor termasuk nama yang disebut sebagai kandidat yang ingin mengikuti tren baru tersebut.
Menariknya, rumor yang beredar saat itu mengarah pada upaya meniru teknologi Samsung di level hardware. Kabar terbaru soal Xiaomi justru menunjukkan pergeseran arah yang cukup tajam, dari hardware ke software.
Perubahan pendekatan ini penting karena bisa memengaruhi hasil akhir yang diterima pengguna. Jika fitur privasi layar benar-benar dibuat lewat software, pengalaman pemakaian, efektivitas perlindungan, dan komprominya bisa berbeda dari solusi Samsung.
Samsung sendiri mendapat perhatian besar lewat fitur Privacy Display di lini Galaxy S26. Fitur itu dinilai membantu melindungi konten layar dari pandangan orang lain, tanpa perlu memasang aksesori tambahan seperti pelindung privasi eksternal.
Konteks persaingan dan waktu rilis
Rumor sebelumnya juga menyebut bahwa versi Privacy Display dari produsen lain bisa mulai muncul pada September dan setelahnya. Nama Xiaomi terus muncul dalam pembicaraan itu, sehingga bocoran terbaru ini memberi konteks yang lebih spesifik meski masih belum resmi.
Untuk jadwalnya, HyperOS 4 disebut sebagai kemungkinan kendaraan utama bagi fitur ini. Brar mengaitkannya dengan Android 17, sementara pola peluncuran Xiaomi tahun lalu menunjukkan rollout besar HyperOS dimulai sekitar akhir Oktober.
Pola itu belum tentu terulang persis sama, tetapi memberi gambaran soal rentang waktu yang masuk akal. Karena itu, perhatian kini tertuju pada kemungkinan Xiaomi memperkenalkan fitur tersebut bersamaan dengan pembaruan sistem besar berikutnya.
Tantangan pendekatan software
Sejauh ini, belum ada penjelasan teknis tentang bagaimana Xiaomi akan membuat layar menjadi lebih privat hanya lewat software. Justru di sinilah letak pertanyaan terbesarnya, karena fungsi seperti ini biasanya sangat bergantung pada cara panel menampilkan konten dari berbagai sudut pandang.
Jika hanya mengandalkan software, ada kemungkinan fitur itu bekerja dengan metode berbeda dari Samsung. Dampaknya, efektivitasnya bisa tidak setara dengan solusi yang memang dirancang di tingkat hardware sejak awal.
Di sisi lain, pendekatan software juga bisa dipandang sebagai upaya menghindari kompromi tertentu pada hardware. Hal ini relevan karena pengujian pada Galaxy S26 Ultra menunjukkan teknologi Privacy Display Samsung tampaknya berdampak pada kecerahan layar.
Dalam pengujian tersebut, layar S26 Ultra terlihat sedikit lebih gelap dibanding S25 Ultra dari berbagai sudut. Temuan itu menunjukkan bahwa fitur privasi layar, meski berguna, bukan tanpa konsekuensi pada kualitas tampilan.
Bagi Xiaomi, jalur software bisa saja dipilih untuk mencari keseimbangan lain antara privasi, kenyamanan, dan karakter layar. Namun sampai ada pengumuman resmi atau demonstrasi nyata, semua itu masih berada di ranah rumor dan spekulasi yang sangat awal.
Yang sudah jelas, persaingan fitur layar kini tidak lagi hanya soal resolusi atau tingkat kecerahan. Privacy Display mulai muncul sebagai area baru, dan Xiaomi tampaknya ingin ikut bermain dengan pendekatan yang sangat berbeda.
Source: www.androidcentral.com








