
Acer memperluas langkahnya di pasar perangkat wearable dengan memperkenalkan dua kacamata pintar baru, AR Vision GR0 dan GI0 AI. Keduanya masuk ke segmen yang berbeda, tetapi sama-sama ditujukan untuk membuat teknologi lebih praktis dipakai sehari-hari.
Yang paling menarik, Acer langsung menempatkan dua produk ini di dua kebutuhan besar pengguna modern: hiburan imersif dan bantuan AI harian. Satu menawarkan layar virtual raksasa, sementara yang lain membawa asisten Google Gemini ke dalam bingkai yang ringan.
Layar virtual besar untuk hiburan
AR Vision GR0 menjadi model yang paling menonjol untuk pengalaman visual. Kacamata AR ini dapat memproyeksikan layar virtual hingga 172 inci, sehingga pengguna bisa menonton film atau bermain gim tanpa bergantung pada layar fisik besar.
Acer merancang perangkat ini untuk terhubung lewat kabel ke smartphone atau laptop. Teknologi dual micro OLED di dalamnya mendukung tampilan yang tajam, dengan resolusi 1920 x 1080 piksel untuk mode 2D dan 3840 x 1080 piksel untuk konten 3D.
Bobotnya sekitar 69 gram, jadi perangkat ini tetap tergolong ringan untuk kelas kacamata AR. Acer juga menyematkan kontrol sentuh pada gagang kacamata untuk mengatur kecerahan dan volume secara langsung.
Gemini untuk aktivitas harian
Berbeda dari AR Vision GR0, GI0 AI lebih menonjolkan integrasi kecerdasan buatan. Kacamata pintar ini mengandalkan Google Gemini sebagai pusat fitur, dengan fungsi yang mencakup tanya jawab, petunjuk arah, hingga analisis gambar secara real-time.
Perangkat ini juga menyasar pengguna profesional dan pelaku UMKM. Acer membekalinya dengan terjemahan instan dan perekaman suara, dua fitur yang berguna saat rapat dengan klien asing atau saat mencatat ide secara cepat.
Untuk kebutuhan visual, GI0 AI membawa kamera 12MP yang bisa mengambil foto dan merekam video 1080p. Penyimpanan internal 32GB ikut disediakan, lalu hasil tangkapan dapat dipindahkan ke perangkat utama melalui aplikasi pendukung AspireSync.
Ringan, praktis, dan lintas platform
Acer menempatkan kenyamanan sebagai salah satu poin utama di dua produk ini. GI0 AI berbobot 46 gram, lebih ringan dibanding AR Vision GR0, sehingga lebih cocok untuk dipakai dalam durasi panjang.
Dukungan konektivitas juga dibuat luas agar perangkat ini tidak mengunci pengguna pada ekosistem tertentu. Acer memastikan kedua kacamata bisa terhubung dengan Android, iOS, dan Windows.
Pada GI0 AI, konektivitasnya didukung Bluetooth 5.0 dan Wi-Fi 5. Perangkat ini juga dibekali baterai 217mAh untuk membantu penggunaan sepanjang hari, meski daya tahan tetap bergantung pada intensitas pemakaian fitur AI dan kamera.
Harga mulai Rp4 jutaan
Dari sisi banderol, GI0 AI dipasarkan sekitar Rp4,8 jutaan atau $299,90 di pasar global. Posisi ini membuatnya berada di segmen yang lebih terjangkau untuk konsumen yang ingin mencoba kacamata pintar dengan fitur AI terintegrasi.
Sementara itu, AR Vision GR0 dijual sekitar Rp8 jutaan atau $499,90. Selisih harga tersebut sejalan dengan fokus produknya yang menekankan pengalaman visual lebih besar dan lebih imersif.
Kedua perangkat ini dijadwalkan tersedia di pasar Eropa pada kuartal keempat tahun 2026 dan di Australia pada kuartal ketiga tahun yang sama. Belum ada informasi resmi soal kehadirannya di Indonesia, tetapi kombinasi layar virtual besar dan fitur AI membuat lini baru Acer ini layak dicermati di pasar wearable.









