Dolar AS Naik, 7 HP Mantan Flagship Ini Malah Jadi Buruan Karena Harganya Anjlok

Lonjakan dolar AS membuat harga ponsel baru di kelas menengah ikut tertekan ke atas. Di saat yang sama, mantan flagship justru makin dilirik karena harganya turun jauh, bahkan pada beberapa model disebut bisa merosot hingga separuh.

Perubahan ini mendorong pembeli lebih rasional dalam memilih perangkat. Dengan performa chipset flagship lama yang masih kuat, banyak konsumen kini melihat ponsel premium generasi sebelumnya sebagai opsi yang lebih masuk akal dibanding memaksakan diri membeli model baru yang lebih mahal.

Kenapa mantan flagship jadi buruan

Daya tarik utama mantan flagship ada pada rasio performa dan harga. Berdasarkan pengujian benchmark, cip flagship generasi terdahulu masih mampu menghasilkan komputasi tinggi saat disandingkan dengan ponsel kelas menengah baru.

Kondisi ekonomi pertengahan tahun 2026 ikut memperkuat tren ini. Bursa ponsel premium bekas makin ramai karena banyak pembeli mengejar spesifikasi tinggi tanpa harus membayar harga peluncuran yang dulu sangat mahal.

Xiaomi 13T Pro dan Samsung Galaxy S22 Ultra masih relevan

Xiaomi 13T Pro masuk daftar incaran karena membawa profil warna Leica Authentic pada sistem kamera. Ponsel ini memakai MediaTek Dimensity 9200+, mendukung pengisian daya 120W, dan punya sertifikasi IP68.

Kelemahannya ada pada bodi belakang glossy yang mudah kotor dan suhu yang cenderung hangat saat merekam video resolusi tinggi terus-menerus. Meski begitu, perangkat ini tetap terlihat menarik untuk pengguna yang butuh kamera kuat dan pengisian cepat.

Samsung Galaxy S22 Ultra juga masih punya nilai jual tinggi untuk produktivitas. S-Pen bawaan di bodinya memberi pengalaman mencatat yang presisi di atas layar Dynamic AMOLED 2X, sementara kamera telefoto dengan zoom optik 10x tetap menjadi daya tarik utama.

Namun, pembeli perlu mempertimbangkan konsumsi dayanya. Cip Snapdragon 8 Gen 1 dikenal agak boros, sehingga pengguna yang aktif seharian perlu lebih cermat soal manajemen baterai.

iPhone 15 standar dan Vivo X100 Pro punya target berbeda

iPhone 15 standar kini jauh lebih bersahabat di kantong dibanding saat awal rilis. Keunggulannya ada pada bodi ringkas, kenyamanan penggunaan satu tangan, layar yang tetap terang di luar ruangan, efisiensi Apple A16 Bionic, dan port USB Type-C.

Kekurangannya terletak pada refresh rate layar yang masih 60Hz. Untuk pengguna yang mengejar kelancaran visual tinggi, aspek ini bisa menjadi pertimbangan penting sebelum membeli.

Vivo X100 Pro menonjol untuk kebutuhan fotografi serius. Lapisan Zeiss T Coating pada lensanya membantu mereduksi flare malam hari, sementara pemrosesan warnanya dinilai rapi, termasuk pada pemisahan warna kulit.

Ponsel ini ditenagai Dimensity 9300 dan menawarkan performa buas. Konsekuensinya, bodinya terasa agak berat karena modul kamera belakang yang menonjol besar.

Pilihan untuk Android murni dan gamer

Google Pixel 8 Pro menarik bagi pengguna yang menginginkan pengalaman Android murni tanpa iklan bawaan. Dengan Google Tensor G3, ponsel ini unggul untuk fitur penyuntingan gambar berbasis AI seperti Magic Eraser.

Meski begitu, kekuatan grafisnya bukan fokus utama untuk bermain game kompetitif dalam durasi panjang. Karena itu, perangkat ini lebih cocok untuk pengguna yang memprioritaskan software bersih dan olah foto cerdas.

Asus ROG Phone 7 hadir sebagai pilihan kuat untuk gamer. Sistem pendingin internalnya menjaga suhu tetap adem, ditambah tombol sensor sentuh AirTrigger dan baterai besar untuk bermain seharian.

Sisi yang perlu dicatat ada pada kameranya yang biasa saja serta bodi yang tebal dan kaku. Kendati begitu, untuk kebutuhan game, kombinasi fiturnya masih sangat menarik di harga yang sudah lebih terjangkau.

OnePlus 11 melengkapi daftar ini dengan duet Snapdragon 8 Gen 2 dan optimasi warna kamera bersama Hasselblad. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah ketersediaan pusat servis resminya di daerah sekitar sebelum membeli.

Hal yang perlu dicek sebelum membeli bekas

Membeli mantan flagship tetap butuh ketelitian. Panel layar perlu diperiksa dari burn-in atau perubahan warna, lalu baterai dan pengisian daya juga harus diuji agar tidak ada masalah tersembunyi.

Pembeli juga disarankan memilih toko yang memberi garansi pemakaian yang jelas. Langkah ini penting agar pembelian ponsel premium bekas tetap aman dan tidak menimbulkan kerugian di kemudian hari.

Berita Terkait

Back to top button