
Amazfit merilis dua smartwatch baru dalam lini Balance, yakni Balance 3 dan Balance Ultra. Duo perangkat ini langsung menonjol lewat daya tahan baterai panjang, dengan model Ultra diklaim mampu bertahan hingga 30 hari dalam penggunaan normal.
Bukan hanya soal baterai, kedua jam ini juga membawa fitur khusus Hyrox dan sistem HybridCharge Energy Intelligence. Kombinasi ini membuat seri Balance baru diarahkan bukan sekadar untuk pelacakan olahraga, tetapi juga untuk membantu pengguna menyeimbangkan latihan, pemulihan tubuh, pekerjaan, dan stres harian.
Peluncuran dilakukan pada Kamis (4/6/2026). Balance 3 hadir sebagai penerus Balance 2, sementara Balance Ultra menjadi model Ultra pertama dalam keluarga Balance.
Amazfit juga menyebut ada sejumlah peningkatan pada generasi baru ini. Perubahan itu mencakup layar yang lebih terang, tambahan tombol fisik, dan integrasi fitur kebugaran yang lebih fokus pada latihan sekaligus pemulihan.
Fokus pada kebugaran dan pemulihan
Nama “Balance” dipakai karena perangkat ini dirancang untuk mendukung keseimbangan antara latihan kekuatan, latihan ketahanan, pekerjaan, dan pengelolaan stres sehari-hari. Untuk itu, Amazfit menyematkan berbagai fitur pemantauan kebugaran dan pemulihan yang saling terhubung.
Salah satu fitur baru utamanya adalah HybridCharge Energy Intelligence. Sistem ini dirancang untuk membantu pengguna membaca kapan tubuh perlu beristirahat dan kapan masih siap menjalani aktivitas fisik.
HybridCharge menggabungkan tiga metrik utama. Ketiganya adalah BioCharge untuk memantau energi dan pemulihan tubuh, LifeLoad untuk mengukur tingkat stres dan aktivitas harian, serta Training Load untuk menghitung beban latihan yang diterima tubuh.
Amazfit juga merupakan mitra resmi Hyrox, kompetisi kebugaran indoor yang menggabungkan lari dan latihan fungsional. Karena itu, Balance 3 dan Balance Ultra sudah dibekali fitur-fitur khusus yang relevan untuk peserta atau penggemar Hyrox.
Fitur itu meliputi program latihan terstruktur, simulasi lomba, virtual pace, hingga dukungan latihan yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta kompetisi. Kehadiran fitur Hyrox menjadi pembeda penting karena pasar smartwatch kini makin ramai dengan perangkat yang menonjolkan aspek kebugaran spesifik.
Balance Ultra unggul di baterai
Balance Ultra diposisikan sebagai model yang lebih premium. Perangkat ini menggunakan material titanium, memiliki lima tombol fisik, dan dibekali baterai 780 mAh.
Dengan kapasitas itu, Balance Ultra diklaim mampu bertahan hingga 30 hari dalam penggunaan normal. Saat GPS Accuracy Mode aktif, dayanya disebut bisa mencapai 50 jam.
Sebagian besar spesifikasi lain pada model Ultra serupa dengan Balance 3. Keduanya sama-sama memakai layar AMOLED 1,5 inci dengan tingkat kecerahan puncak 3.000 nits, GPS dual-band, sensor BioTracker 6.0, dan penyimpanan internal 64 GB.
Balance 3 bawa layar lebih terang dan bodi baja
Amazfit Balance 3 reguler dibekali layar AMOLED 1,5 inci beresolusi 480 x 480 piksel. Tingkat kecerahan puncaknya mencapai 3.000 nits, atau sekitar 50 persen lebih terang dibanding generasi sebelumnya.
Layar itu dilindungi sapphire glass yang lebih tahan gores. Peningkatan kecerahan ini ditujukan agar tampilan tetap mudah dibaca saat dipakai di bawah sinar matahari langsung.
Dari sisi desain, Balance 3 memakai material stainless steel. Jam ini memiliki diameter 51,4 mm dan ketebalan 12,5 mm.
Konfigurasi tombol fisiknya kini berjumlah empat. Susunannya terdiri dari satu crown putar dan satu tombol di sisi kanan, serta dua tombol tambahan di sisi kiri.
Amazfit juga disebut akan menghadirkan Balance 3 versi titanium dalam waktu dekat. Varian ini akan menjadi opsi bagi pengguna yang menginginkan material lebih premium tanpa beralih ke model Ultra.
Untuk ketahanan, Balance 3 sudah mengantongi sertifikasi tahan air 10 ATM. Dengan sertifikasi itu, jam tangan ini dapat digunakan untuk berenang di perairan terbuka, snorkeling, hingga free diving dengan kedalaman mencapai 45 meter.
Di sektor daya, Balance 3 dibekali baterai 658 mAh. Amazfit mengeklaim smartwatch ini mampu bertahan hingga 21 hari dalam pemakaian normal.
Untuk navigasi dan olahraga luar ruangan, Balance 3 menggunakan GPS dual-band yang diklaim lebih efisien dibanding generasi sebelumnya. Mode GPS Accuracy kini dapat bertahan hingga 41 jam, naik dari 33 jam pada Balance 2.
Jika fitur Always-On Display diaktifkan, daya tahannya turun menjadi sekitar tujuh hari. Angka ini menunjukkan adanya kompromi antara tampilan layar yang selalu aktif dan efisiensi baterai.
Sensor kesehatan dan fitur harian
Kedua model membawa sensor biometrik BioTracker 6.0 PPG. Sensor ini mendukung pemantauan detak jantung, kadar oksigen darah atau SpO2, suhu kulit, kualitas tidur, hingga tingkat stres selama 24 jam.
Pengguna juga akan menerima notifikasi bila sistem mendeteksi detak jantung tidak normal atau kadar oksigen darah terlalu rendah. Fitur ini memperluas fungsi perangkat dari sekadar pelacak aktivitas menjadi alat pemantau kondisi tubuh harian.
Fitur pendukung lain pada Balance 3 mencakup speaker dan mikrofon untuk panggilan Bluetooth, NFC, serta penyimpanan internal 64 GB untuk peta offline dan musik. Ada pula lampu senter bawaan dan navigasi turn-by-turn dengan peta offline.
Di pasar global, Amazfit Balance 3 dijual dengan harga 370 poundsterling. Balance 3 versi titanium dipatok 450 poundsterling, sedangkan Balance Ultra dibanderol 600 poundsterling.
Sejauh ini belum diketahui apakah dua smartwatch tersebut juga akan dipasarkan di Indonesia. Namun dari spesifikasi dan fitur yang dibawa, seri Balance terbaru ini jelas diarahkan ke pengguna yang menginginkan smartwatch premium dengan baterai awet dan dukungan latihan yang lebih terstruktur.
Source: tekno.kompas.com








