Google resmi menghentikan fungsi utama Pixel Studio, aplikasi pembuat gambar AI di ponsel Pixel. Lewat pembaruan versi 2.3, aplikasi itu tidak lagi bisa membuat gambar baru dan kini mengarahkan pengguna ke aplikasi Gemini.
Perubahan ini penting bagi pengguna Pixel karena Pixel Studio sebelumnya diposisikan sebagai alat pembuatan gambar langsung di perangkat. Kini, Google memusatkan pengalaman tersebut ke Gemini dengan model gambar yang lebih baru bernama Nano Banana.
Langkah ini menandai berakhirnya perjalanan singkat Pixel Studio yang diperkenalkan bersama seri Pixel 9 pada 2024. Saat meluncur, aplikasi itu ditujukan untuk membuat kartu ucapan, stiker, dan gambar hasil AI langsung dari ponsel Pixel.
Namun, aplikasi tersebut tampaknya tidak pernah benar-benar menjadi fitur yang banyak dipakai. Google pun secara bertahap mulai mengurangi sebagian pengalaman Pixel Studio dalam beberapa pembaruan terakhir sebelum akhirnya menonaktifkan pembuatan gambar sepenuhnya.
Pembuatan gambar dipindah ke Gemini
Setelah pembaruan terbaru dipasang, Pixel Studio menampilkan tombol “Open Gemini” secara mencolok. Tombol itu membawa pengguna ke Play Store dan mendorong mereka memakai Gemini untuk membuat gambar dengan Nano Banana.
Artinya, Google tidak lagi mempertahankan Pixel Studio sebagai pusat pembuatan gambar AI tersendiri di lini Pixel. Perusahaan memilih mengarahkan pengguna ke ekosistem Gemini, yang kini memegang peran utama untuk fitur generatif semacam ini.
Laporan 9to5Google juga menyebut versi terbaru ini melangkah lebih jauh dibanding pembaruan sebelumnya. Jika sebelumnya hanya ada pengurangan fitur, kini fungsi inti untuk menghasilkan gambar benar-benar dimatikan.
Bagi pengguna lama, ada satu hal yang tetap dipertahankan. Gambar-gambar yang sebelumnya sudah dibuat di Pixel Studio tidak dihapus dan masih bisa diakses dari dalam aplikasi.
Pengguna tetap dapat membuka hasil lama itu untuk dilihat kembali atau dibagikan. Jadi, yang hilang adalah kemampuan membuat gambar baru, bukan arsip kreasi yang sudah tersimpan.
Dari fitur eksklusif Pixel ke pengalaman yang lebih terpusat
Saat pertama hadir, Pixel Studio menjadi salah satu cara Google menunjukkan kemampuan AI di perangkat Pixel. Aplikasi itu dirancang untuk memberi pengalaman pembuatan gambar yang terasa cepat dan langsung dari ponsel.
Kini pendekatan itu berubah. Google tampaknya lebih memilih menyatukan pengalaman AI generatif ke dalam Gemini daripada mempertahankan aplikasi terpisah dengan fungsi yang tumpang tindih.
Perubahan ini juga menunjukkan arah baru pengembangan fitur AI Google di Android. Alih-alih menyebar kemampuan serupa ke banyak tempat, Google mulai mengonsolidasikannya ke layanan yang lebih besar dan lebih dikenal pengguna.
Dalam kasus ini, Gemini menjadi tujuan utama. Pixel Studio yang semula berdiri sebagai aplikasi khusus kini praktis hanya menjadi wadah untuk melihat hasil lama sambil mengarahkan pengguna ke layanan lain untuk kebutuhan baru.
Mengapa keputusan ini menarik diperhatikan
Penutupan fungsi pembuatan gambar di Pixel Studio terjadi kurang dari dua tahun sejak debutnya. Untuk sebuah fitur yang diperkenalkan sebagai bagian dari pengalaman Pixel modern, umur ini tergolong singkat.
Langkah ini juga menunjukkan bahwa tidak semua fitur AI yang diluncurkan bersama perangkat baru akan bertahan lama. Jika adopsi rendah atau ada alternatif yang dianggap lebih baik, Google tampaknya siap mengubah arah dengan cepat.
Dalam beberapa waktu terakhir, Google memang sudah menawarkan berbagai cara untuk membuat gambar di Android. Dengan hadirnya model Gemini yang lebih baru dan disebut lebih kuat, keberadaan Pixel Studio sebagai aplikasi terpisah menjadi semakin sulit dipertahankan.
Bagi pengguna Pixel, dampak praktisnya cukup jelas. Jika sebelumnya pembuatan gambar dilakukan lewat Pixel Studio, sekarang alur itu dipindahkan ke Gemini.
Meski demikian, transisinya tidak dilakukan dengan menghapus aplikasi sepenuhnya. Google tetap membiarkan pengguna membuka dan membagikan gambar lama, sehingga perubahan ini terasa lebih seperti pengalihan fungsi daripada penghapusan total.
Bagi pasar perangkat lunak Google sendiri, keputusan ini menegaskan bahwa Gemini kini menjadi pusat strategi AI perusahaan di perangkat Android. Pixel Studio, yang dulu diperkenalkan sebagai alat kreatif eksklusif untuk Pixel, kini tidak lagi memainkan peran utama dalam pengalaman membuat gambar berbasis AI.
Source: www.androidcentral.com