One UI 9 Ubah Menu Power, Pencuri Tak Bisa Lagi Mematikan Ponsel Seenaknya

Samsung dilaporkan mengubah cara mematikan ponsel di One UI 9 dengan menambahkan tahap verifikasi identitas sebelum perangkat benar-benar bisa dimatikan atau di-restart. Perubahan kecil di menu daya ini dinilai penting karena bisa menyulitkan pencuri yang ingin segera menonaktifkan ponsel curian.

Fitur tersebut muncul saat pengguna membuka menu power seperti biasa, tetapi proses berubah ketika tombol “Power Off” atau “Restart” ditekan. Pada tahap itu, sistem akan meminta verifikasi dan tidak lagi mengandalkan biometrik seperti sidik jari atau wajah.

Verifikasi sebelum ponsel dimatikan

Informasi awal mengenai perubahan ini ramai dibahas saat pengguna Galaxy yang mengikuti beta One UI 9 mulai menguji perilaku baru menu daya. SammyFans melaporkan bahwa Samsung kini meminta pengguna membuktikan identitasnya sebelum proses mematikan atau memulai ulang perangkat diselesaikan.

Verifikasi itu disebut terjadi dua kali dalam alur penggunaan. Selain untuk mengonfirmasi pilihan mematikan atau me-restart ponsel, sistem juga memaksa autentikasi saat pengguna keluar dari menu jika berubah pikiran.

Jika verifikasi tidak bisa diselesaikan, perangkat dilaporkan tetap berada dalam kondisi terkunci. 9to5Google juga menyoroti temuan serupa dan menyebut para penguji di Reddit ikut mencoba fitur keamanan ini.

Salah satu unggahan pengguna di Reddit menyebut bahwa ketika menu daya dibuka lalu ditutup, perangkat Galaxy kini langsung kembali ke layar kunci, bukan ke layar sebelumnya. Dalam proses itu, biometrik sepenuhnya dinonaktifkan sehingga pengguna harus memasukkan PIN, kata sandi, atau pola.

Perubahan ini membuat akses cepat ke pemadaman perangkat tidak lagi semudah sebelumnya. Dalam konteks kehilangan atau pencurian, langkah itu bisa menjadi penghalang tambahan bagi orang yang memegang ponsel tanpa izin.

Mirip lockdown mode

Sejumlah pengguna di Reddit menilai pendekatan baru Samsung ini mirip dengan lockdown mode. Mode tersebut dikenal sebagai opsi sekali pakai yang memaksa perangkat hanya menerima PIN atau kata sandi untuk membuka akses.

Di Android, lockdown mode tidak hanya mematikan biometrik. Fitur itu juga menonaktifkan trusted devices, pengenalan suara, dan notifikasi di layar kunci.

Kemiripan ini terlihat dari fokusnya yang sama, yaitu mengurangi jalur pintas untuk mengakses perangkat dalam situasi berisiko. Bedanya, pada One UI 9, pendekatan itu dilaporkan diterapkan langsung pada proses mematikan atau me-restart ponsel.

Bagi pengguna biasa, perubahan ini mungkin terasa sebagai satu langkah tambahan. Namun dalam skenario pencurian, jeda kecil seperti ini bisa sangat berarti karena ponsel tidak dapat langsung dimatikan oleh orang yang tidak mengetahui kredensial pemilik.

Bagian dari tren perlindungan anti-pencurian

Perubahan di One UI 9 juga sejalan dengan arah pengembangan keamanan ponsel Android yang lebih luas. Google dalam beberapa waktu terakhir terus menambahkan perlindungan untuk menjaga ponsel tetap sulit diakses saat hilang atau dicuri.

Pada Januari, Google memperkenalkan perlindungan baru yang dirancang agar pencuri lebih sulit menargetkan ponsel. Pendekatan itu menggabungkan tiga fokus utama, yaitu pencegahan, ketahanan, dan pemulihan.

Salah satu fitur yang ikut disorot adalah Failed Authentication Lock yang mendapat toggle tersendiri. Langkah ini membuat pengguna lebih mudah mengatur tingkat ketatnya keamanan perangkat.

Google juga menambahkan kecerdasan pada mekanisme penguncian ketika ada pihak yang mencoba menebak PIN. Dengan demikian, perlindungan tidak hanya bergantung pada satu lapis verifikasi, tetapi juga pada deteksi upaya akses yang mencurigakan.

Dalam praktiknya, pencuri sering berusaha memutus koneksi atau mematikan perangkat secepat mungkin agar pemilik sulit melacak atau mengunci ponsel dari jarak jauh. Karena itu, perubahan pada menu power dapat memberi keuntungan penting bagi pemilik perangkat.

Masih dalam tahap pengujian pengguna

Saat ini, perubahan tersebut dilaporkan muncul di kalangan pengguna Galaxy yang sudah terdaftar di program beta One UI 9. Artinya, fitur ini masih dilihat melalui pengujian langsung oleh pengguna dan belum digambarkan sebagai perubahan final untuk semua perangkat.

Meski begitu, arah desainnya sudah cukup jelas. Samsung tampaknya ingin memastikan menu yang paling sensitif saat ponsel hilang, yaitu menu untuk mematikan perangkat, tidak lagi bisa dipakai tanpa autentikasi penuh.

Bila diterapkan lebih luas, pendekatan ini berpotensi menjadi salah satu lapisan keamanan yang paling terasa manfaatnya justru saat situasi darurat terjadi. Pengguna mungkin jarang memikirkannya dalam penggunaan sehari-hari, tetapi fitur seperti ini dirancang untuk bekerja pada momen ketika ponsel jatuh ke tangan yang salah.

Source: www.androidcentral.com
Exit mobile version