Asus ExpertBook Ultra Bikin Batas Laptop Bisnis Buyar, Tipis Mewah tapi Seperkasa Ini

Asus ExpertBook Ultra muncul sebagai salah satu laptop bisnis premium yang paling menarik perhatian karena memadukan empat hal yang jarang hadir bersamaan. Perangkat ini tipis, ringan, terasa mewah, tetapi tetap menawarkan performa tinggi dan durabilitas kelas serius.

Daya tarik utamanya bukan hanya pada desain, melainkan juga pada fakta bahwa laptop ini menjadi salah satu perangkat awal yang membawa prosesor Intel Panther Lake ke pasar global. Kombinasi itu membuat ExpertBook Ultra menonjol di tengah persaingan laptop kerja modern yang biasanya harus memilih antara portabilitas atau tenaga.

Bagi kalangan profesional, formula seperti ini penting karena kebutuhan kerja kini makin beragam. Laptop bisnis tidak lagi cukup hanya nyaman untuk mengetik dan rapat daring, tetapi juga harus siap menangani pekerjaan kreatif, multitasking berat, dan mobilitas tinggi.

Unit yang diuji hadir dengan Intel Core Ultra X7 358H, prosesor 16 core dengan turbo maksimal 4,8GHz. Dukungan memorinya mencapai 32GB LPDDR5x-8533, sementara penyimpanan memakai SSD 2TB M.2 PCIe 4.0.

Tipis, ringan, tetapi terasa premium

Asus membungkus ExpertBook Ultra dengan material magnesium-aluminum alloy yang menjaga bobotnya tetap di 1,1 kg. Ketebalannya juga hanya 1,65 cm, dengan dimensi 31 x 21,2 cm yang membuatnya tetap ringkas untuk laptop 14 inci.

Yang membedakan, bodi ini tidak memberi kesan rapuh atau murahan. Asus menambahkan lapisan nano ceramic yang membuat teksturnya matte, kesat di tangan, dan tidak mudah dipenuhi sidik jari.

Kesan premium itu diperkuat oleh kualitas rancang bangun yang kokoh. Area keyboard nyaris tidak menunjukkan flex saat ditekan, dan layar tetap terasa solid saat dibuka dengan satu tangan.

Lapisan bodinya juga diklaim keras dan tahan gores. Dalam pengujian, bodi laptop ini bahkan tidak menunjukkan bekas saat digores menggunakan kunci.

Ketangguhan jadi nilai lebih

Segmen laptop bisnis premium biasanya menonjolkan desain elegan, tetapi ExpertBook Ultra juga membawa aspek ketahanan yang kuat. Asus menyematkan sertifikasi MIL-STD-810H dengan ketahanan terhadap 24 jenis tes standar militer, mulai dari getaran, pasir, debu, hingga suhu ekstrem.

Selain itu, perangkat ini disebut lolos 157 tes durabilitas. Daftarnya mencakup uji jatuh dari 120 cm, ketahanan terhadap tumpahan air, uji engsel, hingga beban berat.

Dalam pengujian fisik, laptop ini diinjak, disiram air, dan dibebani di titik lentur pojok bawah saat layar terbuka maksimal. Hasilnya, perangkat tetap bisa beroperasi normal tanpa kerusakan fisik yang terlihat.

Layar OLED matte yang langka

Salah satu nilai jual terkuat ada pada layar 14 inci beresolusi 2880 x 1880. Panel ini menggunakan tandem OLED touchscreen dengan refresh rate 120Hz, lalu dipadukan dengan Corning Gorilla Glass Victus Matte.

Kombinasi ini tergolong langka karena banyak laptop OLED masih memakai lapisan glossy. Pada ExpertBook Ultra, pengguna tetap mendapat kontras tinggi dan warna kaya khas OLED, tetapi dengan kenyamanan lebih baik saat dipakai di bawah cahaya terang.

Pengalaman multimedia ikut ditopang sistem enam speaker. Suaranya disebut lantang dan cukup bertenaga, meski pada volume maksimum mulai terasa sedikit pecah.

Kencang untuk kerja berat dan grafis

Performa menjadi bagian yang paling banyak disorot dari laptop ini. Dalam pengujian PCMark 10, ExpertBook Ultra meraih skor 9.892 dan disebut melampaui prosesor AMD Ryzen AI serta Intel Core Ultra Series 2.

Pada Cinebench R24 dan render video di Handbrake, arsitektur Panther Lake juga menunjukkan keunggulan tipis namun konsisten atas pesaing utamanya. Performanya bahkan disebut mampu menempel ketat arsitektur ARM dari Snapdragon X Elite.

Kejutan lain datang dari grafis terintegrasi Intel Arc B390. GPU dengan 12 Xe core ini disebut mampu menyaingi laptop dengan GPU diskrit entry-level seperti RTX 3050 atau RTX 4050 generasi lama.

Kemampuan itu terasa berguna untuk beban kerja kreatif. Dalam penggunaan software 3D seperti Blender, ExpertBook Ultra disebut mampu menangani viewport secara mulus tanpa harus bergantung pada kartu grafis diskrit yang lebih boros daya.

Nyaman dipakai seharian

Asus juga memberi perhatian besar pada pengalaman penggunaan harian. Keyboard-nya dibuat lapang, dengan travel tuts yang terasa pas dan umpan balik taktil yang empuk namun tetap tegas.

Bagian ini juga dilapisi UV Coating agar tidak mudah kotor oleh minyak atau noda dari jari. Di bawahnya, tersedia haptic touchpad berukuran sekitar 12 x 7 cm yang memberi sensasi klik merata di seluruh permukaan dan responsif untuk gestur Windows 11.

Untuk konektivitas, laptop ini membawa dua Thunderbolt 4, dua USB-A 3.2 Gen 2, satu HDMI 2.1, dan jack audio 3,5 mm. Dua port Thunderbolt 4 ditempatkan terpisah di sisi kiri dan kanan, sehingga lebih fleksibel saat pengisian daya memakai charger 90W atau saat mengatur kabel.

Dukungan jaringan juga sudah modern dengan Wi-Fi 7 dan Bluetooth 6.0. Di sisi keamanan, ada sensor sidik jari di tombol daya dan kamera IR untuk Windows Hello yang disebut mampu membuka kunci dengan sangat cepat.

Baterai panjang, webcam biasa

Dengan baterai 70Wh, ExpertBook Ultra mencatat daya tahan sekitar 15 jam pada pengujian playback video 4K terus-menerus. Untuk skenario kerja seperti mengetik di Google Docs, browsing, dan edit foto ringan, daya tahannya ada di kisaran 12 jam.

Pada pengujian PCMark Office Productivity dengan kecerahan 200 nits, laptop ini bisa bertahan hampir 20 jam. Sementara untuk pemutaran video offline 1080p dengan kecerahan 50%, baterainya baru habis setelah hampir 25 jam.

Meski banyak unggul, laptop ini bukan tanpa catatan. Webcam 1080p-nya dinilai biasa saja, dengan hasil yang masih penuh noise di ruangan minim cahaya dan sudut pandang yang sangat lebar.

Mikrofon gandanya juga masih terdengar agak berjarak, khas mikrofon laptop standar. Namun kekurangan ini tidak menghapus daya tarik utama ExpertBook Ultra sebagai laptop bisnis premium yang berhasil memadukan mobilitas ekstrem, desain premium, layar unggulan, dan performa yang jauh di atas ekspektasi kelasnya.

Source: inet.detik.com

Berita Terkait

Back to top button