Amazfit Balance 3 Datang dengan Layar 3.000 Nits, Memori 64 GB dan Baterai 21 Hari

Amazfit resmi meluncurkan Balance 3 sebagai smartwatch premium yang menonjolkan layar AMOLED super cerah 3.000 nits dan memori internal 64 GB. Kombinasi ini membuat perangkat baru tersebut tampil sebagai opsi menarik di kelas atas, terutama bagi pengguna yang membutuhkan jam pintar untuk aktivitas luar ruang dan penyimpanan data yang lega.

Perangkat ini juga membawa baterai besar yang diklaim mampu bertahan hingga 21 hari dalam penggunaan normal. Daya tahan itu menjadi salah satu nilai jual utama, karena pengguna tidak perlu terlalu sering mengisi ulang saat dipakai harian maupun untuk olahraga.

Dari sisi harga, Amazfit Balance 3 dipasarkan di angka 369,99 dolar AS atau sekitar Rp6,7 juta. Posisi ini menempatkannya sebagai alternatif yang lebih terjangkau dibanding Balance Ultra, namun tetap dibekali fitur yang kuat untuk navigasi, kesehatan, dan kebugaran.

Kehadiran layar 1,5 inci menjadi sorotan karena tingkat kecerahan puncaknya mencapai 3.000 nits. Angka tersebut dirancang untuk menjaga keterbacaan layar tetap baik saat dipakai di bawah sinar matahari langsung, termasuk di kawasan dengan intensitas cahaya tinggi.

Desain dan layar

Amazfit membungkus layar tersebut dengan kristal safir tahan gores. Material ini dipadukan dengan bodi baja tahan karat berdiameter 51,4 mm yang memberi kesan kokoh untuk penggunaan intensif.

Meski dimensinya cukup besar, ketebalan perangkat dijaga di angka 14,6 mm. Pendekatan ini membuat Balance 3 tetap diarahkan untuk pemakaian harian, sekaligus mendukung aktivitas olahraga yang lebih ekstrem.

Memori besar dan navigasi presisi

Salah satu pembeda penting Balance 3 ada pada penyimpanan internal 64 GB. Kapasitas sebesar ini memberi ruang luas untuk menyimpan peta offline, aplikasi, hingga koleksi musik tanpa terlalu bergantung pada smartphone.

Untuk kebutuhan navigasi, jam tangan ini mengandalkan GPS dual-band. Fitur tersebut dilengkapi navigasi turn-by-turn, yang membuat perangkat relevan bagi pelari, pesepeda, maupun pengguna yang sering beraktivitas di luar ruangan.

Amazfit juga memperkenalkan sistem HybridCharge Energy Intelligence, seperti dikutip dari FoneArena. Sistem ini memantau beban latihan, tingkat stres, dan kualitas tidur untuk memberi rekomendasi kapan pengguna sebaiknya meningkatkan intensitas latihan atau beristirahat.

Fitur kesehatan dan olahraga

Di sektor kesehatan, Balance 3 membawa pemantauan detak jantung 24 jam. Perangkat ini juga mendukung pengukuran saturasi oksigen darah atau SpO2, suhu kulit, serta pelacakan siklus menstruasi.

Untuk kebugaran, tersedia lebih dari 180 mode olahraga. Amazfit bahkan menyertakan alat khusus untuk balap HYROX, menegaskan bahwa Balance 3 tidak hanya ditujukan untuk pengguna kasual, tetapi juga untuk mereka yang serius memantau performa latihan.

Ketahanan air hingga 10 ATM ikut memperluas skenario pemakaian. Dengan spesifikasi ini, Balance 3 aman digunakan untuk berenang maupun menyelam rekreasi.

Baterai dan fitur tambahan

Amazfit membekali smartwatch ini dengan baterai 658 mAh. Dalam klaim perusahaan, daya tahannya mencapai 21 hari untuk penggunaan normal, sedangkan saat fitur always-on display aktif masa pakainya turun menjadi sekitar 7 hari.

Fitur pendukung lain juga cukup lengkap untuk kelasnya. Balance 3 dilengkapi speaker dan mikrofon untuk panggilan Bluetooth, chip NFC untuk pembayaran nirkabel, serta senter internal yang memiliki mode cahaya merah.

Paket fitur tersebut menunjukkan bahwa Balance 3 tidak hanya difokuskan sebagai alat pelacak kesehatan. Jam ini juga diarahkan menjadi perangkat pendamping sehari-hari yang mampu menangani komunikasi ringan dan kebutuhan praktis lain tanpa harus terus membuka ponsel.

Saat ini, perangkat sudah tersedia untuk pre-order di laman Amazfit Global. Pengiriman dijadwalkan mulai pertengahan Juni, menandakan penjualan globalnya sudah mulai bergerak.

Di pasar, Balance 3 disiapkan untuk bersaing dengan nama lain seperti Asus VivoWatch 6 Plus dan Rogbid GeoX2. Persaingan ini akan menarik karena Amazfit mencoba menyeimbangkan desain premium, fitur navigasi, ketahanan baterai, dan harga yang masih relatif kompetitif.

Untuk pasar Indonesia, belum ada kepastian resmi mengenai ketersediaannya. Namun perangkat Amazfit terpantau mulai bersiap masuk, karena perusahaan telah mendaftarkan beberapa model smartwatch di Postel Komdigi.

Tiga model yang sudah terlihat dalam daftar itu adalah Amazfit Cheetah 2 Pro, Amazfit Cheetah 2 Ultra, dan Amazfit BIP MAX. Selain itu, masih ada dua nomor model lain yang belum terungkap, sehingga peluang kehadiran lini baru seperti Balance 3 di pasar Indonesia tetap terbuka.

Source: www.suara.com
Exit mobile version