
Casio memasuki 2026 dengan jajaran jam premium yang tampil lebih matang tanpa meninggalkan identitas utamanya: tangguh, fungsional, dan mudah dipakai sehari-hari. Daya tarik terbesarnya ada pada perpaduan material yang lebih mewah dengan desain yang tetap akrab bagi penggemar G-Shock dan Edifice.
Perubahan itu terlihat dari penggunaan forged stainless steel, carbon fiber, hingga bio-based resin yang kini makin sering dipakai. Hasilnya bukan sekadar jam yang terlihat lebih mahal, tetapi juga model yang memberi pilihan lebih luas bagi pembeli yang ingin tampilan premium tanpa melepas karakter utilitarian khas Casio.
Arah baru jam premium Casio
Selama ini Casio kuat lewat desain digital klasik dan reputasi durabilitas tinggi. Dalam beberapa tahun terakhir, merek ini memperluas lini premium dengan fokus pada finishing, kenyamanan, dan material yang lebih baik.
Pendekatan itu membuat katalog 2026 terasa menarik karena tidak hanya mengandalkan satu gaya. Ada model bergaya klasik, ada yang bernuansa motorsport, ada pula yang menyasar kolektor franchise dan pengguna yang ingin fitur kebugaran modern.
Salah satu model yang paling menonjol secara visual adalah G-Shock GM-S2110SR-7A. Jam ini memakai bahasa desain CasiOak oktagonal dalam ukuran lebih ringkas, sehingga lebih cocok untuk pergelangan tangan yang kecil atau sempit.
Ciri utamanya ada pada kaca jam yang mendapat perlakuan polarized vapor deposition. Efeknya menciptakan gradasi halus yang berubah warna tergantung sudut cahaya, dipadukan dengan bezel stainless steel dan strap putih dari bio-based resin. Harganya tercatat $210.
Casio juga menghadirkan pendekatan berbeda lewat G-Shock GM-2100-1ASW. Model ini dirilis bersamaan dengan film 2026 Star Wars: The Mandalorian and Grogu, tetapi tampilannya tidak dibuat terlalu mencolok seperti jam kolaborasi pada umumnya.
Jam ini memakai forged metal bezel dengan tekstur industrial yang dirancang menyerupai Beskar steel dari waralaba tersebut. Fungsinya tetap khas G-Shock dengan shock resistance dan ketahanan air 200 meter, sementara detail kolektornya hadir lewat flat ID card bermagnet yang bisa dilipat menjadi display stand 3D. Harganya $220.
Pilihan untuk penggemar desain dan teknologi
Di lini Edifice, Sospensione ECB2300D-2A menawarkan salah satu konsep desain paling jelas. Lug yang menghubungkan case ke strap dibentuk menyerupai double wishbone suspension pada mobil balap, menguatkan tema motorsport yang memang menjadi identitas seri Edifice.
Casio juga memangkas diameter case sebesar 2 mm agar lebih nyaman dipakai harian. Material carbon fiber-reinforced resin dan stainless steel membantu menjaga bobot tetap ringan namun kaku, sementara Tough Solar dan konektivitas Bluetooth memungkinkan sinkronisasi waktu lewat aplikasi ponsel Casio. Harganya $280.
Pilihan yang paling tidak biasa dalam daftar ini adalah Edifice Automatic EFK110D-7A. Model ini penting karena Casio selama ini hampir sepenuhnya dikenal lewat jam quartz dan digital, sedangkan EFK110D-7A memakai automatic movement buatan Jepang.
Jam mekanis ini menawarkan power reserve 42 jam dalam case stainless steel 38 mm dengan bracelet stainless steel solid. Dial berteksturnya dibuat dengan teknik electroforming, lalu dilengkapi sapphire crystal tahan gores dan transparent case back untuk memperlihatkan mesinnya. Harganya $300.
Untuk pembeli yang ingin jam digital bergaya klasik tetapi lebih cerdas, G-Shock Move GM-H5600-9 menjadi salah satu opsi paling lengkap. Dari luar, tampilannya masih seperti G-Shock kotak berlapis metal dengan bezel stainless steel berlapis gold ion plating dan strap bio-based resin.
Namun bagian belakangnya menyimpan optical sensor untuk memantau detak jantung dan kadar oksigen darah. Jam ini memakai algoritma dari Polar untuk analisis latihan, pemantauan sleep recovery, dan hitungan langkah harian, lalu menampilkan data pada layar Memory-in-Pixel LCD berkontras tinggi. Pengisian dayanya lewat USB dengan bantuan solar charging, dan harganya $385.
Model untuk penggemar G-Shock klasik dan ukuran besar
Bagi penggemar jam berukuran besar, G-Shock Fine Metallic GM-110YRA-8A menawarkan tampilan yang paling industrial. Basisnya adalah case oversized seri 110, tetapi Casio menaikkannya lewat bezel stainless steel dengan kombinasi finishing brushed hairline dan polished mirror.
Dial-nya memakai dasar warna perak dengan aksen merah dan hitam. Strap-nya dibuat dari silikon lembut yang dibungkus lapisan pelindung urethane, sementara bagian bawah strap diberi finishing silver vapor deposition agar serasi dengan case metal. Harga model ini $290.
Di sisi lain, G-Shock Digital GW-5000HS-7 menyasar penggemar desain asli G-Shock 1983 yang ingin konstruksi lebih serius. Secara visual jam ini tetap terlihat seperti square G-Shock biasa, tetapi struktur internalnya jauh lebih berat.
Casio membekalinya dengan solid metal inner case dan screw-lock case back yang sama-sama dilapisi Diamond-Like Carbon untuk membantu mencegah goresan. Bezel dan strap luarnya memakai bio-based resin, sedangkan fitur Tough Solar dan Multi-Band 6 radio-controlled timekeeping menjaga akurasi harian tanpa kebutuhan ganti baterai yang sering. Harganya $330.
Jika dilihat sebagai keseluruhan, lini premium Casio di 2026 tidak bergerak ke satu arah tunggal. Merek ini justru memperluas spektrum, dari jam mekanis konvensional, G-Shock bergaya metal, hingga model fitness yang tetap mempertahankan desain ikoniknya.
Rentang harga dari $210 sampai $385 juga menunjukkan bahwa label premium di sini tidak selalu berarti masuk ke wilayah luxury tradisional. Fokus Casio tetap pada jam yang tahan dipakai, fungsional, dan punya karakter visual kuat, hanya saja kini dibungkus dengan material dan finishing yang jauh lebih menarik.
Source: www.gizmochina.com








