Meta Siapkan Liontin AI, Langkah Baru yang Bisa Ubah Cara Orang Berinteraksi

Meta disebut tengah menyiapkan wearable baru berbentuk liontin yang dibekali kecerdasan buatan. Jika pengembangan ini berjalan sesuai rencana, perangkat tersebut bisa menjadi langkah penting Meta untuk membawa AI lebih dekat ke aktivitas harian pengguna di luar smartphone dan komputer.

Kabar ini juga memperlihatkan arah baru perusahaan yang makin agresif di pasar perangkat pintar. Meta tampak tidak lagi hanya bertumpu pada platform sosial seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp, melainkan membangun ekosistem perangkat keras yang bisa menghadirkan pengalaman AI secara langsung.

Informasi mengenai proyek liontin AI itu pertama kali mencuat dari memo internal perusahaan yang diperoleh media teknologi The Information. Dalam laporan itu disebutkan Meta berencana mulai menguji perangkat tersebut pada tahun depan.

Berbasis teknologi Limitless

Salah satu detail paling menarik dari proyek ini adalah kemungkinan penggunaan teknologi yang dikembangkan Limitless. Startup tersebut diakuisisi Meta pada akhir tahun 2025 sebagai bagian dari ekspansi bisnis AI dan wearable.

Sebelum diambil alih, Limitless dikenal lewat perangkat AI berbentuk liontin yang bisa dikenakan di leher atau dipasang di pakaian. Fungsinya dirancang untuk membantu pengguna merekam percakapan, mencatat informasi penting, dan mendukung produktivitas sehari-hari.

Perangkat buatan Limitless menonjol karena mampu memahami konteks percakapan lalu mengubah informasi yang didengar menjadi catatan yang lebih mudah digunakan. Karena itu, akuisisi tersebut dipandang bukan hanya sebagai pembelian produk, tetapi juga upaya Meta mengamankan teknologi intinya.

Saat mengumumkan akuisisi itu, Meta menyampaikan bahwa langkah tersebut bertujuan mempercepat pengembangan perangkat wearable berbasis AI yang lebih inovatif. Dengan begitu, liontin AI yang kini dikabarkan sedang disiapkan dapat menjadi wujud awal dari integrasi teknologi Limitless ke dalam ekosistem Meta.

Fokus ke wearable dan bisnis

Selain liontin pintar, Meta juga dikabarkan sedang memperluas portofolio wearable berbasis AI lainnya. Salah satu fokus utamanya adalah lini kacamata pintar, termasuk produk hasil kolaborasi Meta dan Ray-Ban yang sudah mendapat respons positif di pasar.

Dorongan itu membuat Meta diyakini akan terus menambah kemampuan AI pada perangkat-perangkat tersebut agar lebih berguna dalam keseharian. Di sisi lain, perusahaan juga disebut menyiapkan layanan berlangganan baru untuk kalangan bisnis dengan nama “Wearables for Work”.

Program tersebut berpotensi menawarkan perangkat wearable yang dirancang untuk kebutuhan profesional dan perusahaan. Pengguna bisnis bisa memanfaatkannya untuk komunikasi, pencatatan informasi, dan produktivitas kerja yang terhubung dengan kecerdasan buatan.

Langkah ini menunjukkan bahwa Meta tidak hanya menyasar konsumen umum. Perusahaan juga melihat pasar bisnis sebagai ruang pertumbuhan penting bagi perangkat wearable berbasis AI.

Masih tanpa konfirmasi resmi

Meski kabar soal liontin AI ramai dibicarakan, Meta belum memberikan konfirmasi resmi. Perusahaan yang dipimpin Mark Zuckerberg itu juga tidak mengomentari rumor maupun dokumen internal yang beredar.

Sikap diam tersebut tidak sepenuhnya mengejutkan, mengingat Meta kerap menahan komentar atas informasi yang belum diumumkan secara resmi. Namun, arah pengembangan produk perusahaan belakangan ini memang konsisten menunjukkan fokus besar pada AI dan perangkat wearable.

Meta tampaknya menjadikan hardware sebagai jalur penting untuk menghadirkan AI secara lebih personal. Strategi itu juga berkaitan dengan upaya perusahaan membangun produk masa depan yang tidak bergantung pada layanan digital semata.

Reality Labs tetap jadi taruhan besar

Di balik semua rencana itu, pengembangan liontin AI dan perangkat wearable lain juga terkait dengan performa Reality Labs. Divisi ini menjadi pusat pengembangan perangkat keras, VR, AR, dan produk masa depan Meta.

Namun, unit tersebut masih menghadapi tekanan besar dari sisi keuangan. Laporan terbaru menyebut Reality Labs merugi sekitar 4 miliar dolar AS pada kuartal pertama tahun 2026.

Kerugian itu menambah panjang daftar beban yang sudah dialami divisi tersebut selama beberapa tahun terakhir. Meski begitu, Meta tetap menunjukkan komitmen besar untuk terus berinvestasi pada teknologi yang dianggap akan membentuk masa depan digital.

Mark Zuckerberg juga berulang kali menegaskan bahwa AI dan perangkat wearable akan menjadi fondasi penting evolusi teknologi berikutnya. Karena itu, liontin AI yang kini disiapkan bisa menjadi salah satu langkah nyata dalam membangun ekosistem perangkat pintar yang saling terhubung.

Pasar wearable AI kian ramai

Tren wearable berbasis AI memang terus berkembang. Jika sebelumnya pengguna akrab dengan smartwatch dan earbud pintar, kini perusahaan teknologi mulai mencoba bentuk perangkat yang lebih praktis dan personal.

Liontin AI memiliki daya tarik tersendiri karena bisa dipakai sepanjang hari tanpa banyak mengganggu aktivitas. Jika Meta mampu menghadirkan fungsi AI yang benar-benar berguna, perangkat ini berpeluang membuka kategori gadget baru yang lebih dekat dengan rutinitas pengguna.

Walau masih berupa kabar yang belum diumumkan resmi, proyek ini menegaskan bahwa persaingan AI semakin bergeser ke perangkat yang melekat langsung pada tubuh. Meta tampaknya ingin memastikan diri tidak tertinggal dalam perlombaan menuju era wearable AI.

Source: www.gadgetdiva.id

Berita Terkait

Back to top button