SmartSens Rilis Sensor Kamera 200 MP, Ancaman Baru untuk Dominasi Samsung dan Sony

SmartSens memperluas persaingan sensor kamera smartphone kelas atas dengan meluncurkan sensor 200 MP pertamanya, SCC62HS. Langkah ini penting karena perusahaan asal China itu selama ini dikenal sebagai pemasok kamera untuk Huawei, dan kini mulai menantang dominasi lini Samsung ISOCELL serta Sony LYT di segmen premium.

Peluncuran ini juga menandai perubahan posisi SmartSens dari pemain pendukung menjadi penantang langsung di ranah imaging ponsel flagship. Dengan resolusi tinggi dan sejumlah teknologi pemrosesan gambar yang dibawa langsung di level sensor, SCC62HS diposisikan untuk kebutuhan fotografi mobile yang lebih serius.

Sensor baru ini dibangun dengan format optik 1/1.55 inci dan piksel 0.5μm. SmartSens memproduksinya memakai proses Stacked BSI 55nm yang dikembangkan secara domestik.

Secara spesifikasi dasar, SCC62HS disebut dekat dengan Samsung ISOCELL HP5 200 MP. Namun SmartSens menonjolkan dukungan native LOFIC, atau Lateral Overflow Integration Capacitor, sebagai nilai pembeda utama.

Teknologi LOFIC itu dirancang untuk membantu sensor menangani cahaya dan rentang dinamis dengan lebih baik. Pendekatan ini disebut membuat perilaku sensor lebih dekat dengan cara mata manusia menangkap adegan.

Fokus pada HDR dan rentang dinamis

Salah satu fitur utama SCC62HS adalah PixGain HDR. SmartSens mengklaim teknologi ini mampu menghadirkan dynamic range hingga 86.3 dB sekaligus mengurangi artefak gerakan.

Di atas kertas, angka itu menjadi salah satu daya tarik utama sensor ini untuk pemotretan dengan kondisi cahaya rumit. Situasi seperti langit terang dan area bayangan gelap biasanya menjadi tantangan bagi kamera smartphone, sehingga rentang dinamis tinggi bisa memberi keuntungan nyata.

Sensor ini juga membawa on-chip dual-frame fusion. Fitur tersebut memungkinkan pemrosesan HDR dikerjakan langsung di dalam sensor, sehingga beban pemrosesan pada smartphone bisa berkurang.

Pendekatan itu penting karena HDR sering menuntut komputasi tinggi dan bisa memengaruhi kecepatan tangkap gambar. Dengan memindahkan sebagian beban ke sensor, ponsel berpotensi memperoleh hasil yang lebih konsisten saat memotret adegan bergerak.

Untuk fleksibilitas pengambilan gambar, SCC62HS mendukung mode Staggered HDR dan NDOL HDR. Dukungan ini memberi produsen ponsel opsi lebih luas saat menyesuaikan karakter kamera untuk berbagai skenario pemotretan.

Performa low-light ikut jadi sorotan

Selain HDR, SmartSens juga menekankan kemampuan sensor ini di kondisi minim cahaya. Perusahaan mengklaim SCC62HS memiliki sensitivity rating 3574mV/lux*s dan read noise 0.92e.

Kombinasi itu diarahkan untuk menangkap lebih banyak informasi cahaya sambil menekan noise. Dalam fotografi mobile, dua faktor ini sangat menentukan detail, warna, dan kejernihan gambar saat lingkungan gelap.

Untuk autofocus, sensor ini dibekali AllPix ADAF dan Sparse PDAF. SmartSens menyebut sistem tersebut membantu menjaga detail dan kejernihan gambar, termasuk pada kondisi pencahayaan rendah.

Kemampuan fokus yang stabil di cahaya minim sering menjadi titik lemah kamera ponsel beresolusi tinggi. Karena itu, penyematan dua pendekatan autofocus ini menunjukkan bahwa SmartSens tidak hanya mengejar angka megapiksel.

Sinyal baru bagi pasar flagship

Masuknya SmartSens ke sensor 200 MP memberi warna baru dalam persaingan komponen kamera smartphone premium. Selama ini, nama yang paling sering muncul di kelas ini adalah Samsung melalui seri ISOCELL dan Sony melalui lini sensor LYT.

Bagi produsen ponsel, hadirnya alternatif baru bisa membuka lebih banyak pilihan untuk diferensiasi kamera. Ini juga dapat mengurangi ketergantungan pada sedikit pemasok besar di pasar sensor flagship.

SmartSens sendiri sudah punya kedekatan dengan Huawei sebagai salah satu pemasok kamera. Karena itu, sensor baru ini disebut berpotensi debut di seri Huawei Pura 90.

Meski begitu, belum ada kepastian apakah SCC62HS juga akan dipakai oleh merek lain seperti Xiaomi, Vivo, dan produsen smartphone lainnya. Untuk saat ini, arah adopsi di luar Huawei masih belum jelas.

Jadwal produksi dan implikasinya

SmartSens menargetkan SCC62HS masuk produksi massal pada kuartal ketiga 2026. Jadwal ini memberi gambaran bahwa kehadiran komersialnya di smartphone masih bergantung pada kesiapan produksi dan integrasi dari mitra perangkat.

Jika rencana itu berjalan sesuai target, pasar bisa melihat sensor ini masuk ke ponsel premium generasi berikutnya. Kehadiran SCC62HS juga akan menjadi ujian apakah pemain baru di kelas 200 MP mampu menawarkan kualitas gambar yang cukup kuat untuk menyaingi nama besar yang sudah lebih dulu mapan.

Bagi industri smartphone, peluncuran ini bukan sekadar penambahan sensor resolusi tinggi lain. SmartSens mencoba masuk lewat kombinasi resolusi 200 MP, LOFIC, HDR hingga 86.3 dB, pemrosesan on-chip, dan fokus pada low-light, sebuah paket yang menunjukkan ambisi serius di segmen imaging kelas atas.

Source: gadgets.beebom.com
Exit mobile version