Review Sony 1000X The Collexion, Lebih Mewah dan Enak Didengar Tapi Tidak Selalu Lebih Baik

Sony mencoba memberi warna baru pada lini headphone ANC premiumnya lewat 1000X The Collexion. Model edisi khusus ini tampil lebih mewah dari WH-1000XM6, tetapi membawa selisih harga besar, yakni $650 di Amazon US, €630 di Amazon DE, dan £549 di Amazon UK.

Daya tarik utamanya bukan sekadar tampilan. Headphone ini juga membawa penyetelan suara baru, material premium, dan sejumlah peningkatan fitur, meski beberapa kompromi tetap muncul pada performa ANC dan daya tahan baterai.

Fokus pada pengalaman premium

Sony 1000X The Collexion diposisikan sebagai versi khusus dari WH-1000XM6. Desainnya mengambil inspirasi dari MDR-1000X, headphone noise-canceling Sony yang diperkenalkan sekitar 10 tahun lalu saat perusahaan mulai menantang dominasi Bose QuietComfort.

Bagian luar headphone ini dilapisi material sintetis bergaya kulit yang terasa lembut. Sony juga menambahkan engsel berbahan stainless steel serta detail logam yang memanjang di area headband, memberi kesan lebih kokoh dibanding rangka plastik pada XM6.

Perubahan fisik itu tidak hanya kosmetik. Earpad dibuat sedikit lebih lebar dan headband terasa lebih lapang, sehingga kenyamanan pemakaian jangka panjang menjadi salah satu keunggulan paling jelas dari model ini.

Ruang bagian dalam earpad juga lebih besar. Efeknya, bantalan tidak terlalu menekan telinga, sesuatu yang bisa terasa penting bagi pengguna yang sering memakai headphone berjam-jam.

Namun ada konsekuensinya. Bobot Collexion lebih berat lebih dari 60 gram dibanding XM6, meski tambahan bantalan membuatnya tetap nyaman dipakai.

Suara lebih matang, tapi bukan lompatan besar

Sony tetap memakai driver 30 mm seperti pada XM6, tetapi Collexion menggunakan soft edge dome dengan material karbon komposit. Sony mengklaim pendekatan ini membantu reproduksi bass dan noise-canceling, sambil mengoptimalkan tata letak papan sirkuit agar bisa memuat substrat tembaga lebih tebal dengan 1,5 kali lebih banyak copper foil.

Penyetelan suaranya juga dikerjakan bersama mastering engineer. Hasilnya, karakter audio Collexion terdengar sedikit berbeda dari XM6, terutama pada mid-range yang dinilai lebih rapi dan pemisahan instrumennya lebih baik.

Dibanding tuning XM6 yang cenderung hangat, Collexion tampil lebih dewasa. Fokus bass terasa lebih ditahan, sementara detail di frekuensi menengah dan tinggi hadir lebih jelas.

Ruang suara juga terasa lebih luas. Ini membuat musik terdengar lebih hidup, walau perbedaannya tetap tergolong halus dan baru terasa jelas saat dibandingkan langsung dengan XM6.

Fitur baru yang relevan, tapi tidak revolusioner

Di sisi fitur, Collexion hampir identik dengan XM6. Namun Sony menambahkan chip V3 untuk pemrosesan suara yang lebih baik dan dukungan native DSEE Ultimate, teknologi upscaling audio berbasis AI untuk mencoba memulihkan frekuensi yang hilang.

Sony juga membekali headphone ini dengan 360 Upmix. Fitur tersebut mengubah audio stereo biasa menjadi audio spasial, dengan tiga profil khusus untuk musik, film, dan game yang bisa dipilih lewat tombol khusus pada headphone.

Konektivitas ikut diperbarui ke Bluetooth 6.0, menggantikan Bluetooth 5.3 pada XM6. Dukungan dual device pairing tetap tersedia, begitu juga codec SBC, AAC, LDAC, dan LC3.

Kontrol fisiknya masih familier dengan tombol daya dan tombol ANC/ambient. Bedanya, kini ada tombol ketiga untuk berpindah mode mendengarkan, selain port 3,5 mm untuk koneksi analog dan USB-C untuk pengisian daya.

ANC masih kuat, tetapi XM6 dinilai lebih efektif

Untuk peredam bising, Collexion memakai chip Q3 yang sama dengan XM6 dan total 12 mikrofon. Hasilnya tetap sangat baik dalam meredam suara frekuensi rendah dan menengah seperti dengung AC, getaran mesin, dan kebisingan kabin pesawat.

Meski begitu, ANC-nya justru disebut sedikit kurang kuat dibanding XM6. Salah satu penyebab yang diduga datang dari diameter bagian dalam earpad yang lebih lebar, sehingga passive seal ke telinga tidak seketat XM6.

Dalam penggunaan nyata, perbedaannya tidak drastis. Collexion tetap mampu menekan sebagian besar suara luar, hanya saja XM6 masih unggul saat keduanya dibandingkan secara langsung.

Kualitas panggilan suaranya juga dinilai baik, termasuk saat kondisi berangin. Namun performa mikrofonnya masih belum menyamai beberapa pesaing seperti AirPods Max 2 dari Apple atau Sennheiser HDB 630.

Baterai jadi titik kompromi utama

Pengorbanan terbesar tampaknya terjadi pada baterai. Karena profil earcup dibuat sekitar 5 mm lebih ramping, ruang internal berkurang dan kapasitas daya ikut terkena dampaknya.

Dengan ANC aktif dan streaming lewat AAC, daya tahan baterainya hanya sedikit di atas 25 jam. Angka ini tertinggal cukup jauh dari XM6 yang bisa bertahan lebih dari 30 jam.

Ini menjadi faktor penting karena Collexion juga membawa premium harga $200/€200 di atas XM6. Dengan selisih sebesar itu, konsumen tidak hanya membayar bahan dan desain, tetapi juga harus menerima baterai yang lebih pendek dan ANC yang sedikit kalah kuat.

Sony tetap menyertakan case bawaan berukuran besar dengan handle terintegrasi. Bagian bawah case memakai magnetic flap, dan di dalamnya ada kompartemen untuk kabel audio yang disertakan.

Secara keseluruhan, Sony 1000X The Collexion menyasar pengguna yang ingin headphone ANC dengan rasa lebih eksklusif. Nilai jualnya ada pada kenyamanan, material, dan karakter suara yang lebih halus, bukan pada lompatan performa besar atas WH-1000XM6.

Source: www.gsmarena.com

Berita Terkait

Back to top button