
Produsen ponsel kini membawa fitur live photo mirip iPhone ke HP Android harga mulai Rp1 jutaan. Langkah ini membuat pengalaman kamera di kelas entri terasa lebih dinamis tanpa harus naik ke perangkat premium.
Fitur tersebut memungkinkan pengguna merekam gambar bergerak selama beberapa detik sebelum dan sesudah tombol shutter ditekan. Pada sejumlah ponsel, fungsi ini sudah terintegrasi langsung ke sistem operasi bawaan pabrikan, sehingga pengguna tidak perlu lagi memasang aplikasi pihak ketiga.
Perubahan ini muncul karena permintaan konsumen muda terhadap konten visual yang lebih hidup terus meningkat. Di saat yang sama, kemampuan perangkat keras kamera di kelas murah juga ikut berkembang sehingga sensor yang lebih terjangkau kini bisa menangani komputasi visual yang lebih berat.
Fitur kamera premium makin masuk ke kelas murah
Persaingan di segmen harga terjangkau kini tidak lagi hanya soal baterai besar. Produsen mulai menonjolkan fitur sekunder kamera sebagai nilai jual utama, termasuk mode potret bergerak yang mirip Live Photo di iPhone.
Sejumlah pabrikan global disebut sudah menyuntikkan fitur itu ke lini produk terbaru mereka. Suara.com juga melaporkan bahwa adopsi tangkapan bergerak ini sudah hadir pada beberapa seri ponsel yang beredar di pasar Indonesia.
Kehadiran fitur tersebut memberi keuntungan praktis bagi pengguna. Selain hasil foto terasa lebih hidup, kebutuhan memori RAM juga bisa lebih hemat karena fungsi bawaan ponsel menggantikan aplikasi tambahan.
Deretan HP Android Rp1 jutaan yang membawa fitur ini
Di kelas entry-level, beberapa merek mulai memasukkan fitur foto bergerak ke perangkat mereka. Vivo Y19s Pro menjadi salah satu contoh dengan sensor utama beresolusi tinggi untuk menangkap detail gerakan objek secara instan.
Tecno dan Infinix juga menghadirkan ponsel entry-level dengan opsi foto bergerak di menu kamera melalui antarmuka sistem operasi terbaru. Sementara itu, varian pembaruan dari Redmi disebut membawa algoritma pemrosesan gambar dinamis untuk kelas harga terjangkau.
Spesifikasi utama yang ikut mendukung
Fitur live photo di ponsel murah tidak berdiri sendiri. Perangkat di kelas ini umumnya mengandalkan sensor utama beresolusi tinggi yang dipadukan dengan optimalisasi kecerdasan buatan agar hasil cuplikan tetap tajam dan minim noise.
Berikut ringkasan perangkat yang disebut membawa kapabilitas tersebut:
| Nama Perangkat | Fitur Kamera Utama | Kapasitas Baterai | Segmentasi Harga |
|---|---|---|---|
| Vivo Y19s Pro | Lensa Utama Resolusi Tinggi | 5000 mAh | Rp1 Jutaan |
| Tecno Spark Seri Terbaru | Sensor Dinamis AI | 5000 mAh | Rp1 Jutaan |
| Infinix Hot Seri Terbaru | Kamera Utama 50MP | 5000 mAh | Rp1 Jutaan |
| Redmi Seri Kelas Entri | Modul Kamera Ganda | 5000 mAh | Rp1 Jutaan |
Dari data tersebut terlihat bahwa baterai 5000 mAh mulai menjadi standar penting di kelas murah. Kapasitas itu membantu menopang pemrosesan foto bergerak yang membutuhkan daya lebih besar sepanjang hari.
Dampaknya ke pasar Android entry-level
Integrasi fitur premium ke ponsel murah ikut mengubah peta persaingan industri mobile. Konsumen kini memiliki pilihan yang lebih luas saat mencari perangkat harian, terutama jika mengutamakan kamera selain daya tahan baterai.
Peningkatan fitur juga mendorong pengembang aplikasi media sosial untuk menyesuaikan sistem mereka dengan format gambar bergerak dari Android. Standardisasi format berkas menjadi perhatian berikutnya agar hasil tangkapan bisa dibagikan lintas platform dengan lebih lancar.
Di sisi pasokan, persaingan harga di tingkat distributor resmi masih berlangsung ketat seiring melimpahnya stok komponen chipset global. Lembaga riset memprediksi fitur serupa akan menjadi standar wajib bagi seluruh ponsel murah yang meluncur pada sisa kuartal tahun ini.









