Itel A200 resmi masuk pasar Indonesia dengan harga mulai Rp 1,5 juta. Ponsel ini langsung mencuri perhatian karena desain belakangnya dibuat menyerupai iPhone 17 Pro, termasuk modul kamera besar dan pilihan warna oranye yang menonjol.
Daya tarik itu menjadi pembeda utama Itel A200 di kelas entry-level. Saat banyak ponsel murah bermain aman dari sisi tampilan, Itel justru membawa pendekatan desain yang lebih berani untuk menarik minat pengguna yang mengutamakan gaya.
Kehadiran Itel A200 di Indonesia diumumkan melalui akun Instagram resmi Itel Indonesia, setelah perangkat ini lebih dulu diperkenalkan pada Februari 2026. Meski tampil mirip ponsel premium Apple, perangkat ini tetap diposisikan untuk kebutuhan dasar harian.
Desain yang Jadi Sorotan
Bagian belakang Itel A200 mengusung modul kamera persegi panjang berukuran besar. Penampilannya dibuat mengingatkan pada lini iPhone 17 Pro, termasuk warna oranye yang menjadi salah satu opsi paling mencolok.
Di sisi depan, ponsel ini masih memakai notch atau poni untuk menempatkan kamera selfie 5 MP. Desain seperti ini kini lebih umum dijumpai pada perangkat entry-level, karena ponsel kelas menengah dan flagship modern umumnya sudah memakai punch-hole.
Itel menyediakan empat pilihan warna untuk pasar Indonesia, yaitu Meteor Titanium, Nightly Blue, Nebula Green, dan Comet Orange. Variasi warna ini memperkuat fokus perangkat pada tampilan yang mudah dikenali.
Spesifikasi Layar dan Kamera
Itel A200 dibekali layar 6,75 inci dengan refresh rate 120 Hz. Panel ini memiliki resolusi 720 x 1.600 piksel dan tingkat kecerahan 480 nits.
Kombinasi tersebut menempatkan Itel A200 sebagai ponsel murah yang tetap menawarkan layar dengan pergerakan visual lebih mulus. Namun, spesifikasi lain tetap diarahkan untuk penggunaan dasar, sesuai segmennya.
Untuk fotografi, kamera depan ponsel ini beresolusi 5 MP. Sementara di bagian belakang, tersedia kamera 13 MP yang ditempatkan di modul kamera bergaya iPhone 17 Pro.
Chipset, Memori, dan Baterai
Di sektor performa, Itel A200 ditenagai chipset Unisoc T7250. Chip ini dipadukan dengan dua konfigurasi memori, yaitu RAM 3 GB dengan penyimpanan 128 GB dan RAM 4 GB dengan penyimpanan 64 GB.
Ponsel ini menjalankan Android 15 Go Edition yang dipadukan dengan antarmuka Itel OS 15.1.2. Kombinasi ini menunjukkan fokus perangkat pada efisiensi untuk kelas harga terjangkau.
Daya tahan perangkat ditopang baterai 5.000 mAh. Pengisian dayanya dilakukan melalui port USB-C dengan dukungan output 15 watt.
Fitur Ketahanan dan Tambahan
Meski masuk kelas entry-level, Itel A200 membawa sertifikasi IP65. Artinya, ponsel ini dirancang tahan terhadap debu dan semprotan air.
Perangkat ini juga telah lolos pengujian MIL-STD-810H. Standar tersebut menunjukkan ponsel mampu menghadapi benturan dan guncangan, serta melewati pengujian ketahanan yang ketat.
Pengujian pada standar itu dapat mencakup paparan suhu sangat panas dan sangat dingin, kelembapan tinggi, getaran, hingga debu. Kehadiran sertifikasi ini menjadi nilai tambah yang jarang disorot pada ponsel dengan harga Rp 1 jutaan.
Fitur lain yang disematkan meliputi pemindai sidik jari di samping, face unlock, dan DTS Sound Effects. Itel juga menyertakan fitur Ultralink yang memungkinkan pengguna melakukan panggilan gratis tanpa sinyal seluler dalam jarak maksimum 2 kilometer.
Harga Itel A200 di Indonesia
Itel A200 sudah tersedia melalui marketplace rekanan Itel di Indonesia. Dua varian yang ditawarkan dibedakan oleh kombinasi RAM dan penyimpanan.
Berikut harga Itel A200 di Indonesia:
| Varian | Harga |
|---|---|
| Itel A200 3/128 GB | Rp 1,5 juta |
| Itel A200 4/64 GB | Rp 1,7 juta |
Dengan banderol tersebut, Itel A200 masuk ke persaingan ponsel murah yang mengandalkan desain mencolok sebagai senjata utama. Di luar tampilannya yang menyerupai iPhone 17 Pro, perangkat ini membawa kombinasi layar 120 Hz, baterai 5.000 mAh, Android 15 Go Edition, serta fitur ketahanan yang menjadi nilai jual tambahan di kelas entry-level.
Source: tekno.kompas.com