
Telkomsel menempatkan keberlanjutan bukan sekadar program tambahan, melainkan bagian dari cara perusahaan menjaga layanan tetap relevan di tengah kebutuhan digital yang terus tumbuh. Lewat pendekatan ini, Telkomsel ingin memastikan pertumbuhan bisnis berjalan seiring dengan manfaat bagi pelanggan, masyarakat, dan lingkungan.
Bagi Telkomsel, keberlanjutan juga menjadi bagian dari semangat Melayani Sepenuh Hati untuk memberdayakan generasi masa depan. Pandangan itu menegaskan bahwa kualitas layanan tidak berdiri sendiri, tetapi ikut ditentukan oleh kondisi sosial dan lingkungan di sekitarnya.
Tiga pilar keberlanjutan
Komitmen tersebut diterjemahkan Telkomsel ke dalam tiga pilar utama, yakni Jaga Cita, Jaga Data, dan Jaga Bumi. Tiga pilar ini dirancang sebagai kerangka kerja agar dampak keberlanjutan perusahaan terasa lebih luas dan lebih terukur.
Pada Jaga Cita, Telkomsel berfokus memberdayakan talenta Indonesia dan memperluas akses agar lebih banyak masyarakat bisa maju, berpartisipasi, dan bertumbuh dalam ekonomi digital. Sepanjang 2025, perusahaan melayani 156,1 juta pelanggan mobile dan 10,3 juta pelanggan IndiHome B2C, dengan dukungan lebih dari 293 ribu BTS di seluruh Indonesia.
Jangkauan itu juga menyentuh wilayah yang masih minim konektivitas. Telkomsel menjangkau lebih dari 360 desa blank spot dan aktif membina sekitar 90 ribu pelajar, UMKM, komunitas, hingga talenta muda lewat berbagai program sosial berbasis digital.
Menjaga data dan kepercayaan
Pilar berikutnya, Jaga Data, menitikberatkan pada keamanan dan keandalan layanan. Telkomsel menempatkan perlindungan data sebagai bagian penting dari menjaga kepercayaan pelanggan.
Untuk memperkuat hal itu, Telkomsel mengelola tata kelola informasi dengan standar ISO 27001, ISO 27701, dan ISO 25010. Penggunaan standar tersebut ditujukan untuk mendukung perlindungan data dan siber yang andal.
Langkah nyata untuk bumi
Di sisi lingkungan, Jaga Bumi menjadi bentuk komitmen Telkomsel untuk meminimalkan jejak karbon dan menjaga operasional layanan tetap hadir saat dibutuhkan. Upaya ini dijalankan melalui pemanfaatan energi bersih, pengelolaan limbah, dan aksi pemulihan lingkungan.
Hingga 2025, sebanyak 361 BTS Telkomsel telah menggunakan energi terbarukan dari solar panel dan mikrohidro. Pada periode yang sama, 100% limbah elektronik dikelola melalui skema recycle, reuse, atau refurbish.
Telkomsel juga sudah memakai material kertas ramah lingkungan untuk 100% kemasan kartu SIM. Selain itu, perusahaan mendukung carbon offsetting lewat penanaman lebih dari 12 ribu pohon mangrove sepanjang 2025.
Selaras dengan strategi perusahaan
Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menegaskan bahwa perusahaan tidak mungkin maju sendirian tanpa lingkungan dan masyarakat di sekitarnya ikut berkembang. Ia menyebut pertumbuhan akan kehilangan makna bila lingkungan tidak terjaga dan kualitas hidup masyarakat ikut menurun.
Telkomsel menyatakan akan terus berinovasi agar kontribusi keberlanjutan semakin terasa, baik dari sisi jangkauan maupun kualitas dampaknya. Di luar tiga pilar tersebut, perusahaan juga menjalankan sustainability sebagai bagian dari implementasi terkonsolidasi strategi keberlanjutan GoZero Telkom Group.
Ke depan, Telkomsel akan terus berkontribusi mendorong pengurangan emisi menuju Net Zero 2060 yang dicanangkan Telkom Group. Arah itu menegaskan bahwa keberlanjutan kini ditempatkan sebagai bagian dari operasi inti, bukan sekadar inisiatif pendukung.
Source: gadgetsquad.id








