Oppo Siapkan HP Midrange Baterai 10.000 mAh, Harga Rp5 Jutaan Mulai Terasa Mengusik Rival

Persaingan ponsel kelas menengah dengan baterai super besar diperkirakan akan makin ramai dalam beberapa bulan ke depan. Oppo disebut sedang menyiapkan smartphone midrange baru dengan kapasitas baterai 10.000 mAh, angka yang kini mulai menjadi arena persaingan baru di segmen ini.

Bocoran tersebut datang dari tipster Digital Chat Station. Perangkat ini dirumorkan akan masuk ke lini seri A atau seri K milik Oppo, dengan harga sekitar 2.000 yuan atau Rp5 jutaan.

Kabar ini menarik karena Oppo tidak sendirian mengejar baterai jumbo di kelas menengah. Honor lebih dulu memiliki beberapa model dengan baterai 10.000 mAh, sementara Xiaomi dan Huawei juga dikabarkan menyiapkan perangkat serupa.

Di kubu Honor, nama yang disebut mencakup Honor Win RT, Honor Power 2, dan Honor Win Turbo. Xiaomi juga dirumorkan sedang menyiapkan ponsel menengah berkapasitas besar lewat Redmi Note 17 Pro Plus versi China dengan baterai 10.100 mAh, sedangkan versi globalnya diprediksi membawa 9.210 mAh.

Huawei juga disebut tengah mengerjakan smartphone misterius dengan kapasitas baterai sekelas itu. Artinya, baterai 10.000 mAh mulai bergerak dari sekadar fitur ekstrem menjadi nilai jual baru di pasar menengah.

Bocoran spesifikasi yang disiapkan Oppo

Menurut informasi yang beredar, Oppo tidak hanya fokus pada angka kapasitas baterai. Ponsel ini juga dikabarkan akan memakai chipset berbasis fabrikasi 4nm, yang umumnya diarahkan untuk efisiensi daya dan kinerja yang lebih seimbang.

Di sektor layar, perangkat ini diprediksi hadir dengan panel LTPS datar beresolusi 1,5K. Kombinasi layar tajam dan chipset efisien itu menunjukkan upaya Oppo untuk menjaga pengalaman visual sekaligus mengoptimalkan konsumsi energi.

Pendekatan ini penting karena baterai besar saja tidak selalu cukup untuk menghasilkan daya tahan yang benar-benar unggul. Efisiensi komponen tetap menjadi faktor utama agar kapasitas 10.000 mAh bisa memberi manfaat nyata dalam pemakaian sehari-hari.

Selain layar dan chipset, aspek desain juga ikut disorot dalam bocoran tersebut. Oppo dilaporkan akan membekali perangkat ini dengan material polimer tinggi yang tahan benturan, ditambah elemen desain “arsitektur berlian” milik perusahaan.

Mengutip GSMArena, teknologi itu sebelumnya telah muncul pada beberapa perangkat terbaru Oppo untuk meningkatkan durabilitas terhadap benturan keras. Ini memberi sinyal bahwa Oppo ingin ponsel baterai besar itu tetap tangguh, bukan sekadar tebal dan berat.

Bukan cuma soal kapasitas besar

Langkah Oppo terlihat mengarah pada paket yang lebih seimbang. Di satu sisi, perusahaan mengejar baterai raksasa untuk daya tahan panjang, tetapi di sisi lain tetap mencoba mempertahankan kepraktisan dan kenyamanan penggunaan harian.

Upaya tersebut juga terkait dengan faktor keamanan dan ketahanan fisik. Semakin besar baterai yang dibawa sebuah ponsel, semakin penting desain struktur perangkat dan material pelindung yang digunakan.

Karena itu, hadirnya material tahan benturan dan pendekatan desain khusus menjadi detail yang patut dicermati. Oppo tampaknya ingin menghindari kesan bahwa ponsel dengan baterai 10.000 mAh harus selalu berkompromi besar pada kenyamanan atau durabilitas.

Peta persaingan makin padat

Di dalam Grup BBK sendiri, Oppo justru bukan yang pertama masuk ke kategori ini. Beberapa bulan lalu, Realme P4 Power 5G sudah hadir dengan MediaTek Dimensity 7400 Ultra dan baterai 10.000 mAh.

Vivo juga lebih dulu melangkah melalui Vivo Y600 Pro. Perangkat tersebut memakai MediaTek Dimensity 7300e dan sama-sama mengusung baterai jumbo 10.000 mAh.

Situasi ini membuat langkah Oppo terasa semakin penting. Saat saudara dekatnya di dalam grup perusahaan sudah bergerak lebih dulu, masuknya Oppo ke kategori ini berpotensi memperluas persaingan sekaligus menambah tekanan bagi Honor, Redmi, dan Huawei.

Dari sisi harga, angka 2.000 yuan menempatkan ponsel ini di area yang cukup menarik untuk kelas menengah. Jika bocoran tersebut akurat, Oppo berpeluang menawarkan kombinasi baterai ekstrem, layar 1,5K, chipset 4nm, dan bodi tahan benturan di kisaran Rp5 jutaan.

Untuk saat ini, detail resmi perangkat tersebut memang belum diumumkan. Namun arah pengembangannya sudah memperlihatkan satu hal yang jelas: baterai 10.000 mAh bukan lagi fitur langka, melainkan medan baru yang sedang diperebutkan para merek besar di pasar midrange.

Source: www.suara.com

Berita Terkait

Back to top button