
Asus kembali meluncurkan tablet Android baru setelah hampir tiga tahun vakum di kategori ini. Produk bernama Asus Pad itu langsung menonjol lewat layar Tandem OLED 12,2 inci, chipset Dimensity 8300, dan baterai 9.000mAh.
Kombinasi tersebut menempatkan Asus Pad di kelas menengah atas, dengan fokus yang jelas pada pengalaman visual dan produktivitas. Kehadirannya juga menarik karena sudah menjalankan Android 16 langsung dari pabrik.
Sorotan utama perangkat ini ada pada panel 12,2 inci 2.8K dual-stacked Tandem OLED dengan refresh rate 144Hz. Asus juga menyebut panel ini mendukung cakupan warna 100% DCI-P3.
Teknologi Tandem OLED menjadi pembeda penting pada model ini. Dibanding OLED tradisional, pendekatan ini diklaim membantu menghadirkan kecerahan lebih tinggi, efisiensi daya yang lebih baik, dan usia pakai panel yang lebih panjang.
Di sektor performa, Asus Pad memakai chipset MediaTek Dimensity 8300. Chip ini dipadukan dengan RAM 8GB LPDDR5X dan penyimpanan internal hingga 256GB UFS 3.1.
Asus juga menambahkan dukungan ekspansi microSD hingga 1TB. Selain itu, tersedia pula fitur virtual RAM 4GB untuk membantu kebutuhan multitasking.
Pilihan spesifikasi tersebut menunjukkan Asus tidak hanya mengejar konsumsi multimedia. Tablet ini juga diarahkan untuk skenario kerja yang membutuhkan ruang penyimpanan besar dan perpindahan aplikasi yang tetap responsif.
Fokus pada mobilitas dan daya tahan
Asus membekali tablet ini dengan baterai 9.000mAh. Pengisian dayanya mendukung fast charging 45W melalui USB-C.
Baterai besar itu ditempatkan dalam bodi yang tetap tergolong ringkas untuk kelas layar 12 inci. Bobot perangkat tercatat 523 gram dengan ketebalan sekitar 6,5 mm.
Kombinasi kapasitas baterai, bodi tipis, dan bobot yang masih terkendali menjadi nilai penting untuk perangkat kerja bergerak. Pengguna yang sering memakai tablet untuk hiburan, rapat daring, atau aktivitas belajar berpotensi merasakan manfaat paling besar dari paket ini.
Dari sisi perangkat lunak, Asus Pad hadir dengan Android 16 sejak awal. Kehadiran versi Android terbaru ini memberi nilai tambah tersendiri di tengah pasar tablet Android yang tidak selalu datang dengan sistem operasi paling baru.
Dukungan aksesori dan ekosistem PC
Asus melengkapi tablet ini dengan dukungan ASUS Pen 2.0. Perangkat juga kompatibel dengan keyboard folio case untuk penggunaan yang lebih menyerupai laptop ringan.
Pendekatan ini memperlihatkan bahwa Asus Pad tidak hanya ditujukan sebagai perangkat konsumsi konten. Tablet ini juga dibangun untuk mencatat, mengetik, mengedit dokumen, dan mendukung kebutuhan kerja harian.
Fitur GlideX ikut disertakan untuk memperkuat sisi produktivitas. Melalui fitur ini, pengguna bisa berbagi layar, mentransfer file, dan menjalankan alur kerja lintas perangkat antara tablet dan PC.
Langkah tersebut penting karena banyak pengguna tablet kini menginginkan integrasi yang mulus dengan komputer utama mereka. Asus tampaknya mencoba memanfaatkan kekuatan ekosistem perangkatnya untuk memberi nilai tambah di luar spesifikasi inti.
Audio, kamera, dan konektivitas
Untuk kebutuhan multimedia, Asus Pad dibekali quad speaker yang didukung Dolby Atmos. Konfigurasi ini memberi sinyal kuat bahwa pengalaman menonton dan mendengarkan konten juga menjadi salah satu prioritas utama.
Di sisi konektivitas, tablet ini membawa Wi-Fi 6E dual-band dan Bluetooth 5.3. Port yang tersedia adalah USB-C 3.2 Gen 1.
Untuk fotografi dan komunikasi, Asus menyematkan kamera belakang 13MP. Sementara di bagian depan, tersedia kamera 5MP untuk panggilan video.
Spesifikasi kamera tersebut menegaskan peran tablet ini sebagai perangkat serbaguna, bukan alat fotografi utama. Kamera belakang cukup relevan untuk pemindaian dokumen, sedangkan kamera depan difokuskan untuk rapat online dan komunikasi sehari-hari.
Sejauh ini Asus belum mengumumkan harga dan ketersediaan Asus Pad. Perusahaan menyatakan detail itu akan dibagikan saat perangkat mulai dijual di berbagai wilayah dunia.
Source: gadgets.beebom.com








