SheHacks 2026 Dorong Perempuan Pakai AI, 27.000 UMKM Dibidik Naik Kelas

Indosat Ooredoo Hutchison kembali mengarahkan SheHacks ke kebutuhan bisnis perempuan yang paling mendesak saat ini: memanfaatkan AI untuk tumbuh lebih cepat. Fokus itu membuat SheHacks 2026 terasa lebih dekat dengan tantangan nyata pelaku UMKM yang harus bergerak adaptif di tengah perubahan pasar digital.

Program yang sudah masuk tahun ketujuh ini tidak hanya bicara soal pelatihan teknologi. Indosat menempatkan SheHacks sebagai upaya memperkuat kapasitas perempuan Indonesia, terutama untuk menjembatani kesenjangan akses terhadap kemampuan digital, ekosistem pendukung, dan peluang pengembangan usaha.

AI untuk bisnis sehari-hari

Di tengah percepatan transformasi digital, teknologi tidak lagi hanya berguna untuk memperluas jangkauan pelanggan. AI kini juga dipakai untuk membantu produktivitas, membaca kebutuhan konsumen, hingga menyusun strategi bisnis yang lebih efektif.

Bagi perempuan pelaku UMKM, pergeseran ini menjadi penting karena banyak aktivitas usaha bisa dibantu dengan alat digital yang lebih praktis. Mulai dari menyusun materi promosi, membuat konten, mengatur pemasaran, memahami perilaku pelanggan, sampai mengelola usaha dengan lebih efisien.

Data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menunjukkan 64,5 persen UMKM di Indonesia dimiliki atau dikelola oleh perempuan. Angka itu menegaskan bahwa akses ke teknologi dan AI bukan lagi kebutuhan tambahan, melainkan bagian penting dari daya saing usaha perempuan.

Selama enam tahun terakhir, SheHacks disebut telah menjangkau lebih dari 61.000 perempuan di berbagai daerah di Indonesia. Jangkauan itu dibangun lewat peningkatan kapasitas bisnis, pelatihan digital, mentoring, dan penguatan ekosistem kewirausahaan berbasis teknologi.

Target 27.000 peserta dalam enam bulan

Pada penyelenggaraan 2026, SheHacks menargetkan partisipasi 27.000 perempuan pelaku UMKM. Program pembelajarannya berlangsung selama enam bulan dan dibuat fleksibel agar bisa diikuti dari berbagai wilayah Indonesia.

Peserta akan mendapat akses ke self-learning, webinar, workshop online, mentoring, dan business showcase. Pola ini membuat program tidak berhenti pada pengenalan teknologi, tetapi juga memberi ruang pendampingan yang lebih berkelanjutan bagi peserta yang ingin mengembangkan usaha.

SVP Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison, Ovidia Nomia, mengatakan SheHacks terus berkembang mengikuti perubahan kebutuhan perempuan Indonesia. Ia menilai AI akan semakin berperan dalam cara masyarakat belajar, bekerja, berwirausaha, dan berinovasi.

Ovidia juga menegaskan bahwa Indosat ingin perempuan punya kesempatan yang setara untuk memahami dan memanfaatkan teknologi. Posisi itu bukan hanya sebagai pengguna, tetapi juga sebagai kreator, inovator, dan penggerak pertumbuhan ekonomi.

Workshop tatap muka hadir di 10 kota

Selain jalur digital, SheHacks 2026 juga menggelar workshop tatap muka di 10 kota. Kota yang masuk rangkaian program itu adalah Bandung, Trenggalek, Medan, Bogor, Ternate, Bekasi, Pekanbaru, Badung, Singkawang, dan Sragen.

Kegiatan di kota-kota tersebut akan diisi talkshow inspiratif, sesi live selling, dan berbagi pengalaman dengan pelaku usaha perempuan, komunitas, influencer, serta perwakilan Indosat. Format ini mempertemukan materi teknis dengan pengalaman praktis dari dunia usaha.

Peserta juga akan belajar memanfaatkan AI untuk pemasaran digital, pembuatan konten, dan pengelolaan keuangan. Pembelajaran itu memakai Sahabat-AI, Large Language Model asli Indonesia yang dirancang untuk mendukung produktivitas dan kebutuhan bisnis.

Melalui SheHacks 2026, Indosat ingin mendorong lebih banyak perempuan Indonesia agar mampu memanfaatkan teknologi sebagai alat percepatan usaha. Dengan pembelajaran, mentoring, dan akses teknologi yang lebih merata, program ini diarahkan menjadi ruang belajar sekaligus wadah pemberdayaan untuk membuka peluang bisnis yang lebih besar dan berkelanjutan.

Exit mobile version