Memasuki pertengahan 2026, lini iPad Apple terlihat makin ramai sekaligus makin membingungkan. Di tengah pilihan yang lebar, harga awalnya justru masih membuka akses bagi pembeli dengan budget terbatas, mulai dari 349 USD atau sekitar Rp5,6 jutaan.
Bagi banyak orang, pertanyaan terpenting bukan sekadar model mana yang paling mahal, tetapi mana yang paling masuk akal untuk kebutuhan sehari-hari. Dari model dasar hingga iPad Pro, tiap varian membawa kombinasi harga, chip, layar, dan fitur yang sangat berbeda.
iPad paling murah masih jadi opsi paling rasional
Untuk penggunaan ringan seperti menonton YouTube, scrolling media sosial, atau belajar kelompok, iPad Base Model generasi ke-10 masih menjadi pilihan paling logis. Perangkat ini dibekali chip A16 Bionic dan RAM 6GB, sehingga performanya tetap responsif untuk kebutuhan harian.
Namun, model ini masih punya beberapa kompromi. Layar belum laminated, belum mendukung Apple Intelligence, dan permukaannya cukup memantulkan cahaya.
Meski begitu, model ini tetap disebut sebagai best-buy untuk 99% pengguna kasual. Ada pula kabar bahwa Apple menyiapkan versi baru dengan chip A18 dan dukungan AI di akhir tahun 2026.
iPad Mini menyasar pengguna yang butuh perangkat ringkas
Di atas model dasar, iPad Mini ditawarkan mulai 499 USD atau sekitar Rp8 jutaan. Tablet ini membawa layar 8,3 inci dengan fully laminated display dan lapisan anti-refleksi.
Chip A17 Pro dan RAM 8GB membuatnya sudah mendukung Apple Intelligence. iPad Mini juga kompatibel dengan Apple Pencil Pro, sehingga cocok untuk pengguna yang sering berpindah tempat.
Kelebihan utamanya ada pada format kecil yang mudah digenggam satu tangan. Di sisi lain, rumor kuat menyebutkan versi OLED baru akan hadir di akhir tahun 2026 dengan harga yang berpotensi lebih tinggi.
iPad Air M4 kuat, tetapi ada kompromi yang sulit diabaikan
Apple juga menawarkan iPad Air M4 dalam dua ukuran, yakni 11 inci dan 13 inci. Harganya dimulai dari 599 USD untuk versi 11 inci dan 799 USD untuk versi 13 inci, dengan RAM 12GB dan chip M4.
Secara tenaga, lini ini terasa berlebihan untuk kelasnya. Namun, Apple masih mempertahankan refresh rate 60 Hz dan desain sasis yang serupa dengan model tahun 2020.
Varian 11 inci dinilai kurang menarik karena selisih manfaatnya tidak sebanding dengan harganya. Sementara itu, versi 13 inci lebih masuk akal bagi pengguna yang ingin perangkat kerja lebih besar tanpa harus naik ke kelas Pro.
iPad Pro M5 jadi puncak lini, tetapi harganya paling berat
Untuk kelas tertinggi, iPad Pro M5 diposisikan sebagai tablet terbaik Apple. Harganya mulai 999 USD untuk model 11 inci dan 1.300 USD++ untuk model 13 inci, belum termasuk aksesori.
Daya tarik utamanya ada pada layar Tandem OLED 120Hz yang diklaim sangat cerah hingga 1.600 nits dengan kontras warna tajam. Tablet ini juga dibekali chip M5, Face ID, Thunderbolt 5 dengan transfer data hingga 120 Gbps, empat speaker premium, dan bodi super tipis 5,1 mm pada varian 13 inci.
Untuk pengguna yang ingin perangkat kerja portabel pengganti laptop, versi 13 inci dengan Magic Keyboard menjadi paket yang paling relevan. Sebaliknya, varian Pro 11 inci dianggap terlalu mahal untuk ukuran layar yang relatif kecil.
Pilihan aksesori juga menentukan total biaya
Di luar harga perangkat, biaya aksesori ikut memengaruhi keputusan belanja. Keyboard resmi Apple dinilai kurang masuk akal untuk iPad murah karena harganya terlalu tinggi dibanding nilai pakainya.
Sebagai alternatif, pelindung layar bertekstur kertas seperti Paperlike lebih disarankan bagi pengguna yang sering mencatat. Keyboard pihak ketiga di e-commerce juga bisa menjadi opsi untuk menekan pengeluaran tanpa mengorbankan fungsi dasar.
