WWDC 26 diperkirakan menjadi momen penting bagi pengguna perangkat Apple karena fokus utamanya ada pada pembaruan perangkat lunak yang luas. Tidak ada ekspektasi peluncuran hardware baru, tetapi perubahan yang disiapkan disebut menyentuh cara pengguna berinteraksi dengan iPhone, iPad, Mac, Apple Watch, hingga layanan inti Apple.
Sorotan terbesarnya mengarah ke Siri yang disebut akan mendapat perombakan menyeluruh. Asisten digital Apple itu diposisikan sebagai pusat strategi AI baru, dengan fitur yang jauh lebih kontekstual dan lebih mampu menjalankan tugas kompleks dibanding generasi sebelumnya.
Acara ini dimulai pada pukul 10:00 AM PT atau 7:00 PM CEST melalui siaran langsung resmi. Formatnya tetap software-focused, sehingga perhatian pasar lebih tertuju pada sistem operasi baru, kecerdasan buatan, dan penyempurnaan antarmuka.
Menurut Mark Gurman dari Bloomberg, Siri baru akan mampu mengakses informasi pribadi dari aplikasi dan layanan Apple untuk membantu pengguna menyelesaikan tugas. Siri juga disebut bisa menyusun email dengan memanfaatkan data dari pesan, kontak, catatan, kalender, dan sumber lain yang relevan.
Kemampuan lain yang disorot adalah pemahaman konteks dari apa yang sedang tampil di layar. Dengan itu, Siri disebut dapat menambahkan acara ke kalender, menangani benturan jadwal, dan merespons permintaan yang memerlukan beberapa langkah sekaligus.
Apple juga disebut menyiapkan aplikasi terpisah untuk Siri dengan kontrol yang lebih lengkap dan integrasi Shortcut. Chatbot ini kabarnya akan mendukung perintah tertulis maupun suara, dengan riwayat obrolan yang tersinkronisasi melalui iCloud di iPhone, iPad, dan Mac.
Salah satu detail paling penting adalah penggunaan model AI Gemini dari Google untuk menopang Siri generasi baru. Laporan yang beredar menyebutkan pemrosesan ini terdengar seperti berjalan di server Google, bukan sepenuhnya di infrastruktur Apple.
Dukungan untuk model AI lain juga disebut terbuka, termasuk ChatGPT dan Claude. Selain itu, Apple dikabarkan menyiapkan fitur Extensions yang digambarkan seperti mini app store untuk memperluas kemampuan Siri lewat layanan tambahan.
Peluncuran Siri versi baru ini tidak disebut akan hadir serentak untuk semua pengguna. Gurman sebelumnya melaporkan bahwa fitur tersebut bisa diluncurkan bertahap dalam versi beta dan disertai waitlist bagi pengguna yang ingin mencoba lebih awal.
AI jadi tema besar di luar Siri
Perubahan di WWDC 26 diperkirakan tidak berhenti pada Siri. Apple juga disebut akan memperkenalkan framework CoreAI agar pengembang aplikasi bisa menghadirkan integrasi Siri dan mendukung AI agents di aplikasi mereka.
Langkah itu penting karena menandai upaya Apple membawa AI lebih dalam ke ekosistemnya, bukan sekadar sebagai fitur bawaan sistem. Jika diumumkan, CoreAI bisa menjadi fondasi bagi pengalaman aplikasi pihak ketiga yang lebih kontekstual dan otomatis.
Di sisi kreatif, Apple dilaporkan menyiapkan alat edit gambar berbasis AI. Fungsinya mencakup penghapusan objek, peningkatan kualitas gambar, perubahan sudut foto dengan memanfaatkan informasi depth, hingga memperluas foto atau uncropping.
Beberapa fitur ini disebut bisa dijalankan lewat antarmuka bahasa alami. Apple juga dikabarkan mengerjakan generator wallpaper berbasis AI serta saran otomatis untuk Genmoji, dengan kemungkinan dukungan layanan generasi gambar tambahan.
Performa dan tampilan ikut dibenahi
Selain AI, sistem operasi baru Apple diperkirakan membawa peningkatan performa dan daya tahan baterai. Apple juga disebut menjanjikan keamanan yang lebih baik, reliabilitas lebih tinggi, dan jumlah bug yang lebih sedikit.
Bagian antarmuka juga ikut jadi fokus setelah bahasa desain Liquid Glass menuai respons beragam. Apple disebut berupaya mengatasi persoalan keterbacaan yang muncul akibat efek transparansi bergaya kaca tersebut.
Perbaikan UI yang disebut bakal hadir mencakup kontrol kamera yang bisa dikustomisasi, pembaruan animasi keyboard dan notifikasi, serta fitur undo dan redo di homescreen. Ada juga tab pencarian yang lebih baik untuk aplikasi media dan berita.
Dukungan untuk alternatif AirPlay pihak ketiga juga disebut sedang disiapkan. Apple turut dikabarkan merombak layar pengaturan AirPods, antarmuka Find My, dan widget Conditions di aplikasi Weather yang menampilkan angin serta curah hujan langsung di layar utama.
Ada pula indikasi bahwa antarmuka baru ini disiapkan agar kompatibel dengan perangkat lipat pertama Apple yang disebut sebagai iPhone Ultra. Namun, sejauh mana hal itu akan ditampilkan di panggung WWDC masih belum jelas.
Safari, Wallet, dan watchOS ikut dapat sentuhan baru
Aplikasi Wallet disebut akan mendapat opsi untuk menambahkan tiket kustom, gift card, dan entry pass. Wallet juga diperkirakan bisa membantu membagi tagihan dengan beberapa orang, termasuk melalui Messages.
Safari kabarnya memperoleh halaman awal baru untuk mempermudah akses ke bookmark, favorit, reading list, dan riwayat penelusuran. Browser ini juga disebut akan memakai AI untuk membantu mengatur tab dan mengelompokkannya berdasarkan kategori.
Untuk Apple Watch, watchOS 27 diperkirakan hadir dengan pembaruan Modular watch face. Komplikasi baru disebut bisa menampilkan status pemantauan detak jantung dan pelacakan kebugaran secara lebih jelas.
watchOS 27 juga dikabarkan membawa fitur kesehatan berbasis AI dan pemantauan latihan menggunakan kamera. Jika seluruh agenda ini benar-benar diumumkan, WWDC 26 akan menjadi panggung besar bagi reposisi Apple dari pembaruan sistem biasa menuju pengalaman perangkat yang semakin ditopang AI.
Source: www.gsmarena.com