
Samsung disebut tengah membidik kontrak baru di sektor chip kendaraan otonom setelah sebelumnya mengamankan kesepakatan multi-tahun dengan Tesla. Kali ini, fokusnya mengarah ke BYD, raksasa mobil listrik asal China yang dinilai bisa menjadi pelanggan penting bagi bisnis foundry perusahaan Korea Selatan itu.
Arah pembicaraan ini penting karena bukan hanya soal satu pelanggan baru. Jika kesepakatan dengan BYD terwujud, Samsung berpeluang memperkuat posisi di pasar semikonduktor otomotif sekaligus memperbaiki kinerja bisnis foundry yang selama beberapa tahun terakhir masih kesulitan mencetak laba.
Samsung melihat peluang di China
Menurut Sedaily, Samsung sedang berdiskusi dengan BYD dan sejumlah produsen mobil China lain untuk memproduksi chip autonomous driving. Chip tersebut disebut dapat dibuat dengan proses manufaktur 2nm dan 4nm, dua node yang berada di level lebih maju dibanding kemampuan produksi chip paling mutakhir di China saat ini.
Samsung bukan pemain baru di segmen ini. Perusahaan itu sudah memproduksi chip 5nm untuk Nio, produsen kendaraan listrik lain dari China, sehingga memiliki pijakan awal dalam rantai pasok semikonduktor otomotif di pasar tersebut.
Peluang Samsung muncul saat kebutuhan chip canggih di industri otomotif China terus meningkat. Dalam situasi itu, kemampuan manufaktur menjadi faktor penentu, terutama untuk chip yang dipakai pada sistem bantuan pengemudi dan komputasi kendaraan yang semakin kompleks.
Kesenjangan teknologi jadi faktor kunci
Salah satu alasan utama pembicaraan dengan BYD mengemuka adalah adanya kesenjangan teknologi di industri foundry. SMIC, foundry terbesar di China, saat ini disebut baru memproduksi chip pada level 7nm, sehingga tertinggal dari pemain global seperti Samsung dan TSMC.
Di sisi lain, proses 4nm Samsung disebut telah mencapai tahap matang dengan yield yang stabil. Untuk generasi berikutnya, proses 2nm berbasis teknologi Gate-All-Around atau GAA juga disebut telah menjadi node yang diminati klien global besar, termasuk Tesla.
Perbedaan kapabilitas ini membuat Samsung berada pada posisi yang menarik bagi produsen mobil China. Saat kebutuhan chip otonom meningkat dan desain chip makin kompleks, akses ke node manufaktur yang lebih maju menjadi nilai tambah yang sulit diabaikan.
Kapasitas SMIC disebut sudah padat
Selain faktor teknologi, persoalan kapasitas produksi juga ikut membuka ruang bagi Samsung. Kapasitas produksi paling maju milik SMIC dilaporkan telah penuh oleh pelanggan seperti Huawei, sehingga perusahaan otomotif China yang membutuhkan volume tinggi chip canggih disebut menghadapi tantangan untuk mengamankan pasokan.
Kondisi itu dapat mendorong produsen kendaraan listrik mencari mitra manufaktur di luar ekosistem domestik. Dalam konteks ini, Samsung dinilai memiliki kombinasi antara proses produksi yang lebih maju dan kapasitas yang bisa dimanfaatkan oleh calon pelanggan baru.
Samsung juga memiliki pengalaman dalam merancang dan memproduksi chip otomotifnya sendiri, termasuk lini Exynos Auto. Rekam jejak ini memberi nilai tambahan karena pelanggan otomotif biasanya menuntut stabilitas pasokan, kualitas produksi, dan pemahaman mendalam atas kebutuhan industri kendaraan.
Bukan hanya BYD
Pembicaraan dengan BYD dipandang sebagai bagian dari peluang yang lebih besar di China. Pengamat industri menilai setelah produsen mobil, perusahaan teknologi China seperti Alibaba, Tencent, ByteDance, dan Baidu juga bisa melirik foundry Samsung untuk memproduksi semikonduktor AI buatan mereka sendiri.
Prospek itu relevan karena pengembangan chip AI membutuhkan proses manufaktur yang kompetitif. Jika Samsung mampu memanfaatkan celah yang muncul dari keterbatasan teknologi dan kapasitas pemain lokal, basis pelanggannya di China bisa meluas jauh melampaui sektor kendaraan listrik.
Bagi bisnis foundry Samsung, perkembangan ini datang pada saat yang penting. Divisi tersebut telah lama menghadapi tekanan profitabilitas, sehingga tambahan pelanggan besar dari industri otomotif dan teknologi dapat menjadi pendorong utama perbaikan kinerja.
Laporan yang beredar bahkan menyebut potensi laba dari bisnis foundry Samsung bisa terlihat secepat tahun depan. Meski belum ada konfirmasi soal kontrak dengan BYD, arah pembicaraan yang sedang berlangsung menunjukkan bahwa persaingan chip kendaraan otonom kini tidak lagi hanya ditentukan oleh desain, tetapi juga oleh siapa yang mampu memproduksinya dalam skala besar dan dengan teknologi paling maju.
Source: sammyguru.com








