
Memasuki pertengahan 2026, iPad Generasi 11 atau iPad A16 Bionic jadi salah satu tablet entry-level Apple yang paling sering dibicarakan karena harganya ikut naik. Dari yang sebelumnya masih banyak ditemukan di kisaran Rp5 jutaan, kini pantauan di official store seperti GDN/MAP menunjukkan banderolnya sudah menyentuh Rp6 jutaan.
Kenaikan itu membuat pertanyaan lama kembali muncul: apakah iPad murah Apple ini masih layak dibeli saat kompetisinya makin ketat. Jawabannya tidak sesederhana melihat label Apple, karena perangkat ini membawa kombinasi fitur yang kuat, tetapi juga masih menyimpan sejumlah kompromi yang terasa jelas.
Isi paket yang masih cukup lengkap
Salah satu daya tarik utama iPad entry-level ini ada pada isi paket penjualannya. Di dalam boks, pembeli masih mendapat adaptor charger 20 watt dan kabel USB-C to USB-C braided yang terasa lebih awet serta premium.
Di sisi fisik, perangkat ini juga tampil rapi dengan bodi aluminium premium. Tebalnya hanya 7 mm dengan bobot 477 gram, sehingga masih nyaman dibawa untuk penggunaan harian.
Layar besar, tapi bukan tanpa catatan
iPad Generasi 11 membawa layar Liquid Retina 11 inci beresolusi 2K dengan tingkat kecerahan maksimal 500 nits. Untuk menonton film, membaca, atau kebutuhan visual harian, panel ini tergolong memanjakan mata.
Namun, ada dua minus yang langsung terasa saat dibandingkan dengan tablet lain di kelas harga lebih murah. Layar ini belum full laminated, sehingga masih ada jarak pantulan antara panel sentuh dan panel layar di dalamnya.
Masalah berikutnya ada pada refresh rate 60Hz. Di saat banyak tablet Android di harga Rp3 jutaan sudah menawarkan 90Hz atau 120Hz, Apple masih mempertahankan angka 60Hz untuk perangkat ini.
Performa kencang untuk kelasnya
Di balik harga yang naik, iPad ini tetap membawa mesin yang kompetitif. Apple membekalinya dengan A16 Bionic fabrikasi 4nm, RAM 6GB, dan skor AnTuTu v10 yang disebut menembus 1,4 juta poin.
Bekal tersebut membuatnya cukup aman untuk multitasking berat dan gaming intensif. Buat pengguna yang mencari tablet untuk kerja ringan, hiburan, dan aktivitas harian yang responsif, performanya masih berada di level yang meyakinkan.
Daya tahan dan umur pakai jadi nilai jual penting
Apple juga masih unggul di sisi dukungan perangkat lunak. Tablet ini awalnya dirilis dengan iPadOS 18, lalu tahun ini baru naik ke iPadOS 26.
Dengan pola pembaruan Apple yang konsisten, perangkat ini diprediksi masih akan mendapat empat kali kenaikan OS lagi. Artinya, umur pakainya berpotensi panjang dan ini menjadi salah satu alasan utama kenapa banyak orang tetap melirik iPad murah Apple meski harganya naik.
Dari sisi baterai, kapasitas 7.600 mAh diklaim mampu memberi Screen on Time sekitar 7 sampai 8 jam dalam pemakaian normal. Angka ini membuatnya cukup aman untuk dipakai seharian dalam skenario campuran.
Cocok untuk siapa, dan siapa yang sebaiknya pikir dua kali
Pada harga Rp6 jutaan, iPad Generasi 11 paling masuk akal untuk pengguna yang sudah berada di ekosistem Apple. Integrasi dengan iPhone, termasuk iPhone 15 series hingga iPhone 17 base model, disebut berjalan mulus dan semakin rapi berkat tampilan tema liquid glass di iPadOS terbaru.
Sebaliknya, pengguna baru yang sensitif terhadap refresh rate dan tidak terlalu bergantung pada ekosistem Apple mungkin akan lebih kritis melihat banderolnya. Dengan harga yang sudah naik, sebagian orang bisa saja mulai melirik iPad Air atau bahkan tablet Android kelas atas sebagai alternatif yang lebih menarik.









