ASUS ROG Edition 20 Bawa RTX 5090 Dan Ally X20, Ekosistem Gaming Makin Ganas

ASUS Republic of Gamers merayakan dua dekade kiprahnya di industri perangkat keras dengan cara yang agresif: meluncurkan jajaran eksklusif Edition 20 di Computex 2026. Bukan hanya pamer desain peringatan, lini ini juga memperlihatkan arah baru ekosistem gaming ASUS yang makin terhubung dengan AI, performa ekstrem, dan tampilan visual yang seragam di berbagai perangkat.

Di momen ini, ASUS menampilkan produk untuk pengguna rakitan PC kelas atas, pemain kompetitif, hingga gamer yang mengutamakan mobilitas. Seluruh lini dibungkus identitas visual khusus yang memadukan ROG Black, Red, aksen Radiant Gold, serta elemen transparan Crystal Lens.

Fokus pada performa kelas enthusiast

Untuk segmen perakit PC DIY, ASUS membawa fondasi sistem yang dirancang untuk kebutuhan paling berat. Sorotan utamanya ada pada ROG G1000 Edition 20, desktop ultra-tower dengan prosesor AMD Ryzen 9 9950X3D2 dan GPU RTX 5090.

Perangkat ini juga dibekali sistem pendingin cair AIO 420mm untuk menjaga suhu tetap terkendali. Di bodinya, ASUS menambahkan layar AniMe Holo, yang disebut sebagai sistem kipas holografik pertama di dunia untuk PC rakitan.

Masih di jalur performa tinggi, ROG NUC 16 Edition 20 hadir sebagai opsi lebih ringkas. Mini PC berkapasitas 3 liter ini memakai GPU Laptop RTX 5090 dengan dukungan DLSS 4.5.

ASUS juga membekali perangkat itu dengan fitur QuietFlow agar pembuangan panas tetap stabil. Sistem ini diklaim mampu menangani beban panas hingga 300 watt.

Monitor OLED untuk kecepatan ekstrem

ASUS memperluas ekosistem Edition 20 lewat tiga monitor OLED yang menyasar kebutuhan berbeda. ROG Swift OLED PG27AQWP-G menjadi model 26,5 inci dengan teknologi Tandem WOLED dan sistem dual-mode.

Pengguna bisa memilih QHD pada 540Hz atau beralih ke HD pada 720Hz. Waktu responsnya tercatat 0,02 ms, sehingga perangkat ini jelas ditujukan untuk skenario kompetitif yang sangat cepat.

Di kelas esports, ASUS membawa ROG Strix OLED XG259QWPG ACE. Monitor OLED FHD 24,5 inci ini diklaim sebagai monitor esports OLED FHD pertama di dunia, dengan refresh rate 540Hz untuk transisi visual yang lebih mulus.

Untuk pasar resolusi tinggi, ROG Swift OLED PG32UCWM hadir dengan panel 32 inci 4K Tandem RGB OLED. Monitor ini mendukung mode ganda, yakni 4K 240Hz atau FHD 480Hz.

Jaringan cepat untuk ekosistem yang serba terhubung

Di sisi konektivitas, ASUS memperkenalkan ROG Rapture GT-BE98 Pro Edition 20 sebagai router WiFi 7 unggulan. Perangkat ini memakai konfigurasi quad-band, dukungan MLO, dan desain hitam-emas.

Kemampuannya disebut sanggup menangani bandwidth hingga 30Gbps. Bagi ekosistem gaming yang bergantung pada respons cepat dan transfer data besar, perangkat ini menjadi salah satu komponen penting dalam lini baru ASUS.

Masuk ke ranah genggam dan mobilitas

ASUS juga membawa pendekatan yang lebih mobile lewat Bundel ROG XBOX Ally X20. Konsol genggam ini mendapat layar Nebula HDR OLED 7,4 inci dan prosesor AMD Ryzen AI Z2 Extreme.

Bundel tersebut juga menyertakan kacamata cerdas ROG XREAL R1 Edition 20 AR. Dengan perangkat ini, gamer dapat menikmati visual game secara nirkabel seolah menggunakan monitor besar di mana saja.

Pendekatan itu menunjukkan bahwa ASUS tidak hanya mengejar performa mentah, tetapi juga pengalaman bermain yang fleksibel. Arah ini cocok dengan tren perangkat portabel yang makin serius masuk ke pasar gaming premium.

Periferal premium dan kontrol yang terintegrasi

Lini Edition 20 tidak berhenti di perangkat inti. ASUS juga menghadirkan keyboard mekanis ROG Azoth Extreme, mouse esports ROG Harpe II Extreme dengan sensor 65K, dan kursi gaming ROG Destrier berdesain eksoskeleton futuristik.

Seluruh ekosistem perangkat keras ini dipadukan lewat pembaruan ROG Armoury Crate Edition 20. Dari desktop hingga periferal, ASUS mencoba membangun satu bahasa desain dan satu sistem kontrol yang saling terhubung.

Berita Terkait

Back to top button