Krisis pasokan RAM dan chipset global masih menekan industri ponsel, termasuk Samsung. Di tengah situasi itu, Samsung Indonesia memilih bergerak agresif lewat kolaborasi dengan Lazada untuk menjaga harga tetap kompetitif bagi konsumen.
Langkah ini muncul saat Mega Sale Lazada 6.6 Super Wow Sale berlangsung. Samsung menawarkan promo subsidi cicilan ringan dan gratis ongkir untuk membantu pembeli mengakses perangkat incarannya dengan biaya yang lebih terjangkau.
Selvia Gofar, Director of Online Business Samsung Indonesia, mengakui pasokan dan kalkulasi harga perangkat kini sangat dipengaruhi kompleksitas fitur bawaan. Ia juga menegaskan bahwa penentuan harga akhir tetap mengikuti nilai fitur dan inovasi yang dibawa ke pengguna.
Samsung menyebut tantangan komponen ini masih dirasakan di level global. Meski perusahaan punya kedekatan dengan pabrik semikonduktor internal, manajemen tetap harus menghitung rantai pasok dengan ketat agar produksi dan strategi harga tetap terkendali.
Dalam penjelasannya, Samsung menilai produk premium memang pantas dibanderol lebih tinggi. Contohnya, Samsung Galaxy S26 Ultra disebut diposisikan di kelas atas karena membawa chipset paling mutakhir dan inovasi kecerdasan buatan atau AI tingkat tinggi.
Perusahaan juga menekankan bahwa konsumen kini makin cermat membandingkan harga dan teknologi. Karena itu, Samsung melihat harga yang dibayarkan harus sebanding dengan pengalaman dan fitur premium yang diterima pembeli.
Di sisi lain, Samsung Indonesia memetakan lini flagship agar calon pembeli lebih mudah memilih sesuai kebutuhan. Galaxy Z Fold ditujukan untuk produktivitas para profesional, sementara Galaxy Z Flip diarahkan ke anak muda kreatif yang mengutamakan gaya.
Galaxy S Series tetap menjadi andalan bagi pencinta fotografi mobile kelas berat. Pemetaan ini juga membantu Samsung menyesuaikan komunikasi produk saat pasar sedang sensitif terhadap harga dan ketersediaan komponen.
Menjelang libur sekolah, Samsung memperkirakan pencarian ponsel baru akan meningkat tajam. Lonjakan itu diperkirakan terjadi pada seri premium seperti Galaxy S26, maupun kelas menengah seperti Galaxy A57 dan A37.
Bagi Samsung, perangkat kini dipandang sebagai investasi jangka panjang oleh banyak orang. Karena itu, momentum diskon besar 6.6 diharapkan membuka akses yang lebih luas bagi pembeli lama maupun baru untuk mendapatkan gawai incaran dengan skema harga yang lebih hemat.
